In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Kelak, Ketika Kita Bertemu

Kelak, Ketika Kita Bertemu

embun-akung

photo credit to: Dedi Sobari

Kelak, ketika kita bertemu akan kutadah
kata-kata yang mengalir dari matamu.
Kutampung dalam helai-helai daun.
Kubiarkan malam menguapkan menjadi
embun. Dan, di suatu pagi akan kau
temukan puisi di samping tempat
tidurmu. Puisi dari kata-katamu sendiri.

2010
~ Lelaki Budiman ~

Menentukan Passion Sebenarnya Mudah, Tetapi…

Menemukan artikel yang membuatku berulang kali terpana dan bertanya lagi ke dalam hati sendiri.

——————————–

Dari website Hipwee ini aku copy paste ke sini yah :)

1. Apa Yang Paling Menarik Hatimu?

Ikut kata hati

Passion bisa berupa hal yang sangat menarik hatimu, sesuatu yang sangat kamu inginkan. Ini bukan hal yang diinginkan orang tuamu, pacarmu, atau teman-temanmu. Passion adalah sesuatu yang benar-benar bisa mengobarkan semangat dalam jiwamu.

Ketika kamu melakukannya, kamu merasa bisa mencurahkan segalanya tanpa ragu demi satu hal ini. Mengerjakan hal sesuai passion membuatmu merasa hidup.

2. Hal Apa Yang Kamu Yakini Tapi Ditentang Oleh Hampir Setiap Orang?

Jangan ragu

Lewat pertanyaan ini, kamu akan mencoba menggali apa yang unik dari dirimu. Kebanyakan orang — terutama orang tua — cenderung punya nilai yang linear tentang makna sebuah pekerjaan dan kesuksesan. Memang sih maksudnya baik, biar kita hidup nyaman. Tapi, bukankah nyaman tidak selalu sama dengan kebahagiaan?

Saya menemukan passion menulis saya sewaktu kuliah. Sebelumnya, saya juga tidak sadar jika ternyata panggilan saya ada di dunia tulis menulis. Keinginan saya untuk menjadi seorang full-time writer sempat ditentang oleh orang tua, apalagi passion itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan yang saya ambil sewaktu kuliah.

Meski banyak yang menentang, percayalah bahwa mengikuti passion itu bukan hal yang buruk. Hingga hari ini saya akan teguh berkata bahwapassion adalah hal yang sangat layak untuk dikejar.

3. Apa Yang Menjadi Kemampuan Terhebatmu?

Apa kemampuan terhebatmu?

Pertanyaan ini akan membongkar kepribadian serta bakat yang sudah kamu miliki sejak awal. Setiap orang pasti punya kelebihan dan bakat. Memahami kemampuanmu yang paling dominan, bisa membantumu menemukan hal yang sebenarnya menjadi passion mu.

Semisal, kamu adalah karyawan yang sebenarnya punya kemampuan merancang desain kaus. Menanyakan pertanyaan diatas pada diri sendiri bisa membuka matamu, bahwa sebenarnya kamu lebih ahli di bidang desain dibanding harus jadi karyawan seumur hidup.

Terus menggali rasa ingin tahu tentang kemmapuan terkuat yang kamu miliki bisa membantumu menemukan renjana yang selama ini kamu cari.

4. Apa Hal Yang Kamu Sukai Sewaktu Kecil?

Gali masa kecilmu
Terkadang kamu bisa menemukan apa yang kamu cari ketika kamu mencoba menilik kembali ke belakang. Saat kamu kecil, coba ingat-ingat hal apa yang suka kamu lakukan. Seperti yang pernah ditulis Hipwee di artikel ini, memainkan imajinasi adalah hal hebat yang dilakukan dilakukan seorang anak, dan kita harus belajar dari mereka.

Kita yang sekarang dibentuk oleh banyak hal, termasuk orang tua dan lingkungan. Membongkar kembali masa kecil kita berarti melihat diri kita sebelum didikte oleh orang lain. Mungkin kamu akan menemukan sesuatu yang patut untuk dikejar di sana, sesuatu yang beresonansi dengan diri kita di masa sekarang.

5. Hal Apa Yang Paling Ingin Kamu Coba Lakukan Sekarang?

aaaa

Salah satu cara terbaik untuk menemukan tujuan hidup dan passion adalah dengan mencoba-coba. Banyak orang yang menganggap hal ini kurang intuitif dan buang-buang waktu. Well, tapi kamu juga bukan cenayang kan yang bisa tahu sesuatu hanya lewat imajinasi?

Menemukan renjana bukan hanya soal berpikir dan menggali diri. Melainkan juga soal bertindak dan mengenali banyak hal yang ada di luar diri kita. Bagaimana kamu tahu kalau kamu bakal menyukai sesuatu tanpa mencobanya sendiri? Jadi, kalo ada sesuatu yang ingin kamu coba lakukan, lakukanlah sekarang. Siapa tahu kamu berjodoh dan justru menemukan bahwa itulah passion-mu.

6. Pencapaian Apa Yang Ingin Kamu Ceritakan Ke Orang-Orang Pada 20-30 Tahun Dari Sekarang?

aa

Pencapaian apa yang kira-kira ingin kamu ceritakan dengan bangga pada 20-30 tahun mendatang? Cerita tentang kamu menua di jalan karena pekerjaan sebagai karyawan mengharuskanmu pergi pagi-pulang malam setiap hari? Atau justru kamu akan merasa bangga saat bercerita soal bagaimana kamu mewujudkkan impianmu sebagai penulis?

Pencapaian yang diperoleh lewat renjana akan menggugah siapapun yang menyimaknya, sesederhana apapun pencapaianmu. Bukan materi yang penting, karena materi hanyalah hasil. Yang terpenting adalah proses menuju hasil tersebut. Nah, kamu pengen dikenang sebagai apa nih kira-kira?

7. Siapa Dirimu?

Siapakah kamu?

Pertanyaan yang sangat sederhana sekaligus yang terbaik. Pertanyaan ini akan membantu kamu untuk merumuskan tujuan hidup dan passion dalam satu kalimat sederhana. Jawaban dari pertanyaan ini bisa menjabarkan siapa dan apakah kamu, serta, lebih dalam lagi, tujuan yang sebenarnya ingin kamu capai.

Jawabannya pun bisa beragam. Mulai dari:

“Seorang pria yang pergi keliling dunia dan  berbagi pengalamannya lewat buku dan foto.”

Atau:

“Wanita mandiri yang menemukan perangkat yang memudahkan hidup umat manusia.”

Jangan remehkan satu kalimat ini, karena mereka punya kekuatan yang besar untuk mengubah hidupmu. Kalau tujuan hidup di dalam kalimat yang kamu tulis itu belum juga tercapai, mungkin kamu juga bisa bertanya:

“Dari mana saya akan memulai untuk mengejar tujuan hidup saya?”

Berhasil menemukan passion berarti kamu sudah maju selangkah lebih dekat ke dirimu sendiri. Yang berikutnya harus kamu lakukan adalah bertahan di jalurnya dan tetap konsisten. Rasa bosan itu pasti ada, tapi percayalah bahwa hal inilah yang akan membuatmu merasa cukup.

————————————

Artikel di atas merupakan terjemahan dari artikel yang ada di SINI :)

Aku sudah menemukan jawabannya dan ketakutan itu masih menguasaiku. I’m trapped!

Berkenalan Dengan Harapan, Kemudian Melupakannya

Aku sudah sering mendapat cercah harapan yang membuatku membuncah karena senang dan semangat. Tetapi, ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan, aku hanya bisa tersenyum pahit dan melanjutkan hidup dengan sisa kekuatan.

doubt kills

Tapi,hey, aku tak pernah kapok untuk berkenalan harapan. Versi 1.0, 1.0.1, 1.0.1.1. dan seterusnya. Kalau target si versi 1.0 aku gagal, kucoba versi anaknya 1.0.1. Terus, sampai aku mendapat jawabannya. Capek? Banget. Kesel? Pastinya. Menyerah? Ehm, tergantung situasi. :D

