Berdamai Dengan Bipolar Disorder

Tulisan ini benar-benar subyektif dan tak bermaksud untuk mencari pembenaran. Jika dianggap membela diri atau too much, tak mengapa. Mungkin memang demikian adanya.

Setiap saat, seorang pengidap gangguan bipolar berisiko menghadapi masalah buruk, mulai dari hasrat seksual terlalu tinggi hingga kematian. Para pasien juga kerap kali terintimidasi dengan stigma bahwa bipolar adalah gangguan jiwa. (CNN Indonesia)

Ada empat episode suasana hati pada gangguan bipolar, yaitu mania, depresi, hipomanik, dan campuran. Bahayanya, pengidap bipolar tidak dapat mengontrol tindakannya saat sedang kambuh. Tak main-main, menurut beberapa penelitian, 10-15 persen nyawa pengidap bipolar habis di tangan sendiri. ( CNN Indonesia)

Hidup di negara yang kental dengan adat Timur, seperti Indonesia, hubungan seksual bebas masih merupakan hal tabu dan terkesan melanggar norma. Di tengah stigma masyarakat tersebut, hidup pula orang-orang yang tak dapat membendung hasratnya melakukan hubungan seksual. Bukan karena nafsu biasa, tetapi gangguan emosi yang disebut bipolar. Studi gagasan Frederick K. Goodwin dan Kay Redfield Jamison (1990) menunjukkan bahwa 57 persen pengidap gangguan bipolar mengalami masalah seksual. (CNN Indonesia)

Unfortunately, bipolar disorder tends to get worse if you don’t get the proper care, says Carrie Bearden, PhD, an associate professor in the departments of psychiatry and biobehavioral sciences, and psychology at UCLA. “The episodes will only get more frequent and severe the longer their illness is untreated.” (Healthdotcom)

Dikutip dari Reuters, satu dari sepuluh orang di seluruh dunia memiliki gangguan kesehatan mental. Namun, hanya satu persen dari tenaga kerja kesehatan global mengobati penyakit tersebut. Gangguan kesehatan mental adalah penyakit yang masih menanggung banyak stigma masyarakat, kata badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). (CNN Indonesia)

Saya selalu kelelahan jika ada orang yang memandang bingung mengapa saya sering seperti malaikat di satu waktu, dan mendadak menjadi setan tak lama berselang. Kadang saya terlihat menyenangkan di mata teman-teman, tetapi bisa menjadi sangat menjengkelkan di saat tak terduga.

Kebingungan saya membuat tak tahu harus menjawab apa ketika ada komentar, “Lu kenapa sih? Tadi nangis, sekarang ketawa. Tadi ramah banget, sekarang minta ditabok banget.”

Oke, mulai ngelantur. Gini. Saya menulis post ini karena habis mengikuti perkembangan berita tentang seorang komut yang membuat twit dengan membawa sebuah gangguan. Berbagai komentar pun mengalir deras. Terutama kecaman pada si komut dan dukungan bagi para orangtua dengan anggota keluarga penderita gangguan tersebut. Banyak. Banyak sekali dukungan diberikan jika seseorang dengan gangguan autis, tetapi tidak dengan bipolar.

Sependek yang saya baca, lihat, dan dengar, justru orang-orang dengan bipolar lah yang harus meyakinkan orang-orang normal bahwa dirinya tak berbahaya bagi lingkungan atau tak akan mengganggu masyarakat. Orang dengan bipolar hanya berbahaya bagi dirinya sendiri.

Berulang kali, berkali-kali, orang dengan bipolar harus menjelaskan kondisi dirinya yang tidak bisa dipahami orang normal.  “Kamu sakit? Kok lemes? Diem aja gitu.” Padahal lagi ngedrop banget, males diajak ngomong. Kan senggol bacok! Atau, lagi girang banget. Over excited. Bisa terlalu bersemangat, sampai harus disindir atau dicela, “Biasa aja, napa. Nggak usah berlebihan gitu.”

Saya, kalo diem aja, dibilang sakit. Kalau lagi bawel banget, dianggap gila. Capek menjelaskannya. Lagian, nggak ada yang belain juga. Tetap harus membela diri sendiri, yang terkadang dianggap defensif berlebihan. Auk ah!

Semoga saya bisa lebih sabar menghadapi diri sendiri dan menanggapi orang lain dengan senyum. Meski sulit dan luar biasa melelahkan.

Because I was born to be awesome, not perfect.

Mending lanjut nonton film. Kuy!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s