In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Kelak, Ketika Kita Bertemu

Kelak, Ketika Kita Bertemu

embun-akung

photo credit to: Dedi Sobari

Kelak, ketika kita bertemu akan kutadah
kata-kata yang mengalir dari matamu.
Kutampung dalam helai-helai daun.
Kubiarkan malam menguapkan menjadi
embun. Dan, di suatu pagi akan kau
temukan puisi di samping tempat
tidurmu. Puisi dari kata-katamu sendiri.

2010
~ Lelaki Budiman ~

Aku dan Pemikiran Islam Liberal

Judulnya gak nahan :lol:

Allahu ghoyatuna….

Arrosul qudwatuna…

Al Quran dusturuna…

Al Jihadu sabiluna…

Almautu fi sabilillah asmaa amanina…

Mari berkenalan sedikit dengan siapa dan apa itu JIL (Jaringan Islam Liberal). Terima kasih kepada JIL yang telah memberi banyak pekerjaan kepada #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) :D Berikut kutipan dari situs resmi ITJ:

“Pekerjaan ini adalah pekerjaan jangka panjang, bukan sekedar hura-hura sesaat, apalagi pengisi waktu luang. Oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL tidak bersandar pada slogan, mission statement atau demo belaka.Demo itu perlu, namun pekerjaan di balik layar jauh lebih penting. Kami menyeru kepada kalangan terpelajar, terutama sekali mahasiswa, untuk berbagi kepedulian tentang bahaya Islam liberal. Mari kita gerakkan seluruh umat untuk menumbuhkan kembali tradisi keilmuan kita. Ramaikan rumah dengan buku, jadikan buku sebagai kawan duduk kita. Tulislah makalah-makalah dan buku-buku, selenggarakanlah seminar-seminar dan bedah buku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.Di dunia maya, para aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal) tampil begitu berbeda dengan citra yang dipertahankannya di dalam tulisan-tulisannya atau di layar televisi. Jika sebelumnya mereka masih mempertahankan citra santun, ilmiah dan terpelajar, tidak demikian halnya di Twitter. Perang propaganda yang dilancarkannya kepada sendi-sendi ajaran Islam begitu vulgar dan provokatif. Bisa dikatakan, ada berkah tersembunyi di baliknya. Sebab, lontaran-lontaran yang begitu kasar itu justru dengan sendirinya menjelaskan kepada semua orang sisi buruk pemikiran mereka sendiri.”

1. tempat meminta rezeki dan pengampunan, tetap bersujud pada Allah. tempat bersyukur pun pada Allah…

2. @ITJBekasi: Wah banyak yg ngedukung nih. Rapatkan barisan troops. Kencangkan doa di 10 hari terakhir. :)

3. @ssirah: betul, dlm 5thn ini lbh dekat dg kekuasaan. mk tmn2  hrs smakin lbh dekat kpd Allah. la tahzan :)

4. @OkitroniC: PR masih banyak RT : tugas menanti… dudududu RT : >_<9 RT : Tenang tenang masih ada :)

5.   tetap jadi agenda jangka pendek, menengah, dan panjang. bismillah!

6. liberal itu gak ngajak perang pake senjata head to head kayak IDF. mereka pake ghazwul fikr. dan itu jauh lebih bahaya. :(

7. umat Islam gak akan menyadari bahwa pikirannya disusupi aneka ide liberal. mereka mengiyakan justru karena merasa cocok dan setuju.

8. well… aku juga pernah secara gak sadar keseret arus liberal… keren, hebat, dan asyik keknya yah? hihihi….

9. dan berubah untuk berbalik menolak pemikiran liberal itu gak mudah…. berat bo! di tengah rasa galau, kembali pada Quran dan Sunnah saja.

