Proses Tak Pernah Lewat Jalan Lurus

Apapun. Proses apapun.

Jika Allah tujuanmu, segala hal yang kaupersiapkan tak akan pernah berteman dengan kata ‘mudah’.

Setidaknya, pengalaman membuktikan, bagaimana Allah ingin melihat sejauh mana hamba-Nya berjalan. Setangguh apa makhluk lemah ini bertahan. Sekuat apa telinga manusia mendengar aneka berita sampah yang bertebaran.

Manusia, fitrahnya adalah hanya mau menerima yang menurut dirinya benar. Terlepas salah atau melenceng sama sekali, itu belakangan. Di sini, salah satu bentuk ujian keimanan diberlakukan. Seandainya akal sehat dan nalar lebih didahulukan daripada emosi dan napsu, apakah perang dunia akan tetap ada?

Apakah dakwah akan lebih mudah bila semua jalannya seperti tol Jagorawi? Mana bagian asyik dan serunya sebuah petualang terapung di tengah samudera apabila semua ujiannya selalu ada di level pemula?

Kulit melepuh karena kepanasan, tak bisa minum air laut, hanya bisa makan ikan mentah, dikelilingi hiu, disapa petir dan gelombang badai, serta tak tahu berada di titik atlas sebelah mana.

Kamu memilih bertahan dan yakin pertolongan Allah akan datang, atau menyerah kalah dan perlahan pasrah? Your choice.

Kamu belum disiram air keras seperti Novel Baswedan. Secara fisik, kamu tak diserang. Kamu ‘hanya’ mendapat fitnah. Justru kamu tahu, fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan. Tetapi di situ letak istimewanya. Biarkan dosa-dosamu pergi meninggalkanmu dan pahala yang pernah mereka kumpulkan, mengalir padamu.

Fitnah membuat seseorang terbunuh karena dianggap mencuri ampli masjid, padahal ampli masjid masih utuh dan yang ada pada almarhum adalah amplinya sendiri.

Jalan dakwah tak pernah mudah. Melindungi barang milik pribadi saja bisa diserang seperti itu, apalagi menjaga milik ummat?

Manusia pilihan selalu diuji, karena Sang Maha memang hendak menjadikanmu kecintaan-Nya karena tahu kamu layak mendapat cinta-Nya.

 

 

*di sudut kamar di planet Bekasi#

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s