Ketika Dikhianati Lebih Terasa Menyakitkan Daripada Dimusuhi

Setidaknya pernyataan itu berlaku untuk saya dan beberapa orang yang diam-diam setuju dengan judul post  ini. Ada amin? Oke.

Tentu saja, pengkhianatan bukan datang dari musuh, itu sih namanya perlawanan.

Don’t fear the enemy that attacks you, but the fake friend that hugs you.

Benar, pengkhianatan sering dilakukan oleh orang-orang yang justru kita kenal baik. Sangat baik, malahan. Bisa saudara kandung sendiri, misalnya. Atau sahabat karib laiknya saudara? Atau seseorang yang kita anggap dituakan, dihormati, disegani, dan wejangannya senantiasa menyejukkan qalbu?

Well, think twice. Bukan mau berburuk sangka. Curiga boleh. (Meski sebenarnya beda tipis. Hahahaha)

Once the stop talking to you, they start talking about you.

Sayangnya (atau untungnya?), saya bukan tipe yang mau memperpanjang masalah, meski terkadang ingin sekali menuntaskan masalah dalam sekali penyelesaian.

backstabber fitnah

Saya hanya meminta waktu sedikit saja untuk membela diri. Saya memiliki hak bicara, sama seperti warga negara Indonesia lainnya. Saya belum menggunakan hak bicara ini, karena memang tak diberi kesempatan.

Saya tak akan menyerah meminta keadilan itu kepada Allah. Memohon kepada-Nya untuk menunjukkan yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam… Angkanya terus bertambah. Entah fitnah seperti apa yang begitu cepat melesat ke telinga orang-orang yang bahkan tak mengetahui persoalan yang sesungguhnya.

Pengkhianatan dan fitnah ini adalah bentuk cinta Allah kepada saya dan #MyA. Allah menunjukkan kepada kami, siapa sebenarnya mereka. Perlahan namun pasti.

Saya hampir menyerah untuk bisa meminta mereka duduk bersama, menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin meski hati panas luar biasa.  Tetapi saya tak bisa menyerah begitu saja.

Dalam salah satu doa Ramadan 1438H kemarin, saya berdoa minta dikuatkan untuk menghadapi segala tantangan berdakwah. Saya dan #MyA sadar, hantaman gelombang dan badai dalam dakwah tak akan pernah dangkal. Selalu akan ada yang mencoba meluluhlantakkan segalanya. Termasuk, melihat celah dan menghancurkan pondasi yang selama ini terlindungi. Kejahatan selalu punya nama alias.

Ternyata, inilah ujian berikutnya dari Allah untuk kami.

Seberapa percaya kami kepada Allah? Seberapa pasrah kami menerima segala ketentuan-Nya? Seberapa yakin kami terhadap jawaban dan solusi yang telah disiapkan oleh-Nya untuk semua masalah kami?

Doakan kami kuat dan tetap berpegang teguh kepada tali-Nya.

hasbunallahu

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Iklan

2 thoughts on “Ketika Dikhianati Lebih Terasa Menyakitkan Daripada Dimusuhi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s