Misalkan aku ikut ujian UMPTN (haghaghag ketauan angkatannya! :lol: ), targetku waktu itu 2 pilihan: Fakultas Sastra (sekarang FIB) Jurusan Sastra Jepang UI dan Fakultas ISIP Jurusan Kehumasan. Keduanya gagal. Menyerah? Belum. Aku ikut lagi seleksi Diploma di tempat yang sama: FS dan FISIP. Plus mencoba di universitas swasta. Meski, aku memohon sambil jungkir balik bahwa aku gak mau di swasta. Mahal. Jauh. *iya mulai lebay* Allah memang maha mengetahui apa yang terbaik untukku. Aku tidak terlalu suka segala bentuk akademis dan lebih suka pelajaran ringan. Well, ketika diterima di Diploma FSUI itu aku bersyukur karena memenuhi harapan orangtua pun harapanku sendiri. Selesai? Belum. Aku harus tetap target lulus tepat waktu 3 tahun. Gak pake acara mengulang. Taruhannya uang yang sudah dikeluarkan bapakku, tentu saja. Tega gitu aku membuang uang orangtua untuk pendidikan sementara aku malah harus mengulang tingkat? No way. Aku lulus tepat waktu sesuai harapan. Tidak dengan IPK memuaskan tentu saja. Karena targetku lulus, bukan memiliki IPK terbaik :P bwehehehehe…

Targetku menikah usia 20 tahun ternyata meleset mundur 3 tahun. Ah, baiklah. Berharap punya anak usia 21 tahun agar ketika aku berusia 40, punya teman jalan-jalan yang asyik. *terlalu norak ya harapannya?* Target langsung punya anak setelah menikah pun ditunda Allah hingga 2 tahun berikutnya. Mau protes juga gak bisa, kan? Harapan cepat punya anak dibalas-Nya dengan punya dua anak cowok yang luar biasa. Ini menghapus segala sedih.

Harapan tinggal di Bandung sudah ada sejak kecil. Aku harus bersabar selama hampir 25 tahun untuk mewujudkannya. Hey hey, jika selama itu untuk sebuah harapan, berarti aku cukup baik dalam mengafirmasikan sebuah doa kan? *ngebela diri sendiri* :P

Tahun 2011-2012, hidupku jumpalitan. Dari segi fisik, tak akan banyak yang menyadari. Terjun bebasnya di hati dan pikiran. Untuk yang menyadari intonasi tulisanku di tahun itu sih pasti akan banyak pertanyaan. Yowes, kita mup on yuk ah!

Ada beberapa harapan yang belum terwujud. Sepertinya harus mengganti taktik cara menyempurnakan ikhtiarnya nih. Intinya aku gak boleh ragu dengan apa yang kujalani. Maju aja terus. Yang menilai usaha dan ibadahmu hanya Allah, An! Usahaku terus mencari solusi. Celah yang bisa diutak-atik dari sebuah harapan. kalau gagal di versi 1.0.1 ya coba lagi di 1.0.0.1 gitu lho.

Ketika ditakdirkan untuk gagal, bukan berarti harus berhenti, kan? Anggap saja diberi waktu istirahat selonjoran oleh Allah, sambil memikirkan strategi berikutnya. Jangan matikan pikiranmu, An! Kalau sudah berpikir kalah, hal negatif itu akan merenggut kesehatan pikiran secara perlahan. Jika didiamkan, matilah sudah pikiran sehat.

Tetapi aku sudah sering berkenalan dengan harapan, sudah terlalu sering keluar emosi yang melelahkan… Dan digantikan oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik. Jadi, tetap harus berkenalan. Dikecewakan harapan? Lupakan saja :) Gagal tetap lebih baik. Itu artinya kamu mencoba, An!

*seruput kopi sore*

Mengosongkan Isi Teko dan Membiarkannya Terisi Kembali

“Teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Jika isinya air putih, keluar air putih. Jika isinya air comberan, yang keluar pastilah air comberan.” Ini kalimat yang selalu terngiang di telingaku setelah 14 tahun…

“Andi, kamu harus membiarkan isi dalam tekomu tumpah dan terisi oleh air bersih. Selama kamu menahan teko itu, maka tak akan ada kebaikan yang masuk ke dalamnya.” Tujuh tahun berlalu, aku selalu mencoba mencerna maksud kalimat ini.

“Bang, aku ingin kembali ke titik nol. Aku ingin jadi mualaf.” Kutulis dalam chat BBM, tak lama setelah hari lahirku di tahun 2014 ini kepada seorang sahabat lama.

—————————————-

Perjalanan spiritual yang sungguh tak mudah. Aku sendiri pernah terjerumus ke dalam kubangan hitam bertahun- tahun tanpa ada yang tahu kecuali Tuhan. Meski di mata banyak orang, aku tetaplah si bengal jutek yang susah diatur. Tetapi kenakalan yang diketahui mereka sebatas kabur dari sekolah, bernyanyi di kelas, pacaran, dan meminta pada Bapak untuk menikah di usia dini (well, usia 23 tahun menikah di keluargaku termasuk terlalu muda. :lol: ).

Mungkin benar aku ini masih kotor hati. Kemudian, aku merenungi sebuah kalimat yang kubaca bertahun silam:

“Setiap individu memiliki jalannya sendiri-sendiri. Qul kullun ya’malu ‘ala syakilatihi. Bahwa setiap orang diberi anugerah kebebasan, ke arah mana jalan ingin ditempuhnya.”

Bahwa cahaya dan kegelapan, kebenaran dan kebatilan, kekafiran dan keimanan, harapan dan ketakutan, sama sekali tidak bisa menjadi penghalang atau hijab antara hamba dengan Allah, di balik gelap dan terang, Allah ada di sana.

Sebab hidayah itu adalah hak prerogatif Allah, bukan hak para pejuang, bukan hak orang-orang yang meneriakkan takbir sambil menghunus pedang, bukan pula hak mereka yang selama ini merasa paling Islami, paling bersih, dan paling agamis.

Allah menilai sejauh mana hatimu bergantung kepada-Nya. Bukan bergantung keoada prestasi amal masing-masing.

“Masa depanmu adalah Allah itu sendiri. Kamu harus belajar berbaik sangka kepada Allah, dengan cara kamu memahami bahwa terkadang Allah menakdirkan hamba-Nya berbuat dosa, dalam rangka si hamba itu untuk lebih mampu dekat dengan-Nya. Nabi Adam berdosa dengan pelanggaran-Nya, tetapi beliau menyadari bahwa itulah takdir Allah agar kelak bisa melahirkan keturunan di dunia.”

Tobat itu cinta…

(dari buku Jack dan Sufi, 2004).

Aku sangat menyadari adanya pergolakan batin selama satu dasawarsa ini. 2004 – 2014 bukan waktu yang sebentar untuk jungkir balik mencari jati diri. Aku pernah baca, bahwa manusia selalu berubah setiap 10 tahun. Benarkah? Tapi aku coba merunut ke belakang seperti ini:

Usia 10 tahun, mulai puber. Mulai egois mencari eksistensi. Suka lagu klasik dan pop. Suka warna merah muda.

Usia 20 tahun, mulai mikirin nikah. *setdah* Mulai gelisah dan mencari ketenangan dalam lingkungan islami. Suka lagu nasyid dan jazz. Mulai melirik dunia sufi. Suka warna hijau.

Usia 30 tahun, mulai mencoba menahan diri untuk tidak cepat panik dan mudah meledak meski ternyata sulit. Mulai berdamai dengan diri sendiri. Mulai berani mengemukakan pendapat yang berbeda 180 derajat bahkan dengan sahabat sendiri (dulu aku bebek sejati :P ) Suka warna merah.

Ternyata benar. Manusia itu selalu berubah. Masalahnya kita mau berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, ya terserah. Semua kan karena niat ;)

peggy melati sukma

Pastinya sudah tahu ya bagaimana proses perubahan hijrahnya Peggy Melati Sukma? Dalam penampilan hijabnya juga perlahan berubah. Dari model jilbab gaul modern banyak pernik hingga jilbab lebar feminin dan manis.

peggy 2

Cantik? Banget. Anggun? Pasti. Adem ngeliatnya? Iya!

Tadinya aku gak begitu peduli dengan perubahan Peggy, hingga suatu hari aku tergelitik melihat seorang ibu muda yang mengenakan gamis dan jilbab lebar persis seperti Peggy. Corak warna manyala itu membuatnya percaya diri tanpa harus meninggalkan kewajiban menutup aurat. Indah dilihat. Padahal si ibu muda itu rempong dengan dua balitanya yang riuh. Aku tersenyum. Sekaligus malu.

Saat krucilku masih balita, dengan dalih rempong dan ribet, aku ogah pakai jilbab model itu. Terlebih, akunya merasa gak pede dan gak nyaman. Ada yang mengganjal perasaanku waktu itu. Entah apa.

Sekarang, ada perubahan dalam hatiku. Ingin sekali mengubah penampilan (plus belajar berbicara yang santun *uhuk*) seperti Peggy. Oh, ketika bertemu Teh Ninih pertama kali di tahun 2002 sih sebenernya mulai jatuh cinta dengan penampilan seperti itu. Tapi akunya denial terus. Akunya defensif terus. :( Lagipun, aku gak suka warna kalem. Aku lebih memilih yang terang benderang. Lebih pede aja gitu :P Satu lagi, brosnya jangan bunga. (ini tomboynya gak ilang juga)

Teko hanya mengeluarkan isi teko? Yah! Jika dulu aku membuat tak nyaman banyak orang karena sikapku yang rebel, stubborn, dan keras hati, rasanya sudah cukup petualanganku di dunia gelap itu. Rasanya… Entah. Prosesnya tak mudah. Yah, bingung deh aku jelasinnya.

Jadi ingat, dulu aku menulis di blog dengan tingkat emosi yang berada di level seuhah (pedas, sunda.) Bawaannya mau marah dan menangis tak karuan. 10 tahun kedua dalam kehidupanku benar-benar seperti petasan dan kembang api. Meledak penuh warna tapi berpotensi menyakiti orang.

Saat ini, bukan lagi waktu yang pantas bagiku untuk berperilaku seperti remaja labil. Saatnya berubah! *masih zamannya Ksatria Baja Hitam gak sih?* :lol:

An, kenapa gak dari sekarang aja sih pakai jilbab seperti Peggy? Pertama, klasik. Aku gak ada modal untuk berubah drastis begitu. Mahal kan gamis dan jilbab kayak gitu? Kedua, aku merasa belum pas waktunya. Aku ingin penampilanku yang baru ketika suasana hatiku sudah benar-benar siap. Ketiga, ini alasan paling pribadi, jadi tidak ditulis yah :)

Aku ingin jadi mualaf. Maksudnya, aku ingin benar-benar belajar lagi dari awal. Sangat awal. Apa itu syahadat. Apa itu rukun iman dan rukun islam. Siapa Allah dan siapa Rasulullah. Bagaimana tata cara shalat. Bagaimana berpuasa. Belajar mengaji dari pengenalan huruf hijaiyah lagi. Semuanya serba dari nol. Saat aku curhat tentang hal ini kepada Abang, dia hanya bereaksi dengan diam. Entah apa yang dipikirkannya. Aku konyol?

Aku ingin kembali pada-Nya dalam keadaan sama seperti ketika aku dilahirkan. Mengapa rasanya hampir mustahil ya? Entah.

