Ma(l)ukah Kamu Menerimaku?

Tulisan ini tak akan panjang.

Apa yang diharapkan seseorang dengan bipolar disorder dari orang lain, terutama seseorang yang dicintainya? Bukan rasa dikasihani, tetapi penerimaan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Orang dengan bipolar tak pernah berusaha menyembunyikan bahwa mereka memiliki gangguan. Mereka hanya berjuang untuk bisa meredamnya sehingga tak menyakiti dan mengganggu orang lain. Bahkan masih banyak orang di luar sana yang tak menyadari dirinya memiliki bipolar. Orang lain menganggap mereka “sakit” dengan aneka tuduhan.

Saya tahu, tak mudah untuk meyakinkan orang lain bahwa meskipun mengidap bipolar, kehidupan sehari-hari akan tampak biasa saja. Ketika perubahan mood itu muncul, datanglah tanpa perlu bersuara. Jangan pernah bertanya, “Are you alright?” karena pertanyaan itu tak akan mengubah suasana. Cukup diam. Temani saja sambil membaca koran, membuat kue, atau main catur. Kadang, hal sederhana itu lebih baik dari puluhan jenis obat yang harus ditenggak bersamaan.

Oh ya, kamu. Iya, kamu. Sekarang kamu tahu, seseorang yang mencintaimu memiliki gangguan. Apakah kamu malu mengetahui hal itu? Ataukah kamu mau mendekat dan berjuang bersama saya agar saya merasa lebih baik.

One thing, I love you THIS big. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s