Yang Menakjubkan, Yang Merusak ~ Ustadz Salim A. Fillah

1) Ada 2 hal yang sering membuat kita kagum; ucapan & penampilan. Dan bukan cuma pada kita Allah memperingatkan tuk hati-hati dalam takjub.

2) Bahkan RasuluLlahpun diwanti-wanti oleh Allah agar takjub itu tak meruyak; karena seringkali yang menakjubkan adalah justru yang merusak.

3) Tentang ucap yang mengagumkan; Allah menyatakan; “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menakjubkanmu..

4) ..dan dipersaksikannya kepada Allah atas kebenaran isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.” {QS2:204}. ShadaqaLlah.

5) Muhammad ibn Ka’b Al Qurazhi menyatakan, “Ayat ini turun tentang seorang lelaki munafiq; kemudian ia berlaku umum bagi orang yang dalam..

6) ..hatinya ada penyakit; yang mengira dapat mengelabui Allah & kaum mukminin dengan ucapannya yang fasih, indah, & mempesona tapi menipu.”

7) Maka kita diperingatkan dari ucapan yang berbahaya ini; tak perlu takjub pada pembicaraan yang berbunga & berpermata tentang hidup dunia.

8) Adapun tentang penampilan; Allah menyatakan; “Dan apabila kalian melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kalian kagum. Dan jika..

9) ..mereka berkata kalian mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap..

10) ..teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka..” {QS63:4}

11) Ibn Katsir mentafsir, “Maksudnya mereka mempunyai penampilan yang bagus; (tubuhnya, pakaiannya, perhiasannya) & sangat fasih berbicara.”

12) “Jika ada yang mendengar ucapan mereka yang penuh logika, retorika, & sastra pasti akan tertarik. Tapi hakikatnya mereka lemah jiwanya.”

13) “Mereka berada dalam puncak kegamangan, kegelisahan, kekhawatiran, rasa takut, & tumbuh sebagai pengecut di dalam diri mereka sendiri.”

14) Maka kitapun diingatkan tuk tidak mudah takjub & terkejut pada ucapan & penampilan macam itu. Kata orang Jawa; Aja Gumunan, Aja Kagetan.

15) AstaghfiruLlah; yang bicara inipun mungkin termasuk si pentakjub; atau bahkan dilekati sifat munafiq nan ucap & penampilannya berbahaya.

16) Tapi mari Shalih(in+at); simak Taujih Allah ini; “Orang-orang yang MENDENGARKAN perkataan lalu MENGIKUTI yang PALING BAIK di antaranya..

17) ..Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” {QS39:18}. ShadaqaLlah.

18) Semoga Allah menjaga kita agar tak termasuk para pemfasih lidah yang mencari dalih; atau para penampil pesona yang hanya memburu dunia.

19) Semoga Allah menjaga kita agar tak mudah tertipu oleh kilau gemerlap bergincu manis; agar tak terpesona oleh ucapan nifaq ahli dunia.

20) Semoga Allah karuniakan pada kita hidayah & ilmu yang menajamkan akal & menjernihkan fikir; untuk menyimak kekata & mengikut terbaiknya.

=-=-=-=-=

Semoga bermanfaat :)

Life Begin Everyday. Like Today.

from etsy dot com

Aku bingung mau menulis apa pada postingan kali ini. Aku hanya mengingat segala kebesaran kuasaNya, kedahsyatan cintaNya, dan betapa kerdilnya aku.

Mengosongkan diri di saat menulis ini. Membiarkan jiwa bebasku berkelana, pikiranku melayang tanpa tekanan, dan hatiku tenggelam dalam rindu hangat. Tak henti menyebut namaNya. Memaksakan diri untuk berjalan menujuNya meski tertatih.

Bahagia itu sederhana. Saat ini aku merasa mendekati sempurna. Memiliki adik yang tangguh, dua mujahid kecil yang sehat, dan para sahabat yang sabar. Ini sungguh harta karun yang luar biasa.