10. belum, aku belum bisa lepas dari serangan pemikiran liberal itu karena tiap hari membaca dan mendengarnya. masif banget :)

ketika kisah yang nyata tercantum dalam Quran dianggap dongeng >_<

ketika kisah yang nyata tercantum dalam Quran dianggap dongeng >_<

11. yah, berubah untuk lebih dekat pada petunjuk yang lurus dan nyata dari Allah gak akan semudah bikin kopi item sih :P

12. menerima cacian,makian, sindiran, nyinyiran, dan intimidasi karena dianggap gak keren ya sudah risiko. mau gimana lagi? :)

13. toh aku bukan manusia tanpa beban dosa masa lalu. dosaku segunung. eh lebih kayaknya. tapi bukankah Allah maha pengampun? :)

14. masih tomboy dan serampangan, masih suka lalai, masih suka teledor… dan berjuang lebih baik gak akan pernah mudah…

15. begitulah, ketika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud. Allah dekat dengan kita, kalau memang kita mau mendekat.

16. @TanpaJIL: Pilpres boleh usai, tapi perjuangan tak kan berhenti sampai jasad ini terurai ! Ittaqillah, tsummastaqim !!!

masbuloh kalo gue pake jilbab?

masbuloh kalo gue pake jilbab?

————————-

Di bawah ini sebagai bahan rujukan singkat yah! Mengutip dari SINI :

Kronologi ringkas berdirinya Jaringan Islam Liberal :

4 Januari 2001, di kantor Goenawan Mohammad. Berkumpul Ulil Abshar Abdalla (mahasiswa drop-out dari LIPIA), Luthfi Asy-syaukanie (Dosen Univ. Paramadina), Ihsan Ali Fauzi dan Hamid Basyaib (mantan jurnalis Republika), Ahmad Sahal (Aktivis muda NU), dan Nong Darol Mahmada (jebolan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Perbincangan mengerucut pada upaya membendung laju kelompok Islam yang menurut mereka radikal, seperti FPI pimpinan Habib Rizieq Syihab, Majelis Mujahidin Indonesia pimpinan Abu Bakar Ba’asyir, dan Laskar Jihad yang dikomandoi oleh Ust. Ja’far Umar Thalib.
Goenawan, Pendiri Institut Studi Arus dan Informasi (ISAI) menghubungi Dahlan Iskan. Pimpinan Jawa Pos Grup (pada saat itu, sekarang sudah jadi bosnya BUMN) setuju untuk menyediakan halaman medianya guna mempublikasikan pemikiran-pemikiran liberal.
8 Maret 2001, di Jalan Utan Kayu Raya No. 68H, Jaringan Islam Liberal (JIL) didirikan. Beragam diskusi diselenggarakan, termasuk menggunakan corong media radio 68H. The Asia Foundation (LSM Amerika) dan The Freedom Institute (pimpinan Rizal Mallarangeng) dan Bakrie Grup menjadi donaturnya.
Sejak itulah buku-buku, buletin, seminar, dan diskusi mengenai Islam Liberal marak diadakan. Kelompok kiri dan mereka yang menganut disorientasi seksual (homo, lesbi, biseksual) kemudian ikut menumpang dalam gerbong liberal.
Ujungnya, pada tahun 2005, massa umat Islam dari FPI dan FUI berencana mendatangi markas JIL tersebut. Ratusan aparat bersiaga, para aktivis sekular berkumpul, media massa asing tak ketinggalan, siap mengabadikan. Andaikata terjadi penyerangan saat itu, itulah yang mereka kehendaki. Mereka akan menjadikan momen penyerangan itu sebagai sarana kampanye anti kekerasan pada dunia Internasional, sambil tak lupa, tentu saja berharap kucuran dana mengalir.

FLYER ITJ

Nah beginilah kalau orang JIL ngoceh :

Ulil Abshar Abdalla
“Di dalam liberalisme politik terdapat liberalisme agama. Saya kira perjuangan JIL sebagian besar diarahkan pada isu ini.”

Luthfie Asy-Syaukani
“Islam Liberal adalah wajah Islam yang non-ortodoks, agar fleksibel dengan perubahan zaman, oleh karena itu nama lain dari Islam Liberal adalah Islam Protestan.”

Saidiman Ahmad
“Acapkali saya berpikir, memuja matahari itu jauh lebih penting, dari memuja selainnya. Dia selalu memberi kita pagi yang indah ini.”

Muhammad Guntur Romli
“Adakah Islam yang murni? Tidak ada. Karena dari sononya Islam adalah agama oplosan.”

Luthfie Asy-Syaukani
“Saya cenderung meyakini Al Qur’an pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi, tapi kemudian mengalami berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi’in, qurra’, otografi, mesin cetak dan kekuasaan.”

Ahmad Syukran Amin
“Shadaqah ialah pemberian secara sukarela tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Ciuman dengan non mahram termasuk contohnya.”

Saidiman Ahmad
“Saya sering ditanya, kalau anak Anda gay, lesbian, Ahmadiyah, dst, apakah Anda biarkan? Jawaban saya, pasti. Ya, saya akan biarkan.”

Nong Darol Mahmada
“Fenomena jilbab di tempat umum adalah ‘mabok jilbab’.”

kelakuan!

kelakuan!

Masih banyak omongan ngaco lainnya dari mereka. Monggo dicerna (dipahami) sendiri.

sekian.

PS: Mending baca bukunya Bang Akmal Sjafril berjudul Islam Liberal 101 deh ;)

akmal islam liberal

Seharusnya Tidak Stalking Karena Penasaran Itu Menyakitkan

Menurutmu bagaimana? Itu yang terkadang sering terjadi pada beberapa orang. Atau kebanyakan orang? Semakin banyak tahu, biasanya akan semakin menyesakkan dada karena tak siap menerima kenyataan.

“Harusnya gue gak baca!” “Harusnya gue gak denger!” “Harusnya gue gak liat!”

Yaelah bro, udah telat! Sekarang sudah tahu dan terpaksa gigit jari karena sudah terselip seiris luka di hati. Mau membiarkan luka itu membusuk atau menyembuhkannya dengan cara yang paling nyaman alias move on? Abaikan kenyataan pahit itu dan melangkah menjauh dari segala yang menyakitkan itu.

Rasa penasaran bisa membunuhmu. Pernah membacanya di mana, lupa. Aku termasuk orang yang suka penasaran, meski SUDAH TAHU hasil akhirnya seperti apa. Urat ngeyelku memang terbuat dari baja :lol: Misal saja, ada panggilan wawancara di perusahaan X. Ketika alarm hati mengatakan tidak usah datang, aku justru malah nekat datang. Penasaran. Hasilnya sudah diketahui dari awal ketika bertemu si pewawancara. Meski dia tak langsung bicara, bahasa tubuh dan auranya terbaca bahwa aku gagal. :D

Menyesal sudah datang ke perusahaan itu? Gak juga sih :P Selalu ada hikmahnya. Misalnya… Jadi tahu apa standar di kantor tersebut dan bagaimana kehidupan di sana setiap siang ;)

leave it behind

Tetapi tak semua rasa penasaran itu berakhir bahagia. Intinya sih itu. Apalagi kalau stalking akun media sosial milik mantan. Bwakakakaka :lol: Taruhan, yang ada juga manyun. Tergantung, mantan yang mana dulu nih? Haghaghaghag :D Ada teman curhat sambil ngasih emoticon nangis mulai terisak sampai tersedu-sedu hingga meraung (apasih) bahwa dia menyesal sudah intip akun Twitter pacar baru mantannya. Yaelah sistaaaaaa :(

Aku tanya bagaimana rasanya? Jawabannya puitis dan singkat, “Hampa seperti rumah tua yang lama tak terjamah kehidupan, An.” Etdah! Tapi aku gak bisa tertawa. Takut kualat! Makanya aku diam dan mengingat-ingat, adakah salah satu mantan yang membuatku tak bisa move on? ((((SALAH SATU)))) Mungkin ada saat aku memikirnya dan ternyata memang ada. Aku diam. Bertahan untuk tidak mencari tahu apapun tentang dia atau pacar barunya. Itu lebih aman. Karena aku tipe yang sulit melupakan sesuatu yang menyakitkan meski tak terucap. Jiaaaaahhh…

Jadi, meski akibat dari chat dengan temanku itu membuatku penasaran, tapi aku rasanya gak siap untuk sakit hati (lagi). Kuputuskan untuk tetap tidak penasaran untuk hal yang satu ini. Aku lebih penasaran dengan seseorang yang sedang dekat denganku saat ini. Hehehehe :D

Inti dari tulisan ini hanya dua kata: JANGAN KEPO!

