Suami Gak Boleh Pulang Malam

Nah lho! Kenapa deh? Eh, aku baca artikel bagus di Keluarga Cinta, makanya aku salin ulang di sini. Baca ya!

=-=-=-=-=-=

Salah satu pesan Rasulullah sekaligus adab dalam bepergian adalah, janganlah seorang laki-laki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya di malam hari. Mengapa?

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani menceritakan asbabul wurud hadits yang melarang pulang safar di malam hari.

Telah beberapa hari sahabat itu bepergian. Dan malam ini, ia pulang ke Madinah dan langsung menemui istrinya. Betapa kaget dirinya, ternyata ada seseorang yang bertubuh tinggi besar tidur di samping istrinya. Ia langsung menghunus pedang dan berniat menebas orang itu. Untungnya, ia terlebih dulu mencolek istrinya dengan pedang tersebut dan bertanya, “Siapa orang ini?”

“Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi mendandaniku dan karena terlambat pulang, ia menginap di sini,” jawab sang istri.

Alhamdulillah… hampir saja ia melakukan kesalahan fatal jika saja tidak bersabar dan langsung menebaskan pedangnya ke orang tersebut, yang ternyata adalah perempuan tukang sisir.

Paginya, usai shalat Subuh, sahabat ini menghadap Rasulullah dan menceritakan kisahnya semalam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

إِذَا دَخَلْتُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ طُرُوقاً

“Jika salah seorang dari kalian lama bepergian, janganlah ia mendatangi istrinya di malam hari” (HR. Ahmad)

Mengapa Rasulullah melarang seorang suami pulang safar menemui istrinya di malam hari? Dalam riwayat yang lain disebutkan alasannya.

إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ

“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Inilah alasannya. Ketika ditinggal suaminya lama bepergian, lalu tiba-tiba suaminya datang di malam hari, dikhawatirkan istrinya tersebut tidak siap menyambutnya. Rambutnya masih acak-acakan. Bulu-bulu rahasianya mungkin juga tidak terawat dan baunya sangat tidak sedap. Karenanya menurut para ulama, seorang suami makruh pulang dari bepergian secara tiba-tiba di malam hari, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Kalaupun terpaksa pulang di malam hari, dianjurkan untuk menyampaikan kabar terlebih dulu.

Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim, beliau mengatakan bahwa larangan ini berlaku bagi yang bepergian lama dan datang mendadak tanpa pemberitahuan. Adapun musafir yang sudah memberitahu sebelumnya, maka tidak termasuk dalam larangan ini.

“Adapun jika safarnya dekat dan istrinya pun mengharapkan kedatangannya pada malam hari, ” terang beliau, “maka pulang malam pun boleh. Begitu pula jika telah ada informasi awal yang memberitahukan kedatangannya kepada istri dan keluarganya, hal ini pun tidak mengapa.”

Imam Asy Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar bahwa hikmah dilarangnya musafir mendatangi istri pada malam karena kemungkinan ia mendapati istrinya yang tak menyadari kedatangannya, sehingga ia tidak siap membersihkan diri dan bersolek.

Mengapa suami perlu memberitahukan kedatangan dan istri perlu menyambutnya dengan bersih dan rapi? Demikianlah Islam mengatur sesuai fitrah manusia. Suami istri yang berpekan-pekan terpisah oleh safar tentu merasakan kerinduan dan menantikan kehangatan kasih sayang antara keduanya. Islam pun mensunnahkan untuk mensegerakan berhubungan sekembalinya suami dari safar. Tentu hal itu bisa berjalan dengan baik jika keduanya telah siap; bersih, harum, rapi. Para sahabat dan shahabiyah sangat mengerti dengan sunnah ini. Itulah mengapa ketika Abu Thalhah pulang dari berjihad, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya ke tempat tidur meskipun saat ini anaknya baru saja meninggal. Ummu Sulaim melupakan kesedihannya kehilangan putra dan tidak ingin suaminya terpikirkan kabar duka itu hingga kehilangan gairahnya. Justru karena kesabaran inilah, keesokan harinya Rasulullah mendoakan keberkahan bagi keduanya.

