Kita Tak Lagi Sejalan, Saudariku

Apa yang kaurasakan, ketika seseorang atau beberapa orang yang selama ini kauanggap sahabat dan bahkan laiknya saudara kandung, tetiba terasa asing?

Hati kecil tak akan pernah berdusta, apabila ada sesuatu mengganjal, berubah, dan mendadak tak senyaman dulu.

Kehangatan keakraban yang dulu terjalin, suka duka dilalui bersama, seketika berubah.

Alih-alih menjauh secara frontal, perubahan itu terjadi perlahan. Namun akibatnya, membuat hal-hal lain terbuka tanpa perlu kamu susah payah mencari tahu.

Sedih, ketika tahu bahwa kamu dan teman-teman tak lagi sejalan atau satu tujuan. Semua berubah. Terlebih, ketika kamu diterjang badai fitnah dan teman-teman memilih percaya para pembuat fitnah.

Ah, ternyata persaudaraan semu. Hanya terjalin untuk kesenangan semata. Di kala ada ujian, barulah kenyataan terhampar. Siapa sebenarnya mereka, yang pernah kauanggap saudara sendiri itu…

Kini, segalanya berubah. Kebahagiaan yang kauharap nyata itu berakhir. Mereka tak ma(mp)u berjuang seperti dirimu. Oh, bukan. Tujuan perjuangan mereka tak serealiatis kamu. Mereka memiliki idealisme berbeda, rupanya.

Kamu tak lagi dianggap bagian dari mereka. Kebersamaanmu dengan mereka sudah usai. Kini, pilihlah jalan perjuangan lain yang sudah disiapkan Allah.

Segalanya, memang harus terjadi, sepahit apapun yang harus kauhadapi.
*Catatan di lorong kereta api dengan hati yang bersiap untuk petualangan berikutnya.

PS: how do you describe a fake friend?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s