Cukup Sekian Jarak Antara Kita

Untuk : Seseorang di selatan Jakarta.

Surat ini tak akan panjang. Mungkin tak sampai 100 kata. Anggap saja sebuah telegram dari masa lalu. 

Terakhir kita bertemu, aku terpana dengan penampilan barumu. Tampaknya, kamu juga kaget dengan penampilan aku di sore itu. Kita tak bicara sama sekali dalam pertemuan dua jam itu. 

Satu hal yang aku ingat, aku memergoki tatapan matamu ke arahku. Tak hanya sekali. Empat, paling tidak itu jumlah yang tertangkap mataku saat melihat ke arahmu. 

Oh, mungkin aku geer. Mungkin kamu hanya melihat seorang perempuan berwajah pucat karena sakit. Mungkin juga bukan itu. Aku tak peduli. 

Kamu melihat perubahan dalam diriku? Aku melihat perubahan dalam caramu melihatku. Ah, sudahlah. 

Lupakan aku pernah menyukaimu. Kini aku mencintai orang lain. Seseorang yang kamu kenal. Maaf, kamu sudah menjadi bagian dari masa laluku. 

Salam dari kedai kopi. 

-an-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s