Bagaimana dengan zaman sekarang? Masih terlarangkah pulang malam dari bepergian, sementara terkadang kita dapat jadwal kendaraan (pesawat terbang atau kereta api) malam?

Di zaman dulu, memberikan kabar kedatangan tidak bisa secara tiba-tiba. Tetapi sekarang, semuanya menjadi mudah dengan adanya alat komunikasi (telepon atau HP). Kita bisa mengabarkan kepulangan kita melalui telepon, SMS, WhatsApp, BBM dan sejenisnya. Sehingga istri bisa bersiap-siap menyambut seperti sabda sang Baginda. Kendati demikian, pulang terlalu larut malam juga tidak baik karena bisa jadi istri telah tertidur atau tetangga terganggu dengan kedatangan kita.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/keluargacinta.com]

10 Ciri Istri Setia

Artikel ini aku salin ulang dari Keluarga Cinta karena isinya bagus dan sangat menarik untuk disimak bagi para single fighter yang hendak mencari bidadari dunia *halah

Semoga bermanfaat yah! :)

=-=-=-=-=-=-=

Mendapatkan istri setia adalah keinginan setiap pria. Mendapatkan istri setia adalah kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri bagi para lelaki. Berbahagialah jika Anda mendapati 10 hal ini pada diri istri Anda, karena 10 hal ini menandakan istri Anda setia.

JUJUR

Kesetiaan adalah lawan dari pengkhianatan. Pengkhianatan berakar dari kebohongan. Orang yang terbiasa bohong adalah orang yang paling berbakat berkhianat. Jika istri Anda jujur, berbahagialah, itu tandanya istri Anda setia.

TERBUKA

Setiap orang pasti punya rahasia. Bahkan suami istri pun punya rahasia yang tidak semuanya diketahui oleh pasangan hidupnya. Namun, jika terlalu banyak yang dirahasiakan tanpa alasan, pasti mengundang tanda tanya.

Keterbukaan kepada pasangan merupakan tanda kepercayaan sekaligus tanda kesetiaan. Maka berbahagialah jika Anda dan istri bisa bersama-sama membuka Facebook, SMS, BBM atau WA.

MEMENUHI JANJI

Hampir tidak ada orang yang tidak pernah terikat janji. Semakin sering janji, semakin mudah terdeteksi apakah seseorang berkomitmen menepatinya atau tidak. Orang yang selalu menepati janji, bisa dipastikan ia adalah orang yang setia.

MENTAATI SUAMI

Kesetiaan istri berbanding lurus dengan ketaatannya kepada suami, sepanjang perintah suami tidak dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semakin seorang istri taat kepada suami, semakin ia terbukti setia.

RINDU JIKA TAK BERTEMU

Ada kalanya suami istri ‘berpisah’ untuk sementara waktu. Mungkin suami ada tugas keluar kota, mungkin suami melakukan perjalanan/safar selama beberapa hari. Jika istri terlihat peduli degan kabar suami atau terlihat rindu saat bertemu, itu merupakan tanda cinta sekaligus kesetiaannya. Sebaliknya, istri yang merasa bebas dengan kepergian suami, bisa jadi merupakan tanda ketidaksetiaannya.

TIDAK MENOLAK KETIKA DIAJAK

Salah satu tanda istri setia adalah tidak menolak ketika suami mengajaknya bercinta. Kecuali dengan alasan yang kuat, misalnya sakit atau kelelahan. Rasulullah berpesan, “Jika seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, maka penuhilah segera meskipun ia sedang berada di dapur” (HR. Tirmidzi)

MERAWAT KETIKA SAKIT

Termasuk tanda istri setia adalah merawat suaminya ketika sakit. Jika dalam kondisi biasanya ia sudah perhatian, maka pada saat suami sakit perhatian istri semakin besar. Sebab sakitnya pria yang dicintainya adalah sakitnya juga. Tidak ada keinginannya pada saat itu yang lebih besar daripada keinginan agar suaminya kembali sehat.

BERHIAS UNTUK SUAMINYA, BUKAN UNTUK ORANG LAIN

Sering kali, istri di zaman sekarang berhias sangat cantik ketika keluar rumah, tetapi tampil amburadul ketika berada di zaman rumah. Sebagiannya mungkin karena budaya. Tetapi jika ada niatan menarik ‘sesuatu’ di luar rumah, dan tidak berupaya menarik suaminya ketika di rumah, bisa jadi ada bibit-bibit ketidaksetiaan di jiwanya.

TIDAK MEMAKAI PARFUM KETIKA KELUAR RUMAH

Karena kesetiaannya kepada Allah dan RasulNya, kemudian setia kepada suaminya, seorang muslimah tidak memakai parfum ketika keluar rumah. Terlebih dengan parfum yang ‘menggoda’.

“Seorang wanita yang menggunakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad)

MENGHINDARI IKHTILATH

Diantara tanda istri setia adalah menghindari ikhtilath. Yakni campur baurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Sebab ikhtilath bertentangan dengan kehormatan dan melanggar kesucian. [Keluargacinta.com]

3 Kriteria Wanita Baik Hati dan Menyenangkan

Aku baca dari Keluarga Cinta, karena suka tulisannya, jadi aku salin ulang di sini yah :)

–=-=-=-=-=-=-=

Setiap laki-laki yang belum menikah pasti menginginkan istrinya kelak adalah wanita baik hati dan membahagiakan. Bagaimana kriterianya? Dalam bab pernikahan, ada tiga kriteria wanita baik hati menurut Nabi. Kriteria ini juga perlu diketahui oleh muslimah untuk memperbaiki dirinya sehingga layak disebut Rasulullah sebagai wanita baik hati.

إِنَّ مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ تَيْسِيرَ خِطْبَتِهَا وَتَيْسِيرَ صَدَاقِهَا وَتَيْسِيرَ رَحِمِهَا

“Diantara tanda wanita yang baik hati dan membahagiakan adalah mudah khitbahnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

MUDAH KHITBAHNYA

Ada kalanya wanita sangat sulit dikhitbah. Meskipun sudah datang lelaki shalih dan hatinya condong kepadanya, ia menyulitkan laki-laki tersebut untuk mengkhitbahnya karena mensyaratkan begini dan begitu. Mensyaratkan membawa ini dan membawa itu.

Umumnya, wanita yang menyulitkan khitbah ini karena keluarganya memiliki ‘SOP’ yang rumit terkait khitbah dan nikah. Memilih hari berdasarkan perhitungan ‘hari baik – hari nahas’ termasuk bagian dari menyulitkan khitbah. Mensyaratkan materi mahal dan tata cara rumit juga termasuk bagian dari menyulitkan khitbah.

Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu punya cara bagaimana mengetahui wanita yang mudah dikhitbah. Ia cukup mengatakan, ”Aku Bilal bin Rabah. Seorang sahabat Rasulullah. Dulu aku orang yang sesat, tetapi Allah telah menuntunku. Dahulu aku seorang budak dari Habasyah, tetapi Allah telah membebaskanku. Kedatanganku ke sini ingin melamar… Jika lamaranku diterima aku akan katakan Alhamdulillah, tetapi jika lamaranku ditolak, aku akan mengatakan Allahu Akbar!”

MUDAH MAHARNYA

Kriteria kedua adalah mudah maharnya. Meskipun Islam memuliakan wanita dengan menyerahkan mahar kepadanya serta tidak membatasi jumlah maharnya, banyak contoh dari generasi pertama umat ini betapa mereka memudahkan mahar. Ada diantara mereka yang maharnya baju besi, ada pernikahan dengan mahar sepasang sandal, cincin besi, ada pula yang maharnya membaca Al Qur’an. (baca:Mahar Unik di Zaman Nabi)

Di negeri kita, urusan mahar umumnya mudah. Banyak pengantin yang maharnya seperangkat alat shalat meliputi mukena, sajadah dan sejenisnya. Namun ada pula yang meminta mahar yang menyulitkan; bisa karena jumlahnya yang sangat besar, atau jumlahnya yang membuat calon suami kerepotan. Misalnya nikahnya pada tanggal 22 November 2014, ia meminta mahar uang sejumlah Rp 22.112.014,-

Mudahnya mahar ini juga mengundang keberkahan tersendiri. Sebagaiamana disebutkan pada hadits lain yang dicantumkan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah bahwa pernikahan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya.

MUDAH RAHIMNYA

Mudah rahimnya maksudnya adalah subur, mudah hamil dan melahirkan. Jika dua kriteria sebelumnya mudah dilihat dan membuat calon suami bahagia sejak awal, kriteria ketiga ini sulit dilihat dan pengaruhnya pada kebahagiaan setelah pernikahan berjalan sekian lama.

Jika dua kriteria sebelumnya merupakan sikap wanita yang bisa dituntut untuk menjadi seperti itu, kriteria ketiga ini laksana ‘misteri’ dan seorang wanita tidak berdosa jika tidak berhasil memenuhinya manakala itu menjadi takdirnya.

Meskipun seperti ‘misteri’ dan tidak dapat diketahui secara pasti, namun ada cara untuk melihat apakah seorang wanita termasuk ‘mudah rahimnya’ atau tidak. Sedikitnya, ada 5 cara untuk mengetahuinya. (baca: 5 cara mengetahui wanita subur)

Jika pada dua kriteria sebelumnya seorang muslimah dapat memperbaikinya secara langsung melalui perubahan pemahaman dan sikap, pada kriteria ketiga ini ikhtiar yang bisa dilakukan seorang muslimah sebatas menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit yang berdampak pada kesuburan, mengkonsumsi makanan yang mendukung kesuburan serta banyak berdoa. Yakinlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengabulkan doa hambanya. Mintalah dengan sungguh-sungguh kepadaNya agar menjadi bagian pemegang saham dari kebanggan Rasulullah akan banyaknya umat beliau. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]

#Nasihat ~ Untuk Calon Suami dan Istri

Ini sebenarnya dari sebuah blog, tetapi karena aku bacanya dari temlen ITJ Bogor, ya udah sekalian deh di mari tulis ulang sajo.

(cek KBBI, yang benar NASEHAT atau NASIHAT? digebuk) Ini penting!

nasihat /na·si·hat/ n 1 ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran) yg baik: lebih baik aku turuti — ibu; beroleh — dr kepala kantornya; 2 ibarat yg terkandung dl suatu cerita dsb; moral: cerita itu mengandung — bagi kita sekalian;

===========

Nasihat Untuk Calon Istri

  1. Jagalah kemuliaanmu. Jangan pernah kamu menyakiti ayah dan ibumu.

  2. Bila kau menikah, maka hormatilah suamimu dan hargailah ucapannya.

  3. Jaga kehormatan suamimu karena engkau adlh laksana pakaian baginya yg mampu menampakkan kebaikannya dan menutupi kekurangannya.

  4. Pergunakanlah waktu kedatangannya dari pekerjaannya.

  5. Jadilah kau orang yang menyenangkannya dengan senyum dan kasih sayangmu padanya.

  6. Jangan pernah kau durhaka pada suami dalam keadaan apapun, khususnya di saat ia sedang dalam kondisi sulit.

  7. Ingatlah, wanita dikatakan sebagai golongan yg paling mudah mendapatkan surga sekaligus paling mudah mendapatkan bagian neraka.

  8. Mudah baginya memasuki surga karena dia hanya perlu berbuat kebaikan dan taat kepada suaminya

  9. mudah baginya mendapat balasan neraka apabila ia mendurhakai dan menghina suaminya sendiri.

  10. Oleh karenanya, peluang inilah yang harus kau rebut dengan taat dan menghargai suamimu.

  11. Keras kepala dari kedua belah pihak hanya bisa diselesaikan dgn pemutusan hubungan suami isteri & itu sangat tdk baik untukmu.

  12. Hormatilah ibunya dan ketahuilah bahwa ia tetap menjadi ibunya walau ia kini telah menjadi suamimu.

  13. Allah telah mewajibkan suamimu untuk tetap taat kepada ibunya dan mencintainya dengan tulus

  14. sebagaimana kelak anak keturunanmu pun diwajibkan hal yang sama terhadapmu.

  15. Hormati pula ayahnya dan jadikanlah ia laksana ayahmu.

  16. Anak2 mu adlh bagian dari tubuh dan darahmu. Jadikanlah prioritas utamamu untuk dapat merawat mereka dengan penuh kasih sayang.

  17. Engkau adalah ratu di rumahmu dan kau mengendalikan kerajaan kecil di rumahmu.

  18. Karenanya siapkanlah kemampuan hingga kau mampu menanggung amanat tersebut dan kaupun kelak mendapatkan keridhoan Ilahi.

Nasihat Untuk Calon Suami

  1. Jadilah kau raja di rumahmu. Cintailah isterimu dengan tulus dan jadikanlah ia sebagai ratumu.

  2. Buat ia bangga menjadi permaisuri di kerajaanmu dengan berlandaskan cinta kasih dan ketaatan kepada Allah SWT.

  3. Berikanlah dirinya makanan yang cukup dan persembahkan untuknya beragam jenis pakaian.

  4. Buatlah dirinya bahagia selama kau hidup dan berilah nafkah yang baik dan halal untuk isteri dan anak – anakmu.

  5. Sesungguhnya seorang istri laksana cermin bagi suaminya dan menjadi bukti akan apa yang diusahakannya

  6. Engkau adalah laksana pakaian baginya yg mampu menampakkan kecantikan diri dan pribadinya serta menutupi setiap kekurangannya.

  7. Jangan terlalu keras dalam rumah tanggamu karena isteri diciptakan dari tulang rusukmu, bagian dari dirimu.

  8. Tulang rusuk berada di tempat yang terlindung sehingga isterimu pun ada untuk kau lindungi.

  9. Engkau adalah imam dan pemimpin dalam keluarga sehingga berilah contoh yang baik.

  10. Sikap lemah lembut akan mampu menggetarkan hati wanita disaat ia melakukan suatu kesalahan ataupun satu perbuatan buruk.

  11. Berikanlah apapun yang diinginkannya selama kau mampu mewujudkannya.

  12. Ingatlah, sebaik apapun istri yang Allah kirimkan untukmu, kalau pikiranmu sibuk membayangkan tentang kekurangannya ….

  13. … maka engkau akan dapati kekurangan dan keburukan sebanyak yang engkau sanggup untuk mencatatnya.

  14. Akan tetapi jika engkau menyibukkan diri melihat kelebihan dan kebaikannya,

  15. maka engkau akan dapati kebaikan sebanyak yang ada pada dirinya dan itu akan membahagiakan hidupmu.

  16. Oleh karena itu, hormatilah dirinya dan tunjukkanlah rasa kasih sayangmu yang konsisten.

  17. sayangi dan hormati orang tuanya sebagaimana orang tuamu sendiri.

  18. Kemudian jangan sekali-kali membuat ibumu marah kepadamu

  19. karena rintihannya akan langsung didengarkan oleh Allah dan kaupun akan mendapatkan hukuman – Nya.

  20. Semoga kita semua selalu dalam keridhoan Alloh SWT, aamiin.. wallahu a’lam..

Angin Bersyair ~ A Novel by Andrei Aksana

Jujur, mengetahui bahwa Bang Andrei akan meluncurkan novel terbarunya, dalam pikiranku adalah sebuah cerita glamour, high class, tensi tinggi, dan laksana negeri di awan. Terbiasa dengan cerita Lelaki Terindah, Sebagai Pengganti Dirimu, dan Janda-janda Kosmopolitan membuatku sudah terlalu yakin akan pola cerita yang serupa demikian.

angin bersyair - marketplus

Maka, sepulang dari Paris Van Java setelah bertemu dengan Bang Andrei, aku mulai membacanya. Lima lembar pertama langsung membuat kepalaku berdenyut dan terlempar ke sebuah tempat yang seperti jauh dari angan. Sebuah nirwana. Aku sampai tak sadar sedang berada di tengah kemacetan ibu kota Jawa Barat. Aku larut dalam ceritanya.

