Kehadiran yang Dinanti dan Dihindari 

Kepada : Malaikat Maut. 

Surat ini akan tampak mengerikan karena ditujukan pada sosok ghaib yang menampakkan diri sesuai siapa yang dihampiri. 

Entah mengapa, aku ingin sekali menulis surat khusus ini. Sesuatu yang tak pernah terpikirkan akan kulakukan. 

Dalam dua bulan, sejak 2017 membuka dirinya, engkau tampak sibuk. Banyak sekali kabar duka yang mampir ke berandaku. Semuanya, tentang ayahanda. 

Mayoritas, teman-teman menulis bahwa ayahandanya atau ayah mertuanya dipanggil pulang oleh Allah. Sedih tak terperi. Aku ingat saat engkau menemui bapakku tahun 2003. Aku bahkan tak ada di sisinya saat engkau datang. 

Padahal, sebulan sebelumnya, Bapak memberi tanda padaku bahwa engkau akan segera tiba. Aku ingat, Bapak bilang, “Bapak mau pergi jauh. Gak usah tanya ke mana.” 

Setiap saat ada kelahiran dan kematian. Ketika anak pertama temanku lahir, esoknya sang kakek wafat. Ketika si  anak ulang tahun, tak lama bapaknya wafat. Keseimbangan alur kehidupan yang terlihat teratur. Rapi. 

Saat hidup di dunia fana  ini dimulai, di saat yang sama pula, gerbang hidup kekal abadi dibuka. 

Engkau hanya tunduk pada perintah Allah. Tanpa pernah protes atau membangkang. Tak mendahului atau menunda. Semua tepat waktu. 

Semoga, ketika orang-orang terdekatku yang kini masih ada di dunia ini, dan juga aku, bertemu denganmu, akan melihat wajahmu yang tersenyum. Sama seperti ketika engkau mencabut ruh para shalihin dan shalihat. Bukan wajah kejam mengerikan ketika engkau menarik paksa nyawa para penentang Allah. 

Engkau adalah salah satu yang harus kuimani. Doakan aku agar bisa bertemu denganmu yang tersenyum. Kelak, ketika Allah menyuruhku pulang. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s