Warna Urine Sebagai Alarm Kesehatan

Urine-Color

  • Warna jernih Walau warna jernih seringkali dianggap normal, namun  jika hal ini terus menerus menjadi warna kemih menunjukkan bahwa tubuh terlalu banyak menkomsumsi cairan. Mineral air yang di komsumsi selayaknya di sesuaikan dengan berat badan, contohnya jika berat badan 60kg maka dalam sehari cairan yang di komsumsi hanya 2 liter. Di samping itu, warna tersebut juga mengindikasi kan adanya gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi kondisi tersebut juga di sertai gejala lain, seperti kulit yang menguning, mual, muntah, demam dan rasa kelelahan.
  • Warna cokelat atau gelap seperti teh. Kondisi ini tidak bisa di anggap ringan. Apalagi jika di sertai dengan tinja berwarna pucat, karena hal tersebut merupakan adanya gangguan hati. Keadaan lain yang bisa menimbulkan warna tersebut adalah saat dehidrasi (kekurangan cairan) atau mengkonsumsi vitamin tertentu khususnya vitamin B atau obat-obatan lainnya.
  • Warna keruh. Jika urine berwarna keruh dan disertai mengalami sakit punggung atau perut bagian bawah kemih dan merasa seperti demam, dapat dicurigai sebagai infeksi pada saluran kemih.
  • Warna kuning cerah atau seperti neon. Bertanda bahwa tubuh terlalu banyak mengkomsumsi suplemen. Dan bertanda bahwa tubuh sedang dehidrasi. Solusinya adalah perbanyak minum, namun ingat kondisikan dengan berat badan. Karena mengkomsumsi banyak cairan juga akan berdampak tidak baik bagi tubuh.
  • Warna merah muda atau merah. Warna merah pada urin bisa berbahaya bila disebabkan karena darah. Penyebab lainnya adalah mengkonsumsi bahan kimia atau obat-obatan atau maknan tertentu. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran kencing dan gangguan ginjal dapat menunjukkan kencing darah. Mengkonsumsi makanan tertentu terutama buah naga yang berwarna merah. Selain dari makanan atau minuman yang di komsumsi, efek warna ini timbul dari obat pencahar yang di komsumsi.
  • Warna orange atau jingga. Di pengaruhi oleh obat-obatan yang di komsumsi, pengaruh dari komsumsi makanan seperti jeruk atau yang berwarna merah. Namun juga indikasi tubuh sedang mengalami dehidrasi.
  • Warna Hijau. Asparagus dapat menyebabkan warna urin kuning atau gelap warna urin hijau. Asparagus adalah contoh dari penyebab alami dari urin hijau, tapi jangan lupa tentang pewarna seperti pewarna makanan. Pewarna makanan buatan dengan mudah dapat menjadi penyebab air seni hijau.  Minum bir hijau juga dapat menjadi hijau urin Anda karena pewarna makanan hijau di bir. Tentu saja, intensitas urin hijau tergantung pada berapa banyak bir hijau Anda minum. Makanan lain yang perlu dipertimbangkan adalah licorice hitam.
  • Warna biru . Urin dapat memiliki warna kebiruan dalam kondisi tertentu. Pada keadaan yang paling ekstrim, urin bahkan dapat terlihat seperti pembersih kaca biru. Tetapi di bawah kondisi yang paling, urin mungkin menampilkan kebiruan pucat. Warna urin biru pucat dan kemungkinan besar disebabkan oleh makanan yang Anda makan akhir-akhir ini atau obat yang dikonsumsi. Dengan kata lain, pewarna adalah alasan yang paling mungkin Anda akan melihat biru di toilet, dan harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi pewarna untuk secara signifikan menghitamkan air seni Anda di luar warna yang sangat pucat. Obat dan obat-obatan adalah penyebab khas urin biru, karena banyak dari mengandung pewarna. Biru Metilen adalah pewarna cukup umum digunakan dalam obat, dan juga digunakan sebagai zat warna indikator untuk analisis medis. Pil biru kecil seperti Viagra yang membawa beberapa orang untuk membantu mereka keluar dengan disfungsi ereksi. Beberapa obat, dapat memiliki efek samping sementara mengubah warna urin Anda menjadi biru. Pertama, Anda perlu bertanya pada diri sendiri jika benar-benar urin biru, atau bisa itu warna urin hijau? Obat-obat berikut ini dapat menyebabkan warna urin biru: triamterene sebagai diuretik ringan dan dapat menyebabkan warna urin biru. Rinsapin  obat antibiotik kadang-kadang digunakan untuk mengobati infeksi Staphilokokus.
  • Urin berbusa Urin berbusa  biasanya terjadi karena mengkonsumsi lebih banyak protein. Jika memiliki banyak protein dalam urin, protein bereaksi dengan udara dan air, menciptakan urin berbusa. Kadang-kadang mengalami urin berbusa setelah makan banyak daging ikan, ayam dan lainnya. Daging ini mengandung muco-protein. Jika tubuh dalam keadaan normal protein biasanya dikeluarkan dari tubuh Protein, bereaksi dengan udara, kemudian menghasilkan urin berbusa

Info diambil dari SINI yah :) Bahasanya mungkin agak kurang rapi, dan aku gak ngerti gimana beresinnya :D

=======================================================

urine color 2

Silakan perbandingannya dengan yang di bawah ini:

Air kencing berwarna Coklat

Kebanyakan air seni berwarna coklat akibat makan banyak makanan seperti kacang, lidah buaya, buah-buahan  dan hasil rhubarb dapat menyebabkan urin berwarna coklat. Hal ini juga bisa karena disebabkan karena obat-obatan tertentu,  seperti antimalaria atau antibiotik. Dalam kasus yang lebih berat, ini juga bisa menunjukkan beberapa penyakit atau cedera pada ginjal, atau infeksi pada ginjal.

Air kencing berwarna oranye

kebanyakan air seni berwarna coklat diakibatkan karena tubuh mengalami dehidrasi berat, karena dapat membuat urin sangat terkonsentrasi sedemikian rupa sehingga dapat menjadi oranye. Pemberian obat tertentu juga dapat menjadi penyebabnya. Obat antiinflamasi yang biasa digunakan dalam kemoterapi, atau obat pencahar bisa menyebabkan urin oranye. vitamin B kompleks dan jus wortel juga bisa menyebabkab urin berwarna oranye.

Air kencing berwarna kuning gelap

urun yang berwaran kuning gelap bisa juga karena Dehidrasi . Pada saat tubuh kekurangan cairan,  maka  limbah mulai terakumulasi dalam urin dan itu menyebabkan perubahan warna dari kuning terang ke kuning gelap. Makanan seperti asparagus, dan asupan suplemen vitamin B kompleks tinggi dalam tubuh juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada kondisi yang lebih lanjut, urin berwarna kuning gelap juga bisa menjadi indikasi dari kondisi lever / hati seperti penyakit kuning atau hepatitis, anemia hemolitik, dan hematuria.

Air kencing berwarna merah atau pink

Urin merah muda atau merah kedengarannya menakutkan, tetapi pada umumnya kasus ternyata tidak demikian. Urin berwarna merah mungkin normal jika tubuh kita habis mengkonsumsi buah semangka atau arbei, dll. Antibiotik dan obat pencuci perut adalah obat-obat yang dapat menyebabkan urin berwarna merah. Selain itu, kemungkinan ada darah yang ikut bersama urin juga perlu diperhatikan.Penyebabnya bisa karena adanya infeksi saluran kemih, bahkan tumor jinak atau kanker. Urin yang berwarna merah juga bisa menunjukkan ada masalah pada ginjal,  seperti pembentukan batu ginjal, atau pembentukan kista.

Air kencing berwarna hijau dan biru

Obat-obatan tertentu biasanya juga mengandung metilen warna biru, atau dari pewarna yang umumnya digunakan dalam makanan. Pada kasus yang jarang terjadi, ini adalah jenis urin yang bisa menjadi gejala pada kondisi bayi, yang dikenal sebagai sindrom popok biru. Orang dengan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas, kemmungkinan juga bisa menunjukkan urin berwarna hijau.

Air kencing berwarna keabuan

Urin yang berwarna keruh keabuanbisa jadi adanya infeksi, salah satu yang paling sering adalah infeksi saluran kemih. Dan jika itu juga disertai itu dengan timbulnya bau lebih buruk, maka itu bisa dipastikan adanya  Infeksi Saluran Kemih. Batu ginjal juga dapat menyebabkan nanah dalam urin,  sehingga warnanya berawan atau keruh. Gonore,keputihan, dan nanah seperti sifilis  juga dapat membuat urin berwarna keabuan.

Air kencing berwarna ungu

Porfiria adalah suatu kondisi medis  langka yang mempengaruhi sistem saraf dan kulit. Gejala ini bisa terjadi karena adanya kelainan genetik,  atau adanya bahan kimia dalam tubuh yang disebut porfirin . Dan salah satu dari banyak gejala dari kondisi ini adalah urine yang berwarna ungu tua.

Artikel diambil dari SINI :)

======================================================

urine color 3

Nah, kalau urusannya adalah urine si kecil, simak artikel di bawah ini:

Yuk, simak penjelasan dari Dr. Patria Vittarina, SpA dari Divisi Perinatologi RSIA Muhammadiyah – Taman Puring, Jakarta.

Urine normal: kuning jernih

Tahukah Moms bagaimana ciri-ciri urine yang normal? “Warnanya kuning jernih dan tidak berbau,” buka dr. Patria. Dijelaskannya, tak ada bedanya warna urine yang normal antara bayi yang mengonsumsi susu formua atau ASI. Hanya saja, warna urine si kecil bisa saja berubah bergantung dari apa yang dia makan atau minum.

“Umumnya, warna urine terhadap bayi baru lahir (0 – 3 bulan) dibandingkan dengan bayi di atas 4 bulan adalah sama, yaitu berwarna kuning jernih selama bayi hanya mendapat ASI atau susu formula. Kecuali, bila bayi sudah mendapat makanan tambahan atau mengonsumsi obat, maka kemungkinan urine bisa berubah warna,” papar dr. Patria lagi.

Bisa mengindikasikan penyakit

Berarti, bila warna urine si kecil berubah, orangtua tak perlu khawatir? Belum tentu! Memang benar, orangtua tak perlu khawatir bila warnaurine bayi yang berubah itu akibat dipengaruhi oleh asupan makanan dan obat seperti tersebut di atas. Namun demikian, ada beberapa “warna” urine yang musti diwapadai, loh! Pasalnya, perubahan warnaurine juga bisa menunjukkan adanya penyakit di dalam tubuh bayi, misalnya infeksi saluran kemih yang pada jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Oleh karena itu, dr. Patria menegaskan, bila terdapat perubahan warna pada urine bayi, maka perlu diamati pula gejala klinis yang lain, seperti demam, rewel, muntah, diare atau tidak mau makan. Bila itu terjadi, maka sebaiknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengenal warna urine

Lalu, urine yang tidak normal seperti apa? Hal itu bisa dikenali bila terdapat perubahan warna urine. Tak jarang, urine yang tidak normal menimbulkan bau yang tidak sedap. Berikut beberapa warna urineyang tidak normal:

1. Pink atau merah: kemungkinan terdapat darah, hemogloblin,myoglobin, atau bisa juga karena pewarna makanan.

2. Oranye: kemungkinan karena mengonsumsi pyridium atau rifampisin.

3. Coklat atau hitam: kemungkinan terdapat myoglobin, pigment empedu, mengonsumsi obat metronidazol, nitrofurantoin.

4. Biru: kemungkinan terdapat obat methylene blue, infeksi saluran kemih karena pseudomonas (jarang terjadi), penyakit metaboliktriptophan herediter.

5. Keruh atau berawan: kemungkinan terdapat infeksi saluran kemih.

6. Kuning tua: kemungkinan oleh karena mengonsumsi vitamin C, Vitamin B, Betakaroten, jeruk atau wortel.

Bayi kurang minum

Bisakah kita menilai bayi cukup minum ASI atau susu formula melalui warna urine? Dikatakan oleh dr. Patria, kecukupan ASI atau susu formula pada bayi biasanya dinilai dari segi klinis. “Bila bayi cukup ASI atau susu formula, maka bayi tersebut akan kenyang yang ditandai dengan bayi tidak rewel, aktif, tidur nyenyak serta terdapat kenaikan berat badan,” ulasnya.

Walau begitu, Moms bisa juga kok menilai apakah si kecil cukup minum atau tidak dari frekuensi buang airnya. “Frekuensi buang air kecil pada bayi secara tidak langsung dapat juga untuk menilai kecukupan asupan ASI atau susu formula. Bila bayi cukup minum maka akan BAK 3 – 4 kali sehari atau bahkan sampai 8 kali sehari. Bila bayi kurang minum atau dehidrasi, maka biasanya frekuensi BAK akan berkurang atau jumlah urine sedikit, sehingga warna urine akan terlihat kuning pekat,” dr. Patria menjelaskan panjang lebar.

Hmm, dengan memerhatikan frekuensi pipis si kecil dan warna urine-nya, Moms bisa mengukur apakah si kecil cukup minum atau tidak dan bisa ditindaklanjuti. Kalau begitu, jangan remehkan warna urine si kecil ya, Moms!

Kok, bayiku jarang pipis, ya?

Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3 – 4 kali. Jika lebih dari jumlah itu pun oke-oke saja, kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. “Tapi selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya,” hibur dr. Patria.

Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. “Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya biasanya 4 kali, atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi,” lanjutnya.

Nah, ada beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang, yaitu:

1. Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa terjadi karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. “Pada ibu menyusui, misalnya, musti banyak minum. Namun untuk kasus bayi muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi,” dr. Patria memberi saran.

2. Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi, biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi.

3. Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan karena terjadi infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya musti langsung dibersihkan.  
Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perhatikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.

Artikel diambil dari SINI ;)