Jadilah Lelaki Tangguh Dan Pemberani

Kepada : Seorang Ikhwan Shalih

Kamu, pria baik hati yang saya kenal di sebuah tempat baik.

Kamu selalu bicara seperlunya. Membalas chat juga seperlunya. Tak pernah ada yang sia-sia keluar dari mulutmu, atau lewat ketukan jari tanganmu. Kamu sibuk bekerja dan menggali ilmu tak jauh dari tempatmu berkarya.

Kamu selalu santun. Bukti didikan dari gurunda yang tak sia-sia. Aku pernah ada di posisimu, bertahun lampau. Saat aku masih di Jakarta. Ah, saya rindu masa-masa segala kebaikan tercurah di sana.

Oh ya, saya ternyata sering bertemu denganmu, jauh sebelum kita dipertemukan di komunitas itu. Hanya saja, karena saya tak pernah menyadari kehadiranmu dan tak tahu siapa kamu, saya melewatkanmu begitu saja. Saya merasa tak penting, karena setiap ke daerah tempatmu kerja, banyak orang yang saya temui. Bahkan, saya pernah bertanya, “Emangnya si Kang X itu yang mana?” Padahal saya sudah punya nomer kontakmu dan pernah makan satu meja. Kamu pun makan di seberang meja tempat saya duduk. Saya masih tak menyadari kamu siapa.

Entah, setelah semakin sering bertemu, ada yang lucu perlahan terjadi. Kenapa ya? Saya tak tahu. Saya juga tak mau tahu. Saya juga berusaha tak peduli. Saya menganggap, hal ini hanya percikan yang bisa sewaktu-waktu menghilang lalu mati, jika saya (dan juga kamu) tak membuatnya menjadi berkembang tumbuh subur.

Saya mencintai seseorang. Tentu saja, dia itu bukan kamu. Dia orang yang shalih, sama seperti kamu. Saya mencintainya. Itu saja. Kamu terlambat enam tahun, jika memang saya harus jatuh cinta padamu.

Kamu orang baik dan berperilaku lemah lembut. Sepantasnya mendapatkan wanita shalihat yang lembut pula. Kamu tentu sudah tahu saya yang ramai, tak bisa diam, dan coba pikirkan, jauh banget dengan sikapmu yang tenang.

Jadilah lelaki perkasa. Bukan fisik yang harus sebesar Rambo atau Hulk, tetapi kuat memikul beban tanggung jawab sebagai imam keluarga kelak. Jadilah lelaki pemberani. Tak harus seperti tentara al-Qassam di Palestina. Cukup berdiri tegak menjadi diri sendiri sebagai penyeru kebenaran Illahi, membela agama-Nya dengan caramu sendiri.

Saya senang mengenalmu. Belajar banyak hal dari pribadi sederhana sepertimu. Semoga Allah senantiasa mencurahkan berkah, melindungi dari segala mara bahaya, dan memenuhi jiwamu dengan kebahagiaan.

Salam dari Cibiru.

-an-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s