2018: Penuh Harapan dan Doa Terbaik

Judulnya terlalu mainstream ya? Iya, gapapa. Setiap orang memiliki harapan dan doanya masing-masing untuk menyambut 2018. Termasuk saya.

photo by JKD

Saya tak banyak meminta untuk tahun ini. Menjalani hidup penuh syukur bersama orang-orang terkasih sudah sangat membahagiakan.

Sudah pasti, jalan di depan sana akan berliku. Kita akan melihat jalanan penuh lubang, duri, paku, tikungan tajam, bahkan gang buntu. Adalah pilihan kita mau meneruskan jalan yang sudah dilewati, berbalik arah, atau ganti rute?

Tahun 2018 masih ada 364 hari lagi setelah tanggal 1 Januari ini terlewati. Bagi saya, ada kecemasan yang belum tuntas di tahun 2017. Setidaknya untuk dua poin penting dalam hidup.

Jika ada yang bertanya mengapa saya cemas, jawabannya karena saya memang mudah cemas. Saya juga sering ketakutan, tetapi saya berjuang untuk tidak membiarkan rasa takut itu menguasai pikiran.

Itu sebabnya, saya mencoba untuk memberi afirmasi positif bahwa tahun ini akan menjadi tahun kebahagiaan bagi saya, keluarga, orang-orang terkasih, dan semuanya.

Ketika dua poin terpenting saya sudah diperjuangkan semaksimal mungkin di tahun 2017 dan Allah belum memberikan jawaban (bahkan di detik-detik terakhir pergantian tahun saya masih berharap ada keajaiban), saya mencoba untuk mengambil langkah mundur sedikit.

Saya duduk, mencoba tenang, merangkai kembali semua yang terjadi di tahun 2017. Apa yang salah, apa yang belum saya perbaiki, apa yang terlewat dan harusnya dilakukan.

Di penghujung tahun 2017, energi saya habis total. Akhirnya benar, masuk 2018, saya terengah, nyeri, dan lelah.

Untungnya, saya sudah menyiapkan beberapa rencana, setting goals, dan siap untuk menjalaninya. Tapi karena tenaga saya masih belum pulih, pikiran saya masih berantakan, dan perasaan saya kacau balau, saya mungkin akan menenangkan diri setidaknya seminggu pertama Januari.

Saya tidak mau tergesa untuk segera berlari. Saya harus mensejajarkan langkah dengan kaki-kaki mungil krucil dan selalu ada di samping #MyA. Saya hanya perlu mengatur napas, memberi oksigen pada otak agar bisa menjaga kewarasan, dan tak lepas dari zikir.

Resolusi 2018? Menggenapi resolusi 2017 yang sudah tercapai. Menyempurnakannya. Memperbaiki yang kurang.

BismiLlah.

-bandung,010118-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.