In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Berpasangan Agar Tercipta Keseimbangan Alam

Pagi – malam. Yin – yang. Kanan – kiri. Atas – bawah. Terang – gelap. Laki – perempuan.

Manusia kerap harus diingatkan bahwa dalam keadaan terkacau sekalipun ada Dzat yang mampu membalikkan keadaan jika Dia berkehendak. Allah ingin kita datang dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, namun kita seringkali memilih untuk tidak datang. ~ Akmal Sjafril ~

Baca lebih lanjut

The Reasons Sarcastic Women Are Better

Original source is from EliteDaily. Some of these points are so me. Doubt it? No prob.

-=-=-=-=-=

Being fluent in sarcasm is a talent not everyone is blessed with, but if you are, it’s probably the greatest trait you can possess.

It serves as the perfect defense mechanism, and it certainly comes in handy when f*cking with people.

But where it comes most in handy is in the social sense, especially dating.

I mean if you really think about it, the only way to flirt with someone without being cheesy is with sarcasm.

Women who frequently take a sarcastic tone don’t really care about what others have to say.

Instead, they are focused on their interpretation of whatever situation they are currently in.

It’s a huge indication of intelligence, and honestly, isn’t that one of the best traits to look for in a partner?

So why exactly do sarcastic women absolutely kill it when it comes to flirting, dating and partying?

Baca lebih lanjut

Berdamai Dengan Ketahanan Tubuh Sendiri

People getting old. Every single day. And yes, some of us even don’t realize it or they avoid to realize. 

Termasuk aku. Menyadari bahwa usiaku sudah setengah jalan dari dekade ketiga dalam hidup, justru ketika setiap bulan selalu ada berita pernikahan dan kelahiran, dari teman-teman yang dulu kukenal masih berusia di awal 20 tahun. Sebagian masih kuliah, sebagian lagi sedang bersemangat bekerja.

Baca lebih lanjut

Ramadhan Bersamamu

Tak ada yang lebih indah bagi seorang insan, menikmati saat beribadah dilakukan bersama dengan orang terkasih. Aku termasuk yang selalu membayangkan bisa menikmati yang namanya shalat berjamaah, diajarkan mengaji, berpuasa (sunnah dan wajib) bersama… Hingga detik menulis ini pun masih menjadi mimpi. Belum pernah terwujud. Belum pernah terjadi.

Apalah arti sebuah pernikahan bila di dalamnya kering dari ibadah. Bukankah menikah itu sendiri wadah yang sudah dipersiapkan Allah untuk beribadah?

Aku gak pernah mengharapkan terlalu tinggi. Aku tahu tak pantas, karena iman yang tak seberapa. Memantaskan diri adalah satu-satunya caraku untuk mendekat pada-Nya agar Ia percaya dan menunjukkan jalanku kepadamu.

Hanya saja… Aku tak tahu, Ramadhan kapan aku bisa menikmati ibadah bersamamu, untuk meraih cinta-Nya yang abadi.

(tulisan ke enampuluhtujuh dari beberapa tulisan)

Sampah Ramadhan, Ketika Kita Menjadi Kalap

Ramadhan seharusnya hanya menjadi ajang penyerahan diri kepada Allah secara utuh. Bulan penuh rahmat yang dirindukan seluruh umat Islam yang beriman. Bukankah sesuai dengan firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. QS. al-Baqarah : 183.

Ya, shaum Ramadhan hanya ditujukan kepada kaum beriman. Bila ada orang yang mengaku ummat Rasulullah dan mengaku beriman, hendaknya beribadah sesuai yang diajarkan beliau. Tak kurang, tak lebih. Termasuk dalam pelaksanaan keseluruhan rangkaian selama 30 hari. Sejak sahur sampai sahur lagi alias 24 jam.

Baca lebih lanjut