In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Kelak, Ketika Kita Bertemu

Kelak, Ketika Kita Bertemu

embun-akung

photo credit to: Dedi Sobari

Kelak, ketika kita bertemu akan kutadah
kata-kata yang mengalir dari matamu.
Kutampung dalam helai-helai daun.
Kubiarkan malam menguapkan menjadi
embun. Dan, di suatu pagi akan kau
temukan puisi di samping tempat
tidurmu. Puisi dari kata-katamu sendiri.

2010
~ Lelaki Budiman ~

Tahun Baru 1 Muharram 1436 Hijriah

Alhamdulillah… Sudah memasuki lembaran baru lagi.

Rasa optimis penuh percaya diri kembali membuncah.

Tetap harus semangat dan yakin Allah satu-satunya penolong.

Aku menyebutkan nama orang-orang terkasih. Berharap Allah senantiasa merahmati dan melindungi mereka. Mengampuni segala khilaf, menunjukkan jalan yang lurus pada mereka, dan memberi akhir yang baik bagi hidup mereka suatu saat kelak.

Untukku? Aku memohon hanya yang terbaik. Apapun itu, selama Allah menginginkan aku melakukannya, maka aku akan patuh. Sami’na wa atho’na. Karena selama ini aku tahu, selera humor-Nya sangat aneh dan tak dapat ditebak. Semakin melawan, akan semakin perih terasa.

Lagi pula, ada yang menegurku berulang kali karena terlalu petakilan dan sok eksis. Jadi, aku harus mulai bisa belajar mengerem kenorakan aku. Meski mungkin nanti mah kebablasan juga kayaknya. *eh :D

Semoga, di tahun yang baru ini, cinta Allah padaku tak pernah padam *halah* meski aku kadang menjauh dari-Nya demi napsu sesaatku. Aku tahu, Dia akan selalu ada…

MARI HIJRAH demi masa depan yang lebih baik!

Begini Cara Kita Menjadi Istimewa

Ada banyak waktu yang bukan milik kita. Terkadang, kamu harus fokus pada pekerjaanmu, orangtuamu, keponakanmu, dan teman-temanmu. Aku pun harus membagi waktu untuk krucil. Kita tak perlu menjadi seperti seorang petugas penyidik sebuah kasus, bertanya terlalu rinci apa saja kegiatan di luar sana. Yakin baik-baik saja. Iringi dengan doa terbaik :)

Menyenangkan rasanya bila bisa mengetahui bahwa kamu baik-baik saja. Kamu memang tak mungkin 24 jam ada untukku. Ada saatnya harus menjauh dariku untuk dirimu sendiri. Tetapi terkadang, saat kau jauh dariku itulah ujian datang bertubi.

Godaan dalam mencintai seseorang itu luar bi(n)asa perihnya. Ketika hati mulai tenang dan yakin, adaaaaaaa aja godaan untuk melirik samping dan belakang.

Samping itu bisa dikatakan temannya (meski pun sebenarnya gak bisa dibilang teman juga. satu komunitas sih iya. kusut kan loh!) yang lumayan membuat hati ketar-ketir. Untungnyaaaaaa… Hatimu masih bisa menolak dan nalarmu masih bisa bekerja dengan baik.

Belakang itu masa lalu yang meneleponmu sejam hanya untuk meyakinkan bahwa dia sangat merindukanmu dan tak bisa ke lain hati. Dengan seenak jidatnya melarangmu menikah dengan orang lain dan harus menunggunya tanpa waktu yang pasti. Buset dah!

Ada aja ya yang seperti ini?

Ya sudah, abaikanlah. Sekarang fokus saja apa yang ada di hati kita. Bagaimana kita menjaga dengan sepenuh keyakinan apa yang harus dipertahankan dan diperjuangkan, meski sulit. Meski akan menghadapi bagai gelombang pasang surut. Selama ada kamu dan kita dalam lindungan Allah, semua akan baik-baik saja. Aku percaya itu. :)

Tim Genjring a.k.a Hiters a.k.a EtNis yang Kukenal

Hahaha, entah siapa yang pertama kali menyebut istilah ‘genjring’ :D Kalau Hiters, diambil dari kata HITS. Nah, istilah EtNis (Eighteens and Nineteens) pun aku gak ngeh siapa yang memopulerkannya.

template avatar 8090 collage

Kuingat hanyalah membaca thread Dry entah tentang apa, kemudian banyak ide untuk membuat grup BBM / WA, dan si penggagas ide mengobral pinnya :D Sepertinya tanggal 5 atau 6 September. Grup FB yang kece itu membuat jam tidurku berantakan. Kerjaan pegimane nasibnya? Well, 5 hari pertama kacau balau :P Jadi, setelah berkumpul di grup BBM bareng teman-teman macamnya Happy, Ricardo, Dwi, Susan, Sefa, Essy, Nano, Lia, Danny, Oje, Dave, Ritta, Adi, Dian, Ary, Neni, Mus, dan Fero, pembahasannya menjadi lebih nggilani dan edyan :lol:

hits

Menjadi tumbuh besar bersama di masa yang sama membuat semua yang kami bincangkan menjadi lebih seru dan nyambung meski belum pernah bertemu sama sekali. Seiring waktu, dalam jangka hanya dua bulan, semuanya seperti sudah mengenal selama dua puluh tahun lebih. Tidak bermaksud lebay, tetapi perasaan senasib sepenanggungan itu yang sungguh membuat kami seperti menemukan teman lama. Padahal baru kenal!

founder HITS dan jendral chapter bandung + ibu suri :D

founder HITS dan jendral chapter bandung + ibu suri :D

Salah satu kegiatan yang menurutku amazing adalah kopdar di Taman Lalu Lintas tanggal 19 Oktober 2014. Beberapa panitia baru pada ketemu muka di hari H. Waktu untuk menyusun acara kurang dari sebulan. Kata beberapa Hiters,  “Sakieu ge uyuhan.” :P Pertemuan dalam kenangan, berbalut bahagia dan suka cita. Karena kami menyadari, masa lalu sudah berlalu dan kita harus menatap masa depan.

Eh, bikin acara lagi yuk? Seseruan mengenang masa kecil yang kebangetan bahagianya? :P

Masa lalu dijadikan pelajaran berharga dan kenangan terindah.

Ya, karena kami bangga pernah mengalami masa 80an dan 90an ;)

Still There When Everything Goes Wrong

Membaca sebuah artikel tentang bedanya Jatuh Cinta dan Mencintai. Aku terpana membaca poin nomer 6.

Cinta yang sungguh-sungguh biasanya sudah melewati berbagai ujian. Kamu dan pasanganmu mungkin sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun. Melewati momen bahagia, sedih, hingga perasaan kecewa lantaran kepercayaan yang pernah dikhianati. Namun, cinta yang kuat menjadikan kalian bisa bertahan — bukan memilih menyerah lalu mencari cinta yang lain.

Aku berulang kali membacanya. Butuh pembuktian dengan bantuan sang waktu.

Aku menulis sebuah status di BBM subuh tadi:

Every relationship has its problems, but what makes it perfect is when you still want to be there when everything sucks. Oh, well.

Temanku menimpali, “Berat amat statusnya.” Kubilang bahwa bagian paling berat adalah ketika menjalani episode jeleknya. Paling menyakitkan ketika satu orang ingin berjuang dan seorang yang lain ingin menyerah. Dia bilang, “It takes two to tango.” Yeah…

Aku mencoba mencernanya. Aku tahu, tak selamanya seorang pria bersikap menyenangkan. Dia pasti akan ada di saat terburuknya. Begitu menyebalkan dan terkadang memperburuk suasana. Iya, aku sudah tahu beberapa kebiasaan jeleknya yang membuat kaget dan jengkel. Tapi ya begitulah manusia. Gak selalu menjadi pribadi yang menarik. Masalahnya, bisa gak sih kita menerima jelek adatnya pasangan?

Ketika dia menanyakan hal itu, “Kamu bisa gak terima aku kayak gitu?” Aku dengan tenang menjawab, “Tentu saja bisa.” Untuk apa aku bereaksi negatif juga ketika dia sedang meledak emosi atau bertingkah ajaib? Justru aku harus bisa dengan tenang menghadapinya dan memberinya ruang untuk sendiri. Men Are From Mars. Mereka harus mundur sejenak dari sebuah hubungan untuk menenangkan diri. Pria memiliki gua pribadi untuk mengurai apa yang membebaninya. Hangout dengan teman, mengutak-atik hobinya, atau semakin tenggelam dengan pekerjaannya. Apa saja. Pria butuh ruang menyendiri yang tak bisa diganggu oleh wanitanya.

Makanya kenapa jika ada yang tidak biasa darinya, aku paham kalau dia sedang masuk ke dalam guanya. Aku tak menganggunya dengan pertanyaan murahan, “Kamu kenapa sih berubah?” Terlalu alay dan lebay. Cinta dewasa tak akan mengeluarkan pertanyaan seperti itu. *tsaaaaahh*

Ketika dia menjadi begitu menjengkelkan, sebaiknya mundur teratur. Tetap mengawasinya dari jauh. Tetap mendoakannya. Ketika dia selesai bersemedi dalam guanya, dia akan kembali dengan cintanya yang baru, hangat, dan menjadi pribadinya yang selama ini mengalihkan duniaku. Ihiy.

Makanya, mencintai berbeda dengan jatuh cinta. Jatuh cinta seperti bermain kembang api, sementara mencintai seperti menyalakan lilin. Aku gak pernah menganggap sebuah hubungan hanya selintas lalu. Aku memang mudah jatuh cinta. “Eh, cakep. Eh, ganteng. Eh, pinter.” Tetapi untuk mencintai, aku pemilih. Karena aku memilih bertahan ketika pasanganku berada dalam kondisi terburuknya, bukan dengan meninggalkannya sendiri.

Baik-baiklah kamu selama di gua ya, S. ♥