Tinggallah Selamanya Di Sini 

#KepadaA.

Aku sedang berpikir. Kemudian tak berhenti berpikir. Mengapa harus jatuh cinta kepadamu?

Mana aku tahu kepada siapa hatiku akan menuju? Bagaimana aku bisa memilih untuk siapa aku memberikan sejumput rindu hari demi hari?

Aku juga tak tahu, apakah hatimu akan singgah menuju hatiku? Jika ya, apakah memutuskan untuk tinggal lebih lama atau selamanya? Atau justru hanya sejenak, sekadar melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan, mencari yang kaubutuhkan?

Apa saja yang harus kusiapkan, agar kamu betah di dalam hatiku? Aku ingin kamu tinggal di sini senyaman mungkin.

Ah ya, hatiku berdebu dan banyak yang harus dibenahi. Jika kamu berkenan, aku akan menambahkan beberapa aksesoris pemanis untuk melengkapi sudut hati ini. Apa yang kamu butuhkan?

Aku tak punya kemewahan yang gemerlap untuk mempercantik hati ini. Mungkin aku akan menambahkan penghangat, karena Bandung cukup dingin, terutama di malam hari. Kutambahkan lemari penyimpan makanan dan minuman. Kamu suka teh, kan?  Teh hijau atau teh hitam?

Ah, surat ini tak akan panjang. Tampaknya kamu akan segera tiba. Aku akan bersiap dulu, ya. Semoga kamu betah dan merasa nyaman, hingga akhirnya kamu memutuskan untuk tetap tinggal di dalam hatiku dan tak pergi ke mana pun lagi.

PS: Bawa banyak buku untuk kubaca saat menemanimu ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s