Sekian dan terima traktiran. ;)

Membedakan Sunni – Syiah Secara Sederhana

Disadur dari laman Facebook Sayyidah Murtafiah Djauhar dengan sedikit perbaikan bahasa (gile lu, An! :D ):

Owh, masih ada yang belum bisa membedakan Syi’ah – Sunni ya?

Masih ada yang mengira, Syi’ah itu kan bagian dari Islam?

Ngapain dijelek-jelekin? Udahlah, jangan ribut-ribut antar sodara, malu sama orang luar.

Kebanyakan yang bilang seperti di atas itu, berpijak pada paham pluralisme, yang menyebutkan semua agama itu sama kok, sama-sama ngajarin kebaikan, makanya jangan merasa paling bener sendiri. Jangan begitu jangan begini.

Maaf yaaa, bukan muslimnya yang merasa paling bener, tapi memang Islam, agama yang diridhoi disisi Allah.

Manusianya mah memang macem-macem, ada bener tulen, ada yang bener kw 1, kw 2, kw 3 sampe abal-abal.

Nih, dipaparin dikit ya, dikit lho ini. Belum semuanya.

Perbedaannya di mana sih?

—————

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini dinukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).
1. Ahlussunnah: Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj

Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah

2. Ahlussunnah: Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad

3. Ahlussunnah: Dua kalimat syahadat

Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Ahlussunnah: Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5. Ahlussunnah: Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhu

Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Ahlussunnah: Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

7. Ahlussunnah: Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Ahlussunnah: Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9. Ahlussunnah: Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar di mana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

10. Ahlussunnah: Al-Qur’an tetap orisinil

Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah diubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Ahlussunnah: Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Ahlussunnah: Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Diceritakan : bahwa nanti di akhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, dia pun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Ahlussunnah: Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Ahlussunnah: Khamer/ arak tidak suci.

Syiah : Khamer/ arak suci.

15. Ahlussunnah: Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Ahlussunnah: Pada waktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17. Ahlussunnah: Mengucapkan Aaamiiin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah : Mengucapkan Aaaamiiin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

18. Ahlussunnah: Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19. Ahlussunnah: Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan. (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

——-

Masih bilang sama? Gak gaul deh kamu! :P

Tambahan:

Untuk membaca lebih jauh mengenai Syiah, bisa mengoleksi buku berikut ini.

isu syiah - buku

Buku terbaru karya ust. M. Baharun, salah seorang ulama ‘spesialis Syi’ah’ di Indonesia, membahas berbagai hal penting, termasuk Risalah Amman. Harganya hanya Rp 33.000,- (belum termasuk ongkir). Untuk pemesanan, SMS langsung ke 0896-227-45-222 ya ;)

Semoga bermanfaat ;)

Indonesia Memiliki Presiden Baru

Postingan tanggal 9 Juli ini tak akan panjang. Terlalu bersemangat untuk menyambut presiden baru ;)

(pasangan baru, kapan, An?)

Alhamdulillah, akhirnya lepas semua ketegangan sebelum 9 Juli! Fyuuuhhh….

2014 merupakan tahun penting bagi dunia.

Untuk umat Islam di Indonesia khususnya, bulan Juli merayakan sebuah kemenangan besar, yaitu Idul Fitri dan bersama umat lain melaksanakan pemilu pemilihan presiden sekaligus meramaikan piala dunia yang diselenggarakan di Brazil.

9 Juli pemilu pemilihan presiden

14 Juli final piala dunia

22 Juli hasil rekapitulasi akhir pemilu presiden

28 Juli idul fitri

Sampai aku sempat galau, tanggal bagus buat aku yang mana ya? :lol:

Alhamdulillah, sekali lagi, Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan bernegaranya :) Selama lima tahun ke depan, Indonesia akan dipimpin oleh seseorang yang diberi amanah oleh rakyat mayoritas dan mengalahkan pesaing politiknya. Benar, ini adalah pemilu presiden paling seru dan meriah luar biasa. Semua memiliki harapan yang membuncah dalam dada.

Selamat bertugas kepada presiden dan wakil presiden yang baru. Kami akan membantumu menjaga Indonesia :)

Terima kasih tak terhingga kepada bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan bapak Boediono atas kerja kerasnya selama lima tahun ini.

Perjuangan belum selesai.

#Salam1Jari

#IndonesiaTanpaJIL