Ritme yang lambat, deskripsi yang rinci, percakapan yang nyaris hening (hal yang ditandai tanpa adanya tanda kutip di beberapa kalimat), dan penuh dengan pergolakan batin yang tak biasa. Setidaknya untukku. Banyak nilai-nilai yang menghantam egoku sebagai perempuan.

Aku membaca perlahan, menikmatinya dengan sesekali mata terpejam membayangkan lokasi yang dimaksud dalam cerita itu. Tenangnya melenakan. Memang enak dibaca sambil ngopi sore atau bersantai di kamar.

Tokoh Kiev yang superior dan merasa bisa memiliki segala sesuatu dengan hartanya, plus membeli Sukma, gadis metropolitan yang justru merasa terlahir kembali di lokasi yang sedianya menjadi bukti kekuasaan Kiev.

Raka yang super tenang, perwujudan Ubud yang sangat mewah dalam spiritualitas, membuatku terguncang ketika menyadari harus turun angkot karena sudah sampai di terminal Cicaheum. Hahahaha, benar-benar menghipnotis!

Mencoba berdiri di posisi Nawang, ketika harus memasrahkan cintanya tak bersambut oleh Raka. Perih, tapi gadis itu terbiasa mengembalikan semuanya pada alam. Hingga tak perlu ada tekanan negatif yang terlalu merugikan.

Dua kutub berlawanan, Kiev dan Raka, simbol keangkuhan dan kepasrahan. Tentu, tak ada yang mau mendapat pria semacam Kiev meski dibanjiri surga dunia. Pastilah semua wanita ingin mendapatkan Raka yang mampu membuat wanita menjadi utuh dan merasa dihargai.

Nyatanya, kebanyakan dari wanita justru terjebak dalam hubungan bersama pria semacam Kiev dan tak yakin akan mendapatkan sosok Raka. Selalu. Karena rasa sakit hati yang sudah kebas. Nyaris tak bisa membedakan bahagia nyata dan semu. Rasanya, sosok Kiev memang benar akan membawa sukacita.

Berisi sejarah tentang Bali, khususnya Ubud, membuatku merasa beruntung tinggal di Indonesia. Bali indah luar biasa. Keajaiban Tuhan yang diciptakan dalam kesunyian.

Buku yang puitis. Sungguh, sangat berbeda dengan novel Bang Andrei terdahulu.

Dan aku beruntung (plus merasa kaya) dengan pengalaman pernah bertemu sosok seperti Kiev dan Raka. Pernah mengenal sosok seperti Nawang, dan pernah sakit hati sekaligus bahagia menjadi seperti Sukma.

Life is never flat! ;)

Lupakan! ~ Asma Nadia

Lah, kita disuruh melupakan apa, nih? Coba, cek di bawah ini yuk! ;)

=-=-=-=-=-=-=

Kalau cuma ngajak kenalan, pengin dekat buat penjajakan tapi nggak lamar-lamar buat apa? :p

Kalau sering sms dan perhatian menanyakan kabar tapi ga berani menghadap orang tua, buat apa coba? Lupakan!

Kalau sering bbm dan sms mengingatkan sudah makan atau belum tapi gak pernah bahas kapan nikah, buat apa? Lupakan!

Si dia sering mengingatkan utk sholat malam, bertanya sdh baca Al Quran belum, shaum sunnah ga, tp ga maju ke ortu? Lupakan!

Si dia terlihat sayang, ga pernah lupa hadiah pas kamu ultah tapi ga pernah membahas tanggal nikah? Lupakan!

Si dia ga sayangan soal uang. Tapi ga terlintas cetak undangan dan membawamu ke pelaminan? Lupakan!

Si dia suka dekat-dekat. Berani menyentuh tanpa lebih dulu terikat akad? Lupakan!

Si dia hanya meminta didampingi jalan-jalan ke sana kemari tanpa pernah memintamu menjadi pendamping hidup? Lupakan!

Si dia berani berbicara intim via bbm atau chat tapi ga berani memperistri? Lupakan!

Si dia ngajak taaruf tapi sampai tahunan masih aja taaruf dan ga ada ajakan nikah? Lupakan!

Jika si dia yang hanya memberi harapan tanpa pernah berpikir membawamu ke pelaminan, lupakan!

Si dia berulang-ulang bilang cinta, tapi tak kunjung meminta resmi pada orang tua? Lupakan!

Kalau kamu sudah mengajak nikah tapi si dia ragu dan terus menunda? Lupakan!

Si dia selalu bilang belum punya biaya untuk menikah tapi selalu punya uang utk beli rokok? Lupakan!

Beraninya ngajak backstreet, boro-boro nikah, datang ke rumah ngadep papa mama aja ga punya nyali–> Lupakan!

Semangatnya cuma pacaran dan bukan pernikahan–> lupakan!

Cinta bukan hanya kata-kata, buktikan dengan menghadap orang tua :) Jika tidak? Lupakan!

Si dia cuma bisa mengajakmu menambah dosa tanpa pernah berpikir bersama hingga ke surga–> lupakan!

Si dia hanya ngegantungin tanpa mengambil sikap yang jelas, bagusnya kita… ?

Jangan menginvestasikan waktu untuk seseorang yang tidak menghargai dirimu, dan tak berpikir untuk segera sakinah bersamamu.

=-=-=-=-=-=-=-=-=

Ternyata mbak Asma Nadia mengajak para gadis untuk melupakan bujang yang hanya mau menang sendiri tanpa berpikir meraih sakinah bersama. Okay, well noted! ;)

Mengapa Menunda Menikah?

Beberapa kali saya bertanya kepada anak-anak muda perkotaan, yang di mata saya tampak sudah dewasa dan mandiri. Mereka telah lulus kuliah dan bekerja di suatu perusahaan. “Mengapa anda tidak segera menikah, sementara usia anda telah dewasa dan anda juga sudah memiliki penghasilan?”

“Saya belum memiliki pekerjaan tetap”.

“Saya belum memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga”.

“Saya belum memiliki investasi yang memadai”.

“Saya belum mampu membiayai hidup saya sendiri. Saya khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan nafkah keluarga nantinya”.

“Saya belum siap secara ekonomi….”

Itulah sejumlah alasan yang dikemukakan sehingga merasa diri absah untuk tidak segera melaksanakan pernikahan. Ada perhitungan yang sangat matematis mengenai hidup, bahwa biaya-biaya hidup itu linear, kalau satu orang hidup memerlukan uang satu juta rupiah sebulan, maka dua orang berarti dua juta, kalau empat orang berarti empat juta rupiah. Ia merasa belum mampu membiayai hidupnya sendiri, maka dipikirnya akan sangat memberatkan apabila ia harus menikah dan menghidupi keluarga.

Gaya Hidup Sinetron

Gambaran hidup seperti apa yang mereka bayangkan? Sinetron sering mengajarkan hidup yang glamour, mewah dan tiba-tiba kaya. Seorang anak muda yang tidak diceritakan bagaimana sejarah dan usahanya, tiba-tiba tampak digambarkan mengendarai mobil mewah, tinggal di rumah tingkat yang luas dan megah, berganti-ganti pasangan, dan lain sebagainya. Apakah kita sekarang tengah hidup di dunia sinetron? Membayangkan menjadi pelaku dalam sebuah sinetron dengan segala kemewahan material yang tidak masuk akal itu?

Tiba-tiba anak-anak muda itu dicekam oleh rasa takut yang amat sangat, bagaimana hidup nantinya jika tidak memiliki cukup materi. Mereka merasa gagal hidup bahagia sejak dari awalnya, hanya karena belum memiliki investasi yang mencukupi untuk menghadirkan kemewahan-kemewahan yang diinginkan. Untuk itulah pernikahan dianggap belum layak dilaksanakan saat ini. Nantilah kalau telah punya rumah sendiri. Nanti sajalah kalau sudah punya mobil Ferrari sendiri. Nantilah kalau tabungan sudah lebih dari mencukupi.

Masyarakat kita terlanjur meletakkan ukuran-ukuran serba-materi dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan dan kegagalan tolok ukur utamanya adalah materi. Perbincangan publik berkisar pada aspek-aspek material, dan masih terpaku hanya pada sisi itu saja. Wajar kalau kemudian berpengaruh secara amat kuat pada mentalitas anak-anak muda, ketika akan memutuskan menikah pikiran pertama kali adalah ketersediaan dana dalam jumlah yang cukup bahkan berlebih.

Orang tua dan masyarakat turut memberikan pengaruh tatkala mereka menuntut “pekerjaaan tetap” dan “gaji tetap” kepada calon menantu laki-laki yang datang melamar anak perempuannya. Mereka menanyakan, apa pekerjaan tetapnya, berapa gaji per bulannya, bagaimana nanti memberikan makan isteri dan anaknya? Pertanyaan yang mengarahkan kepada orientasi dan jawaban-jawaban serba-materi.

Tentu saja pertanyaan di atas tidaklah salah, sebab materi memang diperlukan untuk menjalankan kehidupan. Pertanyaan tersebut sah dan benar semata. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah apabila dampak dari pertanyaan dan orientasi materi itu menyebabkan terhambatnya proses pernikahan. Anak muda merasa takut untuk melangkah menuju pernikahan karena belum cukup memiliki jawaban untuk menghadapi pertanyaan calon mertua yang “seperti itu”. Akhirnya mereka memilih menunda-nunda pernikahan dengan memperpanjang masa pacaran. Dampaknya akan sangat buruk terhadap mereka, karena tidak mampu lagi menjaga gejolak syahwat.

Materi telah berubah menjadi berhala. Seakan-akan materilah yang membuat orang menjadi berbahagia atau celaka. Seakan-akan materi yang menjadi jaminan kebaikan hidup. Berhala materialisme itu disebarkan sebagai sebuah keniscayaan, membuat orang tunduk di hadapannya, takluk tanpa bisa melawan. Membuat masyarakat mengikuti keinginan dan tuntutannya.

Mengapa mau menyerah dan tunduk kepada gaya hidup sinetron?

Miliki Visi

Pernikahan akan berhasil apabila anda memiliki visi yang jelas dan terang benderang dalam kehidupan. Menikah bukan persoalan usia, atau ketersediaan materi, atau sarana kehidupan pada umumnya. Yang sangat penting adalah visi yang kuat dalam diri anda, untuk apa anda berumah tangga, untuk apa anda berkeluarga, untuk apa anda melaksanakan pernikahan?

Jika anda memiliki visi ibadah, maka akan memberikan kekuatan pondasi yang menjadi modal utama dalam kehidupan rumah tangga anda nantinya. Niatkan dengan sangat kuat, bahwa pernikahan adalah ibadah, sebagai sarana melaksanakan ketaatan kepada Tuhan dalam kehidupan. Berbagai persoalan dan permasalahan dalam hidup berumah tangga yang nantinya pasti akan dijumpai, dengan sangat mudah anda lewati bersama pasangan, kika anda meletakkan ibadah sebagai pondasi pernikahan.

Menikah bukan semata-mata melampiaskan syahwat kepada pasangan hidup. Menikah tidak semata-mata menyalurkan hasrat biologis, atau sekedar mengikuti instink kemanusiaan. Lebih dari itu, menikah adalah langkah pasti meretas sebuah peradaban kemanusiaan yang luhur dan mulia. Menikah adalah gerbang memasuki jati diri kemanusiaan yang utuh dan bermartabat. Menikah adalah sarana untuk menguatkan peran-peran sosial dalam kehidupan, bahwa hidup kita tidak sekedar untuk urusan diri sendiri.

Kalahkan orientasi materi dengan kejelasan visi. Enyahkan berbagai ketakutan dan kegalauan hati akibat merasa kekurangan materi, perkaya diri dengan kekuatan visi. Menikahlah dengan visi yang jelas dan benar tentang hidup berumah tangga, bermasyarakat, dan berperadaban. Insyaallah hidup anda akan bahagia.

Cahyadi Takariawan
(sumber: Islamedia)