Jodoh, Misteri Terbesar Kedua

Kepada : Bayangan dalam cermin

Ada yang bertanya pada Pidi Baiq, “Apakah rindu itu?”

Jawabannya sangat sederhana, “Tidak pernah berhenti, seperti sedang berjuang, sampai tiba di tempat tujuan dan bisa duduk bersamanya.”

Dulu, belum terlalu lama, jika ada acara kumpul bareng dengan teman-teman yang masih gadis, selalu ada candaan. “Siapa ya, yang bakalan ngasih undangan berikutnya?” Saya, selalu menjawab, “Ayo kalian kasih undangan ke aku. Kan aku sudah pernah, ngalah deh sama yang belum.” Semua tertawa. Saat itu, jujur, saya berkata tulus.

Kini, kamu tahu, saya didera gelisah yang pernah muncul di awal kesendirian. Sepi itu gak enak. Tapi bagaimana cara menepis kekosongan itu?

Seseorang yang saya kenal, yang pernah menjadi pengajar saya saat masih di Cirebon, baru saja melangsungkan pernikahannya. Penantian yang sangat lama. Berteman dengan sepi tanpa pernah sekali pun ragu pada ketentuan Allah. Yakin, bahwa suatu saat, jodoh akan tiba.

Amazing adalah ketika semua anak didiknya sudah punya anak, beliau masih sendiri. Doa dari kami tak pernah putus untuknya, hingga berita bahagia itu tiba. Dua puluh lima tahun lalu kami mengenalnya, di usianya yang seharusnya punya anak usia SD, beliau masih sendiri.

Ada haru menggelegak di sanubari. Jodoh memang misteri. Jodoh, bisa dekat, bisa pula jauh.

Hal pertama yang didapatkan oleh manusia saat lahir adalah rezekinya. Makan, minum, tempat tinggal, pakaian, dan lainnya. Kemudian jodohnya. Terakhir adalah kematian.

Jodoh itu lucu. Dia bisa berwujud teman berantem saat SD, rival bisnis, tetangga sebelah rumah, atau hasil kencan daring. Bisakah kamu melihat jodoh saya kelak? Mengetahui jodoh mantan bos di kantor yang itu? Menebak jodoh pelatih renang keponakan saya?

Jodoh memang di tangan Allah. Tetapi jika tak kamu jemput, dia akan diberikan kepada orang lain, atau ada orang yang meminta jodohmu. Gitu lho.

Sekian dari saya. Kamu, tetaplah jadi bayangan.

*catatan bubuk matcha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s