Hidung Lucu

Bayi kecil yang mulai banyak maunya : Salman

Persis sebulan setelah kita merayakan hari lahirmu yang kedelapan, ya? Ah, kamu sudah besar.

Masih jelas dalam ingatanku, betapa kehadiranmu sempat tak bisa kuterima. Mengapa kamu harus ada, ketika segalanya tampak mustahil. Kemudian, cintamu meluluhlantakkan segala nyeri di dada.

“I love you, Mom,” bisikmu setiap kali menginginkan hal itu terucap dari bibir mungilmu.

“Thank you, Mom,” sambil memelukku erat, meski aku tak merasa memberimu apapun.

“Sorry, Mom,” air matamu menderas jika suaraku mulai meninggi karena jengkel.

Ah, cintaku. Aku selalu senang memijit  hidung lucumu yang bentuknya imut, hingga membuat abangmu keki. Dia tahu, hidungnya tak lucu seperti milikmu.

Sebentar lagi, kamu akan semakin sering tak di rumah. Kamu selalu bilang, “Nanti, giliran aku yang kerja dan pulang bawa uang buat Bunda jajan.” Ah, cinta…

Hey, terima kasih tetap mau bertahan menjadi bagian dari hidupku meski aku belum bisa memberikan apa yang kamu minta. Aku hanya punya semangat dan kasih sayang agar kamu tetap merasa aku selalu ada meski kelak aku tiada.

Entah kapan akan berakhir, pelukan eratmu saat tidur di sebelahku.

Sepenuh cinta.

-bunda-

Iklan

2 thoughts on “Hidung Lucu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s