A Family Member You Dislike

Wah, berat nih judulnya! *nyengir bingung.

Kalo mau ngikutin film ala ala Hollywood, tentu menarik, karena selalu ada anggota keluarga yang menyebalkan di mata kita. Bener kan?

Apalagi saya, yang pasti selalu menjadi trouble maker di setiap kesempatan. Selalu ada alasan bagi saya untuk tampil eksis menyebalkan di hadapan keluarga besar.

Ya, sayalah anggota keluarga yang tidak disukai. Dirindukan? Sama sekali gak! Hanya diceletukin, “Eh, anak ilang, ke mana aja?” setiap ada pertemuan keluarga. Saya, tersenyum manis pake banget, dan ngeloyor ke meja makan. Cari makan. Kemudian duduk di kursi pojok. Menyisir ruangan. Memerhatikan satu per satu yang hadir. Saya tidak akan bertanya atau memulai percakapan. Saya menjadi penonton atau pendengar.

Saya akan bersuara atau bereaksi ketika ada yang bertanya, “Apa kabar, An? Sehat?” yang selalu terdengar basa-basi daripada ketulusan. (nah, bagian ini saja sudah menunjukkan betapa menyebalkannya saya). Saya akan menjawab, “Baik, alhamdulillah. Nuhun.” Selesai. Kembali sibuk dengan makanan yang ada di tangan.

Sama sekali tak berminat untuk membaur dan berbincang. “An, ngobrol dong! Jauh-jauh dateng cuman diem,” adalah celoteh sepupu yang sering terdengar. “Bingung mau ngobrol apaan. Dengerin aja,” jawab saya selalu.

Asli bingung. Apa yang harus saya ceritakan kepada mereka? Kehidupