In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Menyusuri Jalan Sendiri

Apa kabarmu saat ini? Ya, saat kamu membaca tulisan yang entah kapan. Pagi? Siang? Sore? Malam? Aku merindukanmu di setiap jengkal jalan pulang.

Aku hanya ingin menyelipkan doa yang terbungkus rapi ini kepada malaikat agar sebait rinduku sempurna sampai di tempatmu.

Kamu ingat jika akan menungguku pulang? Waktu yang entah kapan, aku akan sampai di tempat kita berjanji akan bertemu. Namun kini aku bertanya dalam hati, ‘Apakah kamu akan menjemputku dengan binar penuh rindu yang hangat itu?’

Nampaknya, kamu bertemu perempuan lain sebelum aku tiba. Seseorang yang berusaha memikat hatimu. Seseorang yang beranggapan dia telah menjadi pemenang karena bisa membuatmu sedikit lengah. Namun rasanya aku tidak sedang berkompetisi dengan orang lain. Aku tak suka dianggap menjadi penghalang di antara kalian. Terlebih, jika dia menganggapku bermimpi bisa mendapatkanmu.

Oh, aku lebih memilih untuk mengganti haluan kendaraanku daripada sampai di terminal tujuan awal dan mendapati kenyataan pahit.

Aku lebih baik sendiri. Aku selalu suka bertanding dan menunjukkan bahwa aku unbeatable. Namun melihat siapa yang kautemui sebelum aku tiba, aku memutuskan rehat sejenak. Masihkah layak aku meneruskan perjalanan?

Selamat pagi, kamu.

(Tulisan kelimapuluhenam dari beberapa tulisan)

(brought to you by my mobile)

Perjalanan @7udas_isk Menemukan Allah

Seorang anonim di Twitter, pebisnis kuliner dan penggemar Superman memaparkan kisahnya menjadi muallaf pada tanggal 1 September 2012. Aku belum follow dia saat itu. Aku juga mengenal akunnya awal tahun 2013 dari seorang sahabat.

Berikut ini adalah transkripnya dari tautan chirpstory. Sedikit disunting (gak pakai nomer) tanpa mengurangi maksudnya. Semoga bermanfaat ;)

=-=-=-=-=-=

Baca lebih lanjut

Puisi Perlawanan Taufiq Ismail

Inilah pantun-pantun zaman batu,
Pantun untuk mereka yang berkepala batu.
Lihatlah siluman dan preman bersatu,
Mencuri anggaran dengan bersekutu.

Semua mabuk batu akik batu bacan
Yang bawa senapan matanya mendelik cari sasaran.
Hati-hatilah wahai kalian para cendekiawan.
Hanya karena berpikir waras bisa dikriminalkan.

Tawuran, biasanya hujannya hujan batu
Tawaran, biasanya uangnya uang dolar
Jika akhirnya polisi dan koruptor bersatu
Harus dilawan biarpun pangkatnya Jenderal.

Hujan emas di negeri orang
Panen rejeki hatinya girang.
Presiden bilang kriminalisasi dilarang,
Tapi bawahannya tetap membangkang.

Hujan akik di negeri sendiri,
Hidup tercekik sudah menjadi ciri.
Presiden mimpi jadi bangsa mandiri,
Eh, import komoditi tetap jadi mainan menteri.

Hakim jujur bisa kehilangan palu,
Hakim lucu dengkulnya berotak batu.
Jika koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,
Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan bersatu.

(Universitas Indonesia Salemba, 20 Maret 2015)

Income-Positive Hobby

I’ve read this great article about hobby and how to earn more income from it. Well, my favorite parts are these one:

What Do You Need?

There are four key ingredients to an income-positive hobby.

First, you have to enjoy doing whatever it is that you’re doing, so much that you’d do it anyway regardless of any income stream. An income-positive hobby is about the hobby, not about the income-positive. The second the focus switches, you’re running a small business, not a hobby, and the rules and methods for that change drastically. The income generation is something you spend only a fraction of your time on, mostly just as a method of unloading or sharing stuff you’re accumulating.

Second, you have to have some way of generating income from what you do. You have to be producing something that people will pay you for. Of course, that can be any number of things, but people aren’t going to give you money unless they get something of value in return.

Third, you need a method of reaching people who will actually pay you money. How exactly are you going to share these items of value with people who will give you money for them? How will they find out about them? You need some sort of platform or way of advertising what you have to offer, even if it’s just by word of mouth. The internet offers a multitude of options here.

Finally, you can’t sink much money into it. In other words, if you woke up tomorrow and decided you didn’t want to do it any more, you’re not stuck with a large sunk cost or a bunch of inventory you can’t get rid of without taking a big loss on the chin. For example, it’s going to take a long time to turn woodworking into an income-positive hobby. You might recoup some losses, but you’re only turning it income-positive if it’s pretty much a side business.

=-=-=-=-=-=

And, I do love write. So, this part is cool enough for me:

Writing a Blog

Find a topic you like and write about it. Write articles explaining the basics of the topic, your thoughts on current events in the topic, reviews of products related to the topic, and so on.

Enjoyment If you’re passionate about a certain topic and enjoy writing shorter things, a blog can be perfect for you. I’ve found blogs on certain topics (like board gaming) to be a very enjoyable outlet regardless of whether it earns money or not.

Income generation You can put ads on your blog from services like Google Adsense. You can also add affiliate links for products like those from Amazon Associates, where you receive a small percentage of any sales that go through that link. All of this is pretty effortless and doesn’t affect your writing.

Customer connection The best way is to simply tell your friends about it and also share info about your blog on any messageboards or other sites related to your hobby that you participate on. You can also sometimes attract readers by linking to other sites on your topic. If someone else has a great article, link to it!

Money sink A basic blog costs nothing to start. The only money you might ever sink is to buy a “premium” template or hire someone to make a logo for you, but both of those are optional, especially at first.

=-=-=-=-=-=-=-=-=

So, read the rest on the origin page. You will like it. ;)

#Sunnah ~ @TanpaJIL

Ada bahan muhasabah lagi nih :) Semoga bermanfaat yah :)

==================================

Assalamu’alaikum troops , siang hari dan hujan, yuk simak kultwit tentang “Jangan Hina Sunnah Rasulku..” :)

Makna Sunnah salah satunya ialah  perkataan, perbuatan dan persetujuan dari  Rasulullah Shalllahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Sunnah juga menjadi pelengkap ibadah-ibadah wajib kita selama ini. Terasa kurang jika hanya mengerjakan yang wajib.

Namun saat ini banyak ummat yang enggan menghidupkan sunnahnya, bahkan melirik pun tidak.

Karena hanya pelengkap dan tak berdosa jika tidak melakukan,  maka banyak yang tidak menjalankan sunnah-sunnah Rasul.

Bahkan ada juga yang tak segan menghina orang-orang yang menjalankan beberapa sunnah Rasul ini.

Salah satu fenomena yang sering menggelitik adalah mereka yang dengan lantang menghardik lelaki berjenggot namun kagum dengan lelaki yang pamer otot.

Mereka yang hobi mencibir lelaki bercelana cingkrang, | “Kebanjiran mas?” katanya…

Mereka yang memicingkan mata pada orang yang tak ikut perayaan bid’ah | “Ihh aliran sesat dia,” katanya

Mereka yang melempar pandangan sinis pada orang yang tak ingin berjabat tangan dengan non muhrim | “Sok suci banget tu orang,” katanya…

Dan yang paling menyedihkan adalah mereka-mereka yang melecehkan beberapa sunnah itu mengaku sebagai ummat nya Rasulullah :'(

Kalo memang gak mau ngejalani sunnah jenggotan ya silakan saja | mau pake baju sampe nyapu lantai, yo monggo..

Tapi ya tak perlu lah sampai melecehkan orang-orang yang mau menjalankan Sunnah nya,

“…Maka boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu..” (QS. 2 : 216)

Janganlah menghina ajaran Rasulullah jika memang belum sanggup untuk menjalankannya

Karena dengan menghina sunnahnya, secara tidak langsung kita juga sedang menghina Rasulullah.. Astaghfirullah..

Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku.” ( HR. Bukhari)

Na’udzubillah, jangan sampai karena sikap/omongan yang meremehkan sunnahnya itu membuat Rasul enggan memberi syafaat di yaumil akhir kelak

Mereka yang menjalankan sunnah Rasul adalah mereka yang bangga dengan sunnah Rasulnya..

Mereka yang menghidupkan sunnahnya adalah salah satu bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya

Tak ada hal yang tak baik yang pernah dicontohkan Rasul untuk kita, jika masih ada yang menghina sunnahnya, maka perlu diperiksa keimanannya :’)

Sebagai umat yang mengaku sebagai ahlus sunnah wal jama’ah, sudah seharusnya kita mencintai sunnahnya, mencintai Allah dan Rasul di atas segalanya

So, mari kita kuatkan yang wajib, hidupkan yang sunnah, tinggalkan yang makruh dan campakkan yang haraam

Semoga kita semua diistiqomahkan di atas agama yang Haq ini. Allahumma Aamiin :’)

Wallahu A’lam

=============================

Allah Punya Rencana (Lagi) Untukku

“Tidakkah kamu ridho apabila dunia ini menjadi milik mereka sedangkan akhirat untuk kita?” [HR Bukhari No. 4532]

Lagi-lagi hadist ini mengingatkanku. Betapa Allah melindungiku dengan kuasa-Nya yang demikian dahsyat. Akhirnya aku memahami mengapa beberapa hal tak bisa terjadi dalam setahun terakhir ini. M

engapa baru sekarang kusadari ada yang sedang Allah siapkan untukku. Allah maha mengetahui, jika kekuatan itu kumiliki, aku akan sulit dihentikan. Aku akan bisa berbuat apa saja yang kumau. Maka aku dilemahkan, tepat di bagian itu.

Aku tak bisa berkutik. Pastilah Dia akan memberiku skenario lain. Entah apa. Aku sedang menunggu. Salah satu bentuk cinta Allah kepadaku adalah… Aku selalu terhindar dari salah satu dosa favoritku di masa lalu.

Allah menyelamatkanku dengan humorNya yang tak pernah bisa diduga.

Akhirat untukmu, An. Berjuanglah mendapatkannya. ------– #kamu bisa bantu aku?

(brought to you by my mobile)

Katanya, Aku Harus Melupakanmu

Seminggu terakhir, ada yang aneh dengan perasaanku. Aku tahu siapa penyebabnya. Tak harus menunggu lama, aku menangis sejadi-jadinya. Kenangan itu muncul ke permukaan tanpa kuminta.

Tak sanggup menanggungnya sendirian, aku mencurahkannya kepada seorang teman yang sangat baik dan mengenal kami berdua cukup baik. Ya, aku dan kamu, pria yang membuatku tersentak tibatiba itu.

Aku berkata padanya, “Aku kangen dia. Banget. Gatau kenapa. Sakit hati banget kalo inget…”

“Ngerti, An. Tapi kamu harus bisa melepaskannya. Melupakannya. Dia bukan jodohmu,” jawab temanku menenangkan.

“Masih gak rela. Masih shock meski ini masuk tahun kedua.” Aku gemetar. Ah, menyebalkan sekali perasaan ini!

“Dia sudah ada yang punya, An,” temanku masih berusaha menyadarkan.

Ah, entahlah. Perasaan itu muncul lagi. Menghangatkan rinduku lagi. Semua kenangan itu berlomba muncul menarik perhatianku.

Membayangkan kamu mengajakku keliling dunia, mencicipi kuliner khas tempat yang kita kunjungi. Ceritamu yang penuh semangat tentang mimpi-mimpi dan saat ini, sepertinya mulai terwujud ya?

Aku ingat doa seorang temanku ketika dia menjengukku di Bandung. “Mudah-mudahan jodoh ya, An.” Dua bulan kemudian kamu menikah. Tak ada yang lebih lara dari segala kelabuku saat itu.

Detik ini, aku sedang ingin menikmatinya. Sendirian. Sedikit berharap, kamu pun merasakan hal yang sama. Sejenak saja. Hanya untuk mengurai kusut di pikiran dan menenangkan gemuruh yang berisik di hati.

Temani aku. Sebentar saja.

(brought to you by my mobile)