In Allah We Trust :)

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

Kelak, Ketika Kita Bertemu

Kelak, Ketika Kita Bertemu

embun-akung

photo credit to: Dedi Sobari

Kelak, ketika kita bertemu akan kutadah
kata-kata yang mengalir dari matamu.
Kutampung dalam helai-helai daun.
Kubiarkan malam menguapkan menjadi
embun. Dan, di suatu pagi akan kau
temukan puisi di samping tempat
tidurmu. Puisi dari kata-katamu sendiri.

2010
~ Lelaki Budiman ~

Kamu Memang Duniaku. Begitulah.

Kamu sebagai temanku. Sensasi deg-degan mengenal orang yang baru pertama kali kukenal terus berulang bila ada sifatmu yang baru kuketahui.

Kamu menjadi sahabatku. Orang yang pertama mengetahui rahasiaku sebelum orang lain. Aku percaya padamu.

Kamu sebagai adikku. Kemanjaan khas seorang anak laki yang kadang sulit beranjak dewasa. Boys will be boys. :)

Kamu menjadi kakakku. Kedewasaanmu membuatku merasa terlindungi. Bijaknya cara pengambilan keputusanmu menenangkanku.

Kamu sebagai kesayangan. Aku yang manja, mendapat tempat untuk berlabuh dari segala lelah dan takut.

Saat ini, kamulah duniaku.

Iya, kamu.

 

Throw It All. Remove All. Slam The Door.

Bye, my past. 

Yah, seharusnya demikian dan memang itulah yang kulakukan. Saat ini aku sedang merapikan semua folder yang ada di ponsel, surel, medsos, dan laptop. Hal yang berkaitan dengan masa lalu, kubuang. SEMUA? Hm, semua yang berkaitan dengan mantan. :P

Aku membuang semua kenangan. Bahkan yang termanis sekali pun. Bukan, bukan berarti aku tak bersyukur. Biar bagaimana pun, setidaknya mantan pernah membuat hidup lebih berwarna di masanya, kan? ;)

Sempat galau ketika menghapus semua foto di laptop. *halah* Tetapi demi kebaikan bersama, semua benar-benar menghilang dari peredaran. Hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Dulu sih aku selalu mempertahankan beberapa foto. Dalihku adalah, “Sebagai kenangan.” Namun kemudian aku sadar, bahwa kenangan cukup dalam hati saja. Bakalan susah move on kalau terus melihat sesuatu yang membuat kita menoleh terus ke belakang.

Jujur, ada satu orang saat ini yang membuatku sadar. Dia hanya bertanya retorik, “Masih disimpan?” Pertanyaan yang mengandung banyak makna. Iya, benar. Untuk apa kusimpan lagi? Toh, mantan juga belum tentu menyimpan fotoku. Hahahahaha :lol:

Jadi, mari kita mulai dengan sesuatu yang lebih baik mulai saat ini. Lebih indah, lebih menarik, lebih menjanjikan, dan lebih menyenangkan.

Bye, mantan! :)

Atas Nama Integritas

shutterstock_114358072

 

Photo credit by Shutterstock

Sebentar, kita cek dulu apa yang dimaksud dengan INTEGRITAS ya :)

integritas /in·teg·ri·tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran;

Nah, begitu kata KBBI. Penjelasan berikutnya seperti ini:

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Definisi lain dari integritas yaitu suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hypocrite (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Sederhananya, ciri manusia  berintegritas ditandai oleh kompaknya kata dan perbuatan alias amanah. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.

“When you are looking at the characteristics on how to build your personal life, first comes integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and last and least, experience.

Without integrity, motivation is dangerous; without motivation, capacity is impotent; without capacity, understanding is limited; without understanding, knowledge is meaningless; without knowledge, experience is blind. Experience is easy to provide and quickly put to good use by people with all other qualities.

Make absolute integrity the compass that guides you in everything you do. And surround yourself only with people of flawless integrity.”

Sudah mulai ada bayangan? Integritas adalah kepribadian seseorang. Menurutku, integritas sejati terlihat ketika seseorang melakukan hal sederhana yang tak dilihat orang. Misal: membuang sampah pada tempatnya. Jika hal ini saja bisa dilakukan tanpa terpaksa dan disuruh, dia memiliki kepribadian yang sangat baik.  Ini juga berkaitan dengan apa yang namanya ATTITUDE, yang harus dijabarkan dalam bahasanya Pangeran William :D

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that was given to me that might help answer these questions, and as I said earlier, it also highlights the beauty and certainty of mathematics.

If A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S-T-U-V-W-X-Y-Z

is represented by

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26

If we follow that comparison then the word K-N-O-W-L-E-D-G-E could be represented and collated as 11+14+15+23+12+5+4+7+5 which would equal 96%.

H-A-R-D-W-O-R-K could be represented and collated as 8+1+18+4+23+15+18+11 which would equal 98%.

But A-T-T-I-T-U-D-E would be 1+20+20+9+20+21+4+5 which equals 100%.

Therefore one could conclude with mathematical certainty that while HARDWORK and KNOWLEDGE will get you close,  a great ATTITUDE will get you all the way there.

Paham kan ya?

Trus maksudnya menulis tentang dua hal ini apa?

Sometimes, ada orang yang terlihat baik, sepertinya bisa bertanggung jawab, kemungkinan bisa menjadi role model bagi orang lain, nyatanya tak lebih dari seorang pecundang. *sambil ngaca, takut jika memiliki sifat seperti ini* Janji yang tak bisa dipegang dan tak bisa diberikan amanah. Sering, sangat sering aku menemukan orang semacam ini sambil terus berkaca pada diri sendiri. Adakah amanah yang tak kuselesaikan? Apakah itu? Aku selalu tak pernah tenang bila ada sesuatu hal yang kurang. Pasti terasa di hati. Ini yang membuatku bertahan dengan amanah yang diberikan, meski seberat apa pun.

Saat ini, ada beberapa amanah yang sedang kugenggam. Salah satunya justru mendapat teguran dan peringatan dari kesayangan. *ihix* “Cukup, hentikan!” Dan sederet kalimat omelan. Aku tahu, maksudnya baik. Tetapi aku sudah telanjur menyanggupi untuk menyelesaikan amanah tersebut. Hingga akhir bulan Oktober 2014 saja. Aku mencoba mempertahankan amanah. Kredibilitas menjadi taruhannya. Tentu saja, harus dibarengi dengan attitude yang baik. Tak mudah. Apalagi jika berurusan dengan orang yang baru dikenal, kelak akan menjadi mitra atau rekanan bisnis yang oke, kan? Juga, menjadi keluarga baru yang saling mendukung.

Ya sudahlah, ngacapruknya selesai. Sekadar mengeluarkan yang ada dalam pikiran kusut ;)

It Is Not Coincidence!

Tentu saja! Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Hanya saja, manusia memang lebih suka berkonspirasi, berasumsi, dan berimajinasi.

coincidence

Jika mengetik ‘coincidence‘ di bagian Google Image, banyak sekali muncul semua yang serba mirip atau dimirip-miripkan. Artis A mirip dengan seseorang di masa lalu. Atau kejadian X ternyata mirip dengan yang terjadi di tempat lain. Rajin banget ya yang mencari sumber kemiripan ini entah mendapatkannya dari mana.

coincidence1

Rada bete tokoh pahlawan imajinerku disamain dengan Obama. *ngok*

Tuhan sudah menentukan akan terjadi apa, di hari apa, dan bagaimana rincian kejadiannya. Bahkan sebuah daun yang gugur pun tak luput dari ketentuan-Nya. Berapa jumlah tetes air yang tumpah dari langit pun ada dalam kuasa-Nya.

Terkadang, sebuah “kebetulan” itu benar-benar membuat geer semesta gitu. “Eeeehh… Kebetulan, saya punya anak perempuan yang kuliah di bla bla bla. Kita besanan yuk, Ceu?” *yasalam, ngurusin jodoh :D *

Bukan kebetulan semata kalau aku masuk ke dunia beberapa lelaki tanpa pernah terpikirkan olehku. Sebagai teman dekat, sebagai kenalan, sebagai sahabat, sebagai masa lalu yang kelam, sebagai (harapan) masa depan. Titik balik itu bernama #senja. Aku tak pernah menyangka pernah menjadi bagian dari hidupnya meski hanya tiga bulan. It was a crush or a real love? Don’t care. Satu hal yang pasti, darinya aku belajar melalui proses trial and error untuk memahami pria lain setelah bapaknya anak-anak.

Kemudian aku bertemu dengan berbagai tipe pria dengan semua karakternya. Bukan kebetulan aku melewati semua proses penyembuhan trauma melalui mereka… Sebut saja Sean, Ken, John, Bob, dan Zoe. Ternyata aku bisa berlatih menjadi lebih kuat…coincidence2

Aku pindah ke Bandung pun bukan kebetulan. Rencana Tuhan selalu lebih indah. Pengalaman bekerja di sebuah digital agency cukup membuatku lebih percaya diri. Menemukan passion yang lain dan membuatku semakin berkembang. Kebetulan? Bukan. Dua kali ganti nanny, juga bukan kebetulan.

Menjadi lebih sering bertemu anak-anak kanker, itu skenario Allah. Bertemu saudara baru dalam ITJ pun kehendak Allah. Bagian kebetulannya sebelah mana? Meski aku agak bingung bagaimana aku bisa nyemplung ke ITJ seketika? :D

Kalau sekarang aku menemukan beberapa “kebetulan”, aku yakin, ini semua bagian dari rencana Allah. Semua, meski kutolak dan kuhindari, akan tetap menghampiri entah bagaimana caranya. Pun semua, meski aku ngotot ingin mendapatkannya, Allah bisa dengan mudah menjauhkannya dariku. Penggantiannya, selalu lebih baik. Janji-Nya tak pernah luput.

Mengapa ada postingan ini? Karena bukan kebetulan jika Allah mempertemukan aku dengan Esmony. Gitu aja sih.

Serius amat. :lol: