CV Ta’aruf Bukan CV Lamaran Kerja

Dulu, CV lamaran kerja seseorang bisa mencapai 7 (iya, TUJUH) lembar untuk menunjukkan pengalamannya bekerja (sekaligus memperlihatkan kesombongannya secara tidak langsung). Saya pernah menemukannya saat bekerja di kantor outsourcing di tahun 2007.

Sekarang, CV lamaran kerja cukup selembar. Praktis, humanis, dan irit kertas ketika dicetak. Gitchu. Lagipula, HRD zaman sekarang tak peduli kamu lulusan mana. HRD keren itu akan dengan santai bertanya, “Pengalaman kerja Anda apa? Berapa gaji yang diinginkan?” To the point. Kalau bertanya lulusan mana, hanya untuk mengisi percakapan. Toh dia bisa lihat dari kertas yang dipegangnya saat wawancara. *iye, eikeh sotoy.

Sementara, ternyata banyak yang menyangka CV Ta’aruf itu cukup berisi nama lengkap, alamat lengkap, nomer telepon, pekerjaan saat ini, dan kriteria calon idaman. Itu sih selembar juga kelar. Setengah lembar, malahan. Nyatanya, CV untuk mencari jodoh itu (ternyata ada yang) tak cukup hanya dua lembar. (Meski saya pernah menerima CV seorang ikhwan benar-benar hanya dua lembar).

Oh ya, ta’aruf itu artinya berkenalan. Arti taaruf berasal dari kata ta’aarafa. Secara lebih spesifik, ta’aruf antarlawan jenis diartikan sebagai proses perkenalan atau berkenalannya seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk mendapatkan keyakinan terkait kelanjutan hubungan mereka: menikah atau tidak.

Sekalian ngiklan di sini, teman tersayang saya, Feny atau biasa dipanggil Fey, menjadi motor penggerak berdirinya Komunitas Pejuang Mahar Bandung. Tujuannya, tentu saja menjadi perantara untuk para pria dan wanita yang sedang mencari tambatan hatinya agar kelak bisa bersatu di dalam ikatan pernikahan penuh berkah. Tsah… Eh, ada amin? Kalau mau, bisa loh follow akun Instagram @pejuang.mahar segera. Khusus wilayah Bandung ya? Atau yang mau diproses di Bandung. Bersiap “geregetan” karena ajakan untuk menyegerakan 1/2 agama begitu provokatif. Hahahaha…

Seberapa bagus dan efektif cara mencari jodoh dengan jalan bertukar CV begini? Tergantung, dari sisi mana kamu melihatnya?

Saya sempat berpikir, bukankah lebih enak menikah dengan orang yang sudah kita kenal dengan baik? Marry your best friend gitu lho istilahnya. Tapi, bukan gak mungkin, dengan sahabat malah jadi terjebak friendzone. Apa gak bete?

Kamu ada saran atau kritik atau pendapat lain? Komen dong plis ^^

Iklan

2 thoughts on “CV Ta’aruf Bukan CV Lamaran Kerja”

  1. Menikah dengan sahabat baik? Ehmm pernah kepikiran sih. Secara sahabat baik itu sebenernya adalah orang yang benar-benar mengerti kita luar dalam, tahu kelebihan dan kekurangan, tapi tetap mau menerima kita.

    Tapi terus mikir lagi, kalau nikah sama sahabat, terus pas nanti gw butuh sahabat gw, gimana dong 😂

    Suka

    1. lho, bukannya justru jadi paket combo? suami lu bisa jadi imam, kakak, pemimpin, sekaligus sahabat kan?

      ya makanya sebenarnya bagusnya nikah sama sahabat karena kita gak jaim di depan dia. dia juga udah tau boroknya kita kayak gimana. dia mau jadi sahabat kita karena kita tampil apa adanya.

      tapi dia mau gak ya diajak nikah? *Trus baper 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s