Belajar Mencintaiku 

#KepadaA

Kamu, apa kabar hari ini? Sibuk, seperti biasa? Tentu saja. Semoga sibuknya bermanfaat, ya. Semoga lelahmu karena Lillah.

Menulis surat ini dengan senyum yang tak henti menghias wajahku, apalagi saat bangun tidur dan muka bantal masih terlihat jelas. Pertanyaannya adalah, apakah aku tetap menarik bagimu jika kelak kamu melihatku baru bangun tidur? Hm. Apakah akan terlihat messy seperti Anna Frozen (tapi bisa menjadi menarik seketika)?

Ada banyak usaha yang seorang lelaki lakukan untuk bisa mencuri perhatian perempuan. Sekali pun harus dengan cara yang paling menjengkelkan di mata perempuan. Tetapi harap diingat, menguji hati bukan dengan cara becanda. 

Aku tahu, banyak sekali wanita yang berebut perhatianmu. Siapa yang tak ingin menjadi pendampingmu? Namun, hingga saat ini, tak satu pun menjadi pemenang. Semua misteri. 

Banyak orang tahu, bahkan orang yang tak begitu mengenalmu, bahwa tipe wanita yang ingin sekali kamu taklukkan itu seperti apa. Semuanya terang benderang. Tetapi, apakah Allah mewujudkannya? 

Saat aku menulis surat  ini, aku sedang bermimpi. Kadang, aku ingin segera terbangun karena kau tak kunjung menjadi nyata. Masihkah pantas kau kutunggu? Berapa lama lagi waktu yang tepat bagimu untuk berpaling kepadaku? 

Mengapa sedemikian sulit untuk mengetahui apa isi hatimu? Mengapa, aku sendiri tak bisa menanyakannya langsung kepadamu. Alih-alih takut, aku membawa namamu dalam doa. 

Aku belum lelah. Tetapi, mungkin aku harus belajar melepasmu perlahan. Memberi ruang kepadamu. 

Untuk belajar mencintaiku. 

*di pojok kafe, sendirian. 

-an-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s