Bahagia Adalah Melihatmu Tertawa

Untuk kesayanganku yang jauh di mata, tetapi tetap dekat di hati (gak usah pake nyanyi).

Dear Bune,

Kamu lagi ngapain saat ini? Sibuk menata mimpi dan merajutnya menjadi kenyataan? Semoga, semesta senantiasa memberi dukungan terbaik untukmu.

Melihat foto-foto dan status media sosialmu akhir-akhir ini membuatku tak henti mengucap syukur. Aku selalu meminta kekuatan dari Sang Maha untukmu, agar tak perlu ada lagi luka yang tergores. Agar hanya ada lantunan syair cinta untuk-Nya dari jiwamu yang rapuh.

Terkadang, kapal akan menemui badai di lautan. Kadang, ketika kompas rusak, ada petunjuk lain yang memperlihatkan di mana arah utara atau timur. Akan ada masanya, badai selesai, kemudian harus membereskan semua puing kerusakan dengan sisa tenaga. Lelah, tetapi penuh syukur karena masih diberi kesempatan untuk tersenyum.

Hey, Bune.

Kenapa ya bahagia terkadang terasa rumit? Mau beli eskrim aja, sampai harus mencari ke tukang jualan yang memajang rasa favorit. Kalau gak ketemu, manyun. Setelah itu lupa. Kemudian tertawa karena pernah manyun gegara eskrim. Mau ketawa aja harus menghadapi kondisi gak dapat eskrim.

Sama seperti ketika aku mau ketemu dia aja, butuh perjuangan tiga tahun sampai akhirnya ada japrian tak terduga yang menyebutkan kalau dia mau ketemuan. Kan… Kan… Tiga tahun aku manyun, rugi gak sih?

Udah ah. Abaikan.

Bune, sampai sekarang aku masih suka tertawa sendiri mengingat bagaimana kita kenalan pertama kali dulu. Hanya karena menang kuis, tapi akunya gak bisa datang ke JCC. Kemudian, entah bagaimana cara semesta mendekatkan kita, dua kutub yang saling berseberangan dan bersilangan ini terikat dengan cinta (alah, bahasa si gue). Gak tau deh ya, gimana orang lain menilai dan melihat kita yang jelas kayak utara  dan selatan. Jauh banget bedanya. Tapi cinta Allah maunya kita dekat. Gimana dong? (nanya lagi)

Bune, maafkan aku ya, jika selalu merepotkan. Tapi kan emang mukamu layak direpotin. *ngumpet di pu’un toge’.  Terima kasih selalu ada dalam setiap ketiadaan. Terima kasih untuk yang sudah lalu, yang sekarang terjadi, dan yang akan segera kita lalui bersama.

Salam sayang selalu dari Bandung.♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s