Masih diberi kesempatan untuk menikmati cintaNya di dunia fana ini, berarti aku masih ada waktu untuk membersihkan diri. Tentu, dengan seizinNya. Dengan rahmatNya. Menikmati prosesnya. Jatuh bangun, penuh tangis dan tawa.

Terima kasih untuk jutaan detik yang setiap hari kurasakan, yaa Allah.

Aku siap dengan semua skenario terbaruMu. Sekali lagi. Berkali-kali lagi. Hingga nanti purna waktuku di semua ketidaknyataan dunia ini.

Terima kasih untuk semua cinta dan sayang kalian kepadaku. Iya, kalian yang selama ini ada untukku tanpa harus menghakimi karena tahu bagaimana kondisiku. I love you all to the moon and back.

Mulai hari ini, sebuah episode baru akan kusambut dengan penuh suka cita.

BismiLlah!

#BipolarWorldDay 30 Maret ~ Aku Saat Ini

Kaget ketika baca linimasa pagi tadi dan menyadari bahwa hari ini adalah #BipolarWorldDay. Banyak cuitan para pengidap (eh?) bipolar, the survivors, dan dari mereka yang mencoba berbagi bagaimana memahami bipolar dengan baik. Aku coba salin ulang di sini yah :) Tapi gak semua sih. Hanya beberapa.

=-=-=-=-=-=-=

bipolar

Bacaan ringan :

1) 10 Famous People With Bipolar Disorder

2) Di Balik Bipolar

Baca lebih lanjut

Perjalanan @7udas_isk Menemukan Allah

Seorang anonim di Twitter, pebisnis kuliner dan penggemar Superman memaparkan kisahnya menjadi muallaf pada tanggal 1 September 2012. Aku belum follow dia saat itu. Aku juga mengenal akunnya awal tahun 2013 dari seorang sahabat.

Berikut ini adalah transkripnya dari tautan chirpstory. Sedikit disunting (gak pakai nomer) tanpa mengurangi maksudnya. Semoga bermanfaat ;)

=-=-=-=-=-=

Baca lebih lanjut

Puisi Perlawanan Taufiq Ismail

Inilah pantun-pantun zaman batu,
Pantun untuk mereka yang berkepala batu.
Lihatlah siluman dan preman bersatu,
Mencuri anggaran dengan bersekutu.

Semua mabuk batu akik batu bacan
Yang bawa senapan matanya mendelik cari sasaran.
Hati-hatilah wahai kalian para cendekiawan.
Hanya karena berpikir waras bisa dikriminalkan.

Tawuran, biasanya hujannya hujan batu
Tawaran, biasanya uangnya uang dolar
Jika akhirnya polisi dan koruptor bersatu
Harus dilawan biarpun pangkatnya Jenderal.

Hujan emas di negeri orang
Panen rejeki hatinya girang.
Presiden bilang kriminalisasi dilarang,
Tapi bawahannya tetap membangkang.

Hujan akik di negeri sendiri,
Hidup tercekik sudah menjadi ciri.
Presiden mimpi jadi bangsa mandiri,
Eh, import komoditi tetap jadi mainan menteri.

Hakim jujur bisa kehilangan palu,
Hakim lucu dengkulnya berotak batu.
Jika koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,
Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan bersatu.

(Universitas Indonesia Salemba, 20 Maret 2015)

#Sunnah ~ @TanpaJIL

Ada bahan muhasabah lagi nih :) Semoga bermanfaat yah :)

==================================

Assalamu’alaikum troops , siang hari dan hujan, yuk simak kultwit tentang “Jangan Hina Sunnah Rasulku..” :)

Makna Sunnah salah satunya ialah  perkataan, perbuatan dan persetujuan dari  Rasulullah Shalllahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Sunnah juga menjadi pelengkap ibadah-ibadah wajib kita selama ini. Terasa kurang jika hanya mengerjakan yang wajib.

Namun saat ini banyak ummat yang enggan menghidupkan sunnahnya, bahkan melirik pun tidak.

Karena hanya pelengkap dan tak berdosa jika tidak melakukan,  maka banyak yang tidak menjalankan sunnah-sunnah Rasul.

Bahkan ada juga yang tak segan menghina orang-orang yang menjalankan beberapa sunnah Rasul ini.

Salah satu fenomena yang sering menggelitik adalah mereka yang dengan lantang menghardik lelaki berjenggot namun kagum dengan lelaki yang pamer otot.

Mereka yang hobi mencibir lelaki bercelana cingkrang, | “Kebanjiran mas?” katanya…

Mereka yang memicingkan mata pada orang yang tak ikut perayaan bid’ah | “Ihh aliran sesat dia,” katanya

Mereka yang melempar pandangan sinis pada orang yang tak ingin berjabat tangan dengan non muhrim | “Sok suci banget tu orang,” katanya…

Dan yang paling menyedihkan adalah mereka-mereka yang melecehkan beberapa sunnah itu mengaku sebagai ummat nya Rasulullah :'(

Kalo memang gak mau ngejalani sunnah jenggotan ya silakan saja | mau pake baju sampe nyapu lantai, yo monggo..

Tapi ya tak perlu lah sampai melecehkan orang-orang yang mau menjalankan Sunnah nya,

“…Maka boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu..” (QS. 2 : 216)

Janganlah menghina ajaran Rasulullah jika memang belum sanggup untuk menjalankannya

Karena dengan menghina sunnahnya, secara tidak langsung kita juga sedang menghina Rasulullah.. Astaghfirullah..

Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku.” ( HR. Bukhari)

Na’udzubillah, jangan sampai karena sikap/omongan yang meremehkan sunnahnya itu membuat Rasul enggan memberi syafaat di yaumil akhir kelak

Mereka yang menjalankan sunnah Rasul adalah mereka yang bangga dengan sunnah Rasulnya..

Mereka yang menghidupkan sunnahnya adalah salah satu bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya

Tak ada hal yang tak baik yang pernah dicontohkan Rasul untuk kita, jika masih ada yang menghina sunnahnya, maka perlu diperiksa keimanannya :’)

Sebagai umat yang mengaku sebagai ahlus sunnah wal jama’ah, sudah seharusnya kita mencintai sunnahnya, mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya

So, mari kita kuatkan yang wajib, hidupkan yang sunnah, tinggalkan yang makruh dan campakkan yang haraam

Semoga kita semua diistiqomahkan di atas agama yang Haq ini. Allahumma Aamiin :’)

Wallahu A’lam

=============================

Taushiyah Singkat Ustadz Salim A. Fillah

Mencoba mengumpulkan lagi kumpulan taushiyah menenangkan jiwa dan ruhani dari Ustadz Salim. Semoga bermanfaat :)

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

A.

1) Kekufuran, kejahatan, & maksiat di dunia terasa ramai, penuh kawan, bahkan beperlindungan. Tapi di akhirat; ia kesendirian bersesalan.

2) Hakikat ini termaktub dalam firmanNya; “Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at. Dan tidak pula teman yang akrab.” {QS26:100-101}

3) Segala kemesraan dunia kan putus di akhirat, “Para kekasih pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain..” {QS 43: 67}

4) “..Kecuali orang-orang bertaqwa.” {QS43:67}, yang saling cinta karena Allah, dengan cara nan diridhai Allah, demi mencari ridha Allah.

5) Terdengar jerit insan yang tak taqwa dalam cinta, “Aduhai binasa & celaka aku, andai tak kuambil Fulan sebagai kekasihku..” {QS25:28}

6) Adapun iman, taat, & kebajikan; walau terasa sunyi & sendiri; ia ikatan yang meriah & indah. Tersambung kita melintasi tempat & zaman.

7) Kemesraan yang kan abadi itu ialah; “Wahai Rabb kami, ampunilah kami & SAUDARA-SAUDARA yang MENDAHULUI kami dengan iman..” {QS59:10}

8) Dan kita mohon pada Allah agar menjaga kebersihannya, “Dan jangan jadikan di hati kami sesak dendam kepada sesama mukmin..” {QS59:10}

9) Sungguh kebersamaan dalam taqwa tidaklah mudah tuk hawa nafsu kita yang cenderung pada suka-suka, enak-enak, lalai, & menunda taatnya.

10) Kemesraan ukhrawi di dunia jadi berat sebab penuh nasehat; kawan taqwa takkan segan meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru.

11) Maka “Sabarlah pada dirimu membersamai orang-orang yang menyeru pada Rabbnya pada pagi & petang semata mengharap ridhaNya.” {QS18:28}

12) Ukhuwah memang tak meniadakan masalah; ia mendampinginya agar indah. “Hanyasanya mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah..” {QS49:10}

13) Inilah cara menjaga diri dalam kebaikan, “Hai insan-insan beriman, bertaqwalah pada Allah & bersamailah orang-orang benar.” {QS9:119}

14) Demikian bedanya kemesraan semu nan berujung sesal & seteru; dengan kebersamaan taqwa yang meski berkendala, kan sampai jua ke surga.

15) Ia mimbar cahaya, dicemburui Nabi & syuhada’. Bahkan walau di dunia sempat dicekam dendam, iman kelak mempertemukan dalam kenikmatan.

16) Yakni “Dan Kami cabut segala dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” {QS15:47}

17) Hakikat maksiat sunyi, sesal, & seteru, walau kini mesra, semarak, & syahdu. Taat itu nikmat & hangat nanti, walau kini gerah & sepi.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

B.

1) “Tidakkah kau perhatikan, bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti misal pohon yang baik..

2) “..Akarnya teguh & cecabangnya menggapai langit. Pohon itu memberikan buah pada tiap musim dengan izin Rabbnya..” {QS14:24-25}

3) “Dan umpama kalimat buruk seperti pohon yang buruk, yang telah tercerabut dari permukaan bumi, tiada bertetap sedikitpun..” {QS14:26}

4) Betapa indah pohon thayyibah; ia bersih, penampilannya menarik, kekuatannya dahsyat, kerindangannya sejuk, harum bunganya disukai.

5) Bersebab akar yang kukuh menopang lagi menjaminkan air & makanan, tegak pokoknya menjulangi langit, jadi penjuru nan tampak dari jauh.

6) Ia bahkan memberi buah, bukan cuma “tsamarat”, tapi “ukul”. Jika buah dilempar kena muka orang, ia masih disebut “tu’ti tsamarataha”.

7) Tapi “tu’ti ukul” bermakna, pilihkan buah terlembut, terharum, termanis; kupas hati-hati, iris kecil-kecil, tempatkan di wadah indah..

8) Kemudian sajikan dengan terhias, tusuk dengan garpu, & suapkan pada mereka yang lapar disertai senyum termanis yang disaksikan jagat.

9) Demikian seyogyanya iman; ‘aqidah kukuh menggerakkan ‘ibadah yang menggapai langit, menjemput dariNya akhlaq yang manis merasuk diri.

10) Hingga jadi saranaNya menebar maslahat bagi sesama; bukan hanya memberi; tapi akhlaq jelita dalam berbagi mengilhamkan semesta bakti.

11) “Buah di tiap musim”; akhlaq kokoh tak terpengaruh keadaan; kaya atau miskin, lapang atau sempit, nikmat atau musibah; tetap manis.

12) Lalu kalimat buruk? Memang jarang ada keburukan yang murni; maka Allah membuat umpama yang baik maupun buruk sama-sama sebagai pohon.

13) Hanya saja; pohon yang satu kokoh berakar, menjulang mekar, & buahnya bertebar. Pohon yang lain pokoknya tercerabut, menanti dibakar.

14) Kebaikan yang mengakar itu takkan mati; meski keburukan menerpanya, atau tergilas di jalanan; dalam runduk, akarnya tetap menggemuk.

15) Pun; keburukan itu tidaklah hidup kecuali sekedar menghabiskan serpih sisa kebaikan yang melekatinya, lalu kejahatannya menyempurna.

16) Saat itulah Allah mencerabutnya dari hati semesta, tiada lagi pendukungnya, lalu ia binasa; berpindah alam jadi bahan bakar neraka.

17) Adapun pohon yang baik telah menggapai langit. Semua hamba menuju Rabb setelah matinya; sedang ia mewajah Allah sejak dalam hidupnya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=