Allah Tak Tidur, Allah Tak Abai

Kepada : Kamu yang membaca surat ini.

Hai.

Ini suratku yang terakhir di tahun 2017. Mau sedikit curhat. Dikit aja. Paling sepuluh lembar. 

Jadi gini, 

Kamu tahu gak? Pasti gak. Orang dengan bipolar disorder sama sekali gak pernah berniat menyakiti orang lain. Jikalau ada yang bisa disakiti, ODB lebih memilih menyakiti dirinya sendiri. 

ODB gak punya niat melukai perasaan orang lain. Apalagi main fisik. Alih-alih bikin orang tersakiti, mending ambil cutter dan iris lengan. Kelar urusan. 

Besides, orang normal selalu berpikir bahkan ODB caper, lebay, cemen, atau apalah. Sekali saja ODB bertingkah ‘aneh’, langsung dianggap insensitive. Ini yang menyebabkan ODB menarik diri dan sering (bahkan selalu) berkata, “Am okay”. Demi menghindari masalah baru. 

Mood swing bukan hal mudah untuk ditangani. Kalau sudah fase panic attack, kelar idup lo. Rasanya kiamat. Tapi ada juga yang ‘hanya’ cemas berlebihan. Ujungnya bisa sama, lelah lahir batin. Berasa kayak maraton, padahal seharian di tempat tidur. 

Bunuh diri, puncak dan akhir dari segala rasa sakit di pikiran, hal yang dianggap orang normal sebagai tindakan-bodoh-dan-memalukan. Orang yang melakukan suicide dianggap gak beragama dan bermoral. Pernah liat ada orang taat ibadah gantung diri atau minum racun tikus? Oh, belum? Ya udah. Merek ada. Nyata. So, why did they do that? Bukan, bukan karena mereka gak percaya Tuhan. Mereka hanya lelah. HANYA. LELAH. 

Kamu tau gak, ODB ada di dekat kamu. Bisa saja adikmu, anakmu, pamanmu, atau bapakmu sendiri. Gak jauh. Mereka pernah cerita? Mostly gak. Mungkin karena gak tau mereka punya bipolar disorder. Mungkin takut untuk bicara. Atau malu. Atau alasan lain. 

ODB yang malu membicarakan kondisinya, bisa jadi membuat orang di sekitar merasa terganggu. Sementara, ODB yang menceritakan keadaannya, malah bisa jadi membuat keluarga atau temannya yang merasa malu. “Duh, temen gue bipolar.” Atau, “Anak saya sakit. Apa kata dunia?” 

Berdamai dengan diri sendiri bukan hal gampang. ODB sering dianggap bukan manusia. Hanya orang bermental baja bisa menerima kekurangan (disebut juga ‘keajaiban’) ODB yang dikenalnya. 

Allah tak  mungkin mencipta suatu kondisi tanpa sebab, tanpa alasan. Ada hikmah yang tersembunyi. Allah ingin kita mencari hikmah itu. Setelah ketemu, mau diambil gak? 

Allah sayang. Saking sayang pada makhluk, kondisi bipolar ini ada. Manusia aja yang suka gak sayang pada dirinya atau orang lain. Jadinya, banyak yang semakin menyakiti dirinya sendiri. 

Ah, sudahlah. Kucukupkan saja surat ini. Nanti kita ngobrol lagi. 

Jangan bosan untuk melihat dan membaca sekitar. Iqra. Ada orang yang membutuhkan uluran tanganmu. Jika kamu tak sanggup, minta pertolongan Allah. Ia tak akan abai. Asal kamu mau mendekat. 

Salam. 

PS : ini semua kata saya. Kalau mau versi official, tanya psikiater yak. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s