In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Kelak, Ketika Kita Bertemu

Kelak, Ketika Kita Bertemu

embun-akung

photo credit to: Dedi Sobari

Kelak, ketika kita bertemu akan kutadah
kata-kata yang mengalir dari matamu.
Kutampung dalam helai-helai daun.
Kubiarkan malam menguapkan menjadi
embun. Dan, di suatu pagi akan kau
temukan puisi di samping tempat
tidurmu. Puisi dari kata-katamu sendiri.

2010
~ Lelaki Budiman ~

Praktik Bisnis Herbalife di Indonesia

Bagaimana? Itu pertanyaannya. Aku membaca sebuah artikel di Kompasiana dan ini aku salin ulang di sini ya :

—————–

Siapa yang tidak kenal di Herbalife di Indonesia? Di fb ada teman yang nawarin, dijalan-jalan aja banyak yang ngider, dan yang paling terkesan, pas saya silaturrahmi ke bukdenya suami. Eh didesa yang aman, damai, tentram, sawah masih terhampar, terlihat beberapa produk ini nankring di rumah warga. Bukan apa-apa, saya jadi mikir soal daya beli masyarakat desa, secara setahu saya harga produk Herbalife ini bukan seharga jamu gendong. Tapi hampir Rp 500-an ribu atau kalau paket-paketannya bisa jutaan rupiah.

Mengapa bisa demikian gencar dan agresif promosinya? Bahkan banyak loh yang rela ngider dengan pin bertuliskan ‘Turun 16 kg’. Jadi mesti bilang wow gitu, hehe. Padahal walau kelihatan sudah turun banyak, kelihatan wajahnya gak seger. Gak tau ya, apa hanya perasaan saya saja. Memang sepertinya produk andalan Herbalife adalah produk penurun berat badan itu.

Nah ternyata rahasia mengapa produk ini demikin gencar dipasarkan adalah karena sistem pemasarannya yang disebut skema piramida. Skema ini sebenarnya tidak begitu mengandalkan kualitas produknya, tetapi insentif yang sangat besar kepada distributor. Semakin banyak yang bisa ditarik sebagai DL (downline), semakin besar insentifnya.

Di tempat asal produk Herbalife ini sendiri, pemerintah AS mulai menginvestigasi sistemnya. US Senator Edward Markey mengirim surat ke US Securities and Exchange Comission (semacam Bapepam di Indonesia) dan Federal Trade Commission, mendesak agar komisi ini menyelidiki praktik bisnis Herbalife. Di Kanada, kasus ini juga sudah masuk  Badan Persaingan Usaha Kanada (semacam KPPU di Indonesia).

Apa alasan Senator mengirim surat tersebut? Alasannya diungkap di sini:

“There is nothing nutritional about possible pyramid schemes that promise financial benefit but result in economic ruin for vulnerable families,” Markey said in a statement today.

“Herbalife may be a purveyor of health and wellness products, but some of its distributors are suffering serious economic ill-health as a result of their involvement in the company. I have serious questions about the business practices of Herbalife and their impact on my constituents.”

Selain praktik bisnis yang bisa membahayakan kelompok keluarga tidak mampu, kandungan Herbalife ternyata juga tidak sehebat klaimnya. Bahkan ditengarai mengandung bahan berbahaya sebagai berikut:

1. Mengandung Genetic Modified Organism (GMO) di bahan soy lechitin, corn (jagung), minyak canola.

2. mengandung carageenan, yang merupakan emulsifier beracun. Walaupun dengan dosis yang kecil, bisa beracun bagi sel manusia

3. memakai pemanis buatan, artifisial flavor, pewarna buatan.

4. Bahan-bahanya murah, bersumber dari china, dan dijual mahal karena sistem komisi ini.

Produk Herbalife ini pernah digugat oleh warga Israel karena menyebabkan sakit Lever. Sementara FDA di AS juga pernah meminta jenis tertentu produk ini untuk direcall (ditarik kembali) karena berbahaya, bisa menyebabkan alergi. Di AS ditarik, kok gaungnya di Indonesia tidak ada?

Di Indonesia, semoga lembaga seperti KPPU (Komisi Persaingan Usaha) bisa juga menginvestigasi bersama dengan sistem MLM yang lain. Begitu juga dengan kualitas produknya, apakah sudah diteliti secara cermat oleh BPOM, termasuk takarannya, bahannya, kandungan nutrisinya dan sebagainya. Kemudian apakah ada otoritas kompeten yang pernah melakukan investigasi dampak penjualan seperti ini terhadap ekonomi dan kesehatan keluarga.

Ya sudah, gitu aja. Salam Kompasiana!

—————-

Nah, ini aku mau share pengalaman pribadi. No offense ya :) Kalau dari sistem, aku sendiri masih mencari data yang valid dari berbagai sumber, tidak hanya dari sisi Herbalife :)  Kalau dari produk, iya aku merasa ada yang kurang. Aku dulu mengonsumsi, tapi gak diterusin. Malah badan terasa aneh. Entah ya dengan orang lain :)

Pembahasan cukup sampai di sini. Nanti kalau ada data valid, ditambahkan ;)

Pencerahan Lain Tentang VSI

It is another point of view but with same result…. Wanna read? I picked it from the original source HERE :)

—————————-

Izinkan, dan maafkan saya jika harus mengatakan : VSI milik USTADZ YUSUF MANSYUR adalah MONEY GAME.

Dan seperti yang sama-sama diketahui MONEY GAME itu HARAM…

Yang dimaksud dengan money game:

Money Game adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/pendaftaran Mitra Usaha yang baru/bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk, atau PRODUKNYA HANYA SEBAGAI KAMUFLASE SAJA.

Ada berbagai modus dalam Money Game. Money Game berkedok investasi, di mana member membayar sejumlah uang, yang dijanjikan akan menerima profit dalam waktu tertentu yang lebih besar dariyang dibayarkan. Dalam modus ini, profit yang dibayarkan sebenarnya adalah uang pendaftaran dari member yang lebih baru lagi. Contoh: KLB, IA1, Profit Clicking dll.  Modus ini sebenarnya adalah modifikasi dan pengembangan dari Money Game berkedok MLM.

Money Game berkedok MLM, yaitu member membayar sejumlah uang, yang dijanjikan bonus/reward/”ujrah” yang besar jika jaringannya berkembang. Ada yang tanpa produk, tapi juga ada yang “menjual produk”, walaupun produk itu hanya KAMUFLASE saja. Bonus yang dijanjikan berdasarkan jumlah masuknya member baru, atau dengan kata lain, uang pendaftaran member baru dipergunakan untuk membayar bonus upline-uplinenya. Ciri-ciri utama Money Game ini menggunakan sistem binary, dan bonus-bonusnya berdasarkan jumlah downline yang seimbang antara kaki kiri dan kanannya. Satu lagi ciri-cirinya adalah, hilangkan produknya (karena produknya hanya kamuflase), dan sistem bonus masih berjalan.

Bagaimana dengan VSI?

Kita lihat dari marketing plan nya. Awalnya sangat kasat mata , VSI menerapkan sistem binary dalam perekrutan dan binary tree nya sangat jelas terpampang di web site.

Setelah TIDAK BERHASIL mendapatkan sertifikasi syariah dari DSN MUI, ada upaya penyamaran marketing plan di web site nya, yang ternyata jika diperhatikan dengan seksama ternyata TETAP MENGANUT SISTEM BINARY yang sudah diharamkan oleh MUI.

Ini dia upaya penyamaran unsur MONEY GAME di dalam marketing plan VSI.

1. Wajib membangun 2 group komunitas langsung dalam naungannya baik secara sendiri ataupun dibantu oleh mitra mitra pendahulunya

===> Sistem 2 kaki/binary

2. Jumlah akumulasi omzet yang dibentuk dari group komunitas yang terkecil (dari 2 group wajib yang ada) akan menentukan perolehan Reward ini.

Omset grup terkecil: 27.5juta reward smartphone ===> kiri kanan 100 member

Omset grup terkecil: 135juta reward wisata Singapore ==> kiri kanan 500 member

Omset grup terkecil: 1.925M reward wisata religi ==> kiri kanan 7ribu member

Omset grup terkecil: 6.875M ==> kiri kanan 25ribu member

Omset grup terkecil: 27.5M ==> kiri kanan 100ribu member

Omset grup terkecil: 68.75M ==> kiri kanan 250ribu member

Omset grup terkecil: 275M ==> kiri kanan 500ribu member

Omset grup terkecil: 687.5M ==> kiri kanan 2.5juta member

3. Bonus Pasangan yang TIDAK DICANTUMKAN di web resmi VSI.

Dari marketing di atas, kita bisa ketahui 275ribu yang harus dibayar member baru itu sebenarnya rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Untuk “sedekah” sponsor yang merekrut 50 ribu.

2. Bersama 1 member lainnya, untuk “sedekah” bonus pasangan upline2 di atasnya.

3. Bersama 199 member lainnya, saweran “sedekah” untuk bonus HP.

4. Bersama 999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk memberangkatkan 1 orang upline ke Singapore.

5. Bersama 13999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk memberangkatkan 1 orang upline ke Eropa.

6. Bersama 49999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk membelikan 1 orang upline sebuah mobil keluarga.

7. Bersama 199.999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk membelikan 1 orang upline sebuah mobil mewah.

8. Bersama 499.999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk membelikan 1 orang upline sebuah rumah mewah.

9. Bersama 1.999.999 member lainnya (=penduduk 1 kota!!), saweran “sedekah” untuk membelikan 1 orang upline sebuah villa mewah.

10. Bersama 4.999.999 member lainnya, saweran “sedekah” untuk membelikan 1 orang upline sebuah mobil mewah.

Satu lagi ciri-ciri Money Game yang ada di VSI. Coba hilangkan produknya!! Misalnya pada saat ini pun, V-pay masih dalam versi BETA yang pasti belum banyak digunakan, serta masih seringnya terjadi permasalahan dalam sistem deposit dan transaksinya. Dalam kondisi seperti ini pun, sistem perekrutan tetap berjalan, karena PRODUK yang ditawarkan HANYA KAMUFLASE saja.

Masih ada lagi unsur Money Game dalam VSI yaitu; yaitu pada saat pendaftaran ada paket Basic, SIlver, Gold, Platinum dan Titanium. Dalam web site resmi hal ini tidak diterangkan secara jelas perbedaannya. Tetapi, sebenarnya dalam bahasa Money Game, paket Basic sebenarnya adalah pembelian 1 titik, Silver 3 titik, Gold 7 titik, Platinum 15 titk, dan Titanium 31 titik. Perbedaannya adalah dengan membeli lebih banyak ttik, maka potensi pendapatan dari sistem Money Game ini lebih besar, khususnya dalam mendapatkan bonus pasangan, lebih khusus lagi karena adanya pembatasan pemberian bonus pasangan yang dikenal dengan “flush out”.

Bagaimana solusinya?

Hilangkan bonus/reward/”ujrah” berdasarkan jumlah member yang masuk. Jika hal ini bisa dilakukan maka, sebenarnya uang pendaftaran bisa dimurahkan sekedar uang administrasi saja. Dengan murahnya uang pendaftarana, berarti juga sebenarnya lebih banyak orang Indonesia yang bisa menjadi member, sekaligus lebih banyak orang Indonesia yang bisa ikut “Membeli Indonesia”

Tapi apakah dengan hilangnya unsur money game dan murahnya uang pendaftaran ini, akan lebih banyak yang ikut VSI ini? Mungkin tidak juga, karena justru yang menarik dari VSI adalah keuntungan ribawi yang besar dari unsur MONEY GAME ini.

The Pain Of Being In Love With Someone You Can Never Be With

Once I read this article on HERE, I felt so empty. Here, read by your own self:

—————————-

Love is a tricky thing. It varies in intensity and in the specificity of emotions. It is sometimes the most beautiful thing in the world and, at other times, it’s the most horrid thing we’ve ever come face-to-face with.

It’s odd how one thing could be the cause of so many contrary feelings. But that’s what makes love so beautiful – it’s the closest thing to perfection that exists in the world, the only thing that can easily and comfortably encompass both good and evil, beautiful and ugly.

It’s the closest thing to a flawless whole that man has ever claimed to have been part of.

When we think of love, we think of the happy kind of love, the kind that is the beginning of something beautiful – something that breathes life.

There is, however, another kind of love, a much darker and sadder kind of love. It’s the love one feels when one loves someone he or she can never and will never have.

It’s the kind of love that doesn’t signal the beginning of something beautiful, but rather the end of something that might have been beautiful, but will never amount to anything more than what it is.

Contrary to popular belief or popular wishful thinking, love doesn’t always end happily. It doesn’t always result in the joining of two people, the fusing of two lives into one.

Sometimes, on rare occasions, it results in the wedging apart of the two who love each other the most. You can love someone with all your soul and never get a chance to be with that person. Even worse, you can know that you love him or her, understanding there is no possibility that the two of you will ever be together.

Some people cannot and will not ever end up together, even if they do love each other. It’s a sad truth, but a truth, nonetheless.

The fact is, love is not enough. All those fairytales, all those stories and movies you’ve heard and watched growing up, lied to you. Love is never enough because love is not rational.

You hear that love is irrational all the time, yet you still hear the same people saying that love is enough to keep two people together.

Unfortunately, we live in a world governed by rationality, and while love may be irrational, and we may manage to make it work for some time, the real world always catches up with us and our irrational illusions dissipate into thin air.

Then we are left with reality and reality doesn’t always reason the way lovers do.

Some people don’t work out together. They have habits or beliefs that make it impossible to co-habitate with the person they love. There isn’t a couple out there that loves every little thing about one another.

Sure, they may find certain quirks cute or unique, but they don’t love them; they simply accept them. There are some people who have such habits, tendencies, or thinking patterns that really do make them incompatible with the other person.

The two may love each other fully, because remember, love isn’t rational, yet not be able to live and deal with each other forever. This is why relationships require compromise.

You’re not going to love everything about the person you are with, but you love enough about him or her to live with the things you don’t love. Not all people are willing to, or even able to, compromise. Sometimes it just doesn’t work, regardless of what our emotions tell us.

Compromising, of course, is a choice. You either choose to make it work or you choose not to. I believe this fully. As long as something doesn’t go against your nature, over time you can make it work. But there are still some cases when compromising isn’t enough.

Sometimes there are other reasons two people cannot and will not ever be together. In fact, this is usually the deciding factor of whether or not two lovers will be capable of spending their lives together: if they are able to forgive and forget.

Because love is as intense an emotion as one gets, it occasionally leads us to make poor choices – choices that are hurtful to the ones we love.

They may be poor calls of judgment, lies we told or things we said. When it comes to love, our pasts haunt us. We move from relationship to relationship, hauling all that luggage we managed to accumulate in our previous relationship.

Because lovers who can’t work together don’t like to accept this fact, they have a tendency of breaking up and getting back together repeatedly.

Each time they take a break from each other, they come back and try to start fresh. But the problem is, they’re still carrying all that luggage. And sooner or later, they start to unpack. All the demons come out.

When love scars, it cuts deep. The pain isn’t easily forgotten and usually cannot be willfully forgotten. When you hurt the woman you love enough, she won’t come back to you. And because you still love her, you wouldn’t take her back even if she asked you to.

You don’t trust yourself not to hurt her again and even if you did, she wouldn’t trust you not to hurt her again. Relationships are built on trust and you shattered her trust.

Chances are, you both have bruises that have never fully healed and likely will never fully heal. And that’s just something you decided that you’ll have to live with. Why?

Because you really don’t have any other options. You just hope that the two of you find others to love so you can think about each other less and so you don’t have to worry about her happiness anymore.

You wait in hopes that new love can take the place of the old — which it can. But that doesn’t mean you will ever stop loving each other. Some people will love each other until the day they die, spending the majority of their lives apart. And so is the darker side of love.

March 25, 2014.

A Little Surprise On Long Weekend

What a life!

Segala cerita ini dimulai dari tanggal 18 April, hari Jumat. Awal dari akhir pekan yang panjang (dan pastinya melelahkan bagi sebagian orang. Oke, itu gak jadi fokus postingan ini kok :D )

Rencananya adalah Ichi (seniorku masa kuliah di Depok dulu) mau berkunjung ke Rumah Cinta di Sederhana Bandung. Nah, dari kapan tau gak jadi-jadi, tau-tau dia bilang mau datang tanggal 18. Awalnya aku gak ngeh. Pas dia bilang mumpung libur, aku langsung cek kalender. Nyengir. Pantesan. Baiklah, silakan datang ke Bandung dan mari bertemu dengan adik-adik pasien kanker itu ;)

Bertemu di seberang MTC, lanjut mencari toko baju anak. Begitu melewati area PUSDAI, ada pasar kaget. Turun! Berburu! :D Alhamdulillah, dapat beberapa baju lucu. Lanjutkan perjalanan ke Sederhana deh! Bertemu beberapa adik-adik yang sedang berada di Rumah Cinta, memberi sedikit cinta yang kami punya, bercanda, dan foto-foto dong ah. ;)

Pulang dari Rumah Cinta, tetiba Ichi bilang, “Ke rumah Takumi ya? Sekarang. Nginep. Tante culik!” Bengonglah aku. Hah? Oke, di tengah rasa terkejut yang gak bisa hilang, sampailah kami semua ke Cikarang. Tepatnya KM34.7 Jababeka. Yaksip!

Setelah makan malam, anak-anak sudah beristirahat, aku dan Ichi bernostalgila (sampai ketawa kayak orang gokil itu apalah namanya, 14 tahun gak ketemu lah ini!) dan berbicara banyak hal. Tentang keluarga, perjuangan, anak-anak, masa kuliah. Banyak deh!

Tanggal 19 pagi, kami ke tempat berenang yang berada tak jauh dari rumah. Penduduk Jababeka pasti tahu deh lokasi yang dimaksud :) Menyenangkan, suasananya ramai tapi masih terkendali. Anak-anak bermain air selama kurang lebih 4 jam diselingi makan pop mie :P Aku juga dapat pemandangan bagus, tentu saja! :lol:

Siang hari, enak banget buat tidur nih. Ditambah hujan cukup deras membuatku lumayan nyenyak juga nih. Bangun pas sore, rada kliyengan. Anemia kambuh lah ini. :( Malam hari, setelah rebutan martabak keju yang ternyata endang bambang itu, aku dan Ichi melanjutkan obrolan nostalgila. Ternyata kami banyak kesamaan. Etapi maaf ya, bukan untuk dipublikasikan :P :lol:

Tanggal 20 pagi, aku dan krucil kembali ke peradaban. Pulang. :)

Banyak banget yang ingin dibagi bersama Ichi. Tentu, krucil juga masih ingin bermain bersama Takumi. Banyak keajaiban dari Allah yang menghampiri kami bertiga ketika bertemu Ichi dan Takumi. We’re so blessed :) Thank You, Allah...

Suatu saat nanti, aku yang akan membalas segala kebaikan Ichi, atau meneruskannya kepada orang lain. Pay it forward. Pelajaran di akhir pekan yang sangat berharga.

Iro iro na doumo arigatuou, senpai :)