Mencintaimu, Belajar Mengenalmu Seumur Hidup

Tak ada yang benar-benar sudah yakin mengenal pasangannya selama ini. Bahkan Mama dulu pernah bilang, “Bapak kamu itu penuh kejutan setiap hari. Mama belajar terus untuk mengenal Bapakmu yang unik.”

Saya tersenyum. Saya pun pernah membaca, lupa entah di mana dan kapan, bahwa sebuah hubungan, sejatinya tentang bagaimana belajar mengenal pasanganmu setiap hari.

Mama dan Bapak mengajarkan saya tanpa banyak kata. Mereka memperlihatkan kepada saya arti mengalah, membesarkan hati pasangan, mendengar, memercayai, dan tak lelah ada di sisi betapa pun beratnya masalah yang dihadapi.

Mama pernah bilang, “Kalau hari ini kamu mendapatkan sup ayam sebagai makan siang, mungkin besok kamu akan mendapatkan gule kambing dan lusa akan terhidang sayur asem. Begitu pula hidup bersama pasangan. Kejutannya tak akan pernah berhenti.”

Lanjut Mama, bahwa pasangan adalah rezeki sekaligus ujian. Apakah kita bersyukur ataukah kufur terhadap nikmat yang telah diberikan. Pasangan adalah ladang amal seluas-luasnya, diikuti dengan keberadaan anak-anak.

Mama mengatakan filosofi hubungannya dengan Bapak, saat saya masih gadis, belum menikah. Mama seolah tahu, beliau tak akan pernah bisa melihat anaknya berkeluarga. Maka wejangan demi wejangan dihadirkan.

Kegagalan saya dalam pernikahan terdahulu banyak menyisakan trauma, sakit hati, tapi sekaligus hikmah luar biasa. Kalau Mama masih ada, saya yakin beliau tak akan menangis melihat kondisi saya saat terkoyak dan terpuruk lahir batin itu. Mama mungkin akan memarahi saya sehari, kemudian memeluk saya berhari-hari hingga saya siap untuk berdiri lagi.

Seolah Mama berbisik pada saya di malam-malam sepi, “Jangan pernah mencari. Suatu saat, cinta sejatimu akan datang, tepat ketika kamu membutuhkan dan tak lagi mencari karena pembenaran sepimu.”

Saya diam. Saya mencoba meraba ke mana arah Allah menuntun langkah-langkah tertatih ini. Bahkan saya merasa sudah siap jika memang harus terus sendiri. Namun ternyata saya salah. Allah tersenyum dari ujung cakrawala, memberi sejumput cinta-Nya, di kala saya hening di sepertiga malam menjelang milad saya tahun ini.

Ada seseorang hadir seolah tak direncanakan, padahal dialah rencana Allah yang sedang mendekat pada saya.

Hati saya yang sudah pernah terluka, menyambutnya dengan takut. Senyum saya masih kaku karena malu, menyadari cinta Allah sedemikian dahsyat. Ternyata, untuk mendapatkan hadiah terbesar dari Allah ini, tidak bisa dengan mudah. Ujiannya banyak.

Ibarat anak SD yang akan menghadapi ujian nasional pertama kali untuk bisa lulus dan masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, saya harus melalui serangkaian tes. Soal demi soal saya jawab dengan pelan, penuh rasa takut.

Takut salah menjawab. Takut salah melangkah. Takut jika akhirnya saya tak lulus ujian dan melepaskan kesempatan mendapatkan hadiah yang dijanjikan Allah.

Saya seperti mendengar Mama kembali berbisik, “Belajarlah terus untuk mengenal dirimu sendiri. Belajar mengenal Allah dari berbagai ciptaan-Nya. Salah satunya, belajar mengenal pasanganmu. Tak akan pernah mudah, tapi Mama yakin kamu bisa. Karena kamu murid cerdas.”

Saya menghela napas dan ingin menjawab Mama, bahwa anaknya yang satu ini memiliki banyak kecemasan. Bahkan minggu lalu, bertemu banyak teman dan semua bilang, “Bun, wajahmu pucat.” Ah, andai Mama tahu, ujian cinta Allah sedemikian… Tempaan-Nya sangat luar biasa.

Suatu saat, Ma. Saya akan memperkenalkan seseorang padamu. Dia, yang saat ini membuat hati anakmu ini bagai roller coaster, naik turun tidak karuan. Namun itulah seninya menikmati cinta-Nya dalam dirinya.

Saya sudah memilih madrasah cinta yang ditunjukkan oleh Allah. Saya akan belajar dengan tekun dan patuh. Belajar mencintainya, seseorang yang diberikan oleh Allah sebagai jawaban dari doa-doa selama ini.

Mama, terima kasih atas segala cintamu…

22.08.17 / 09.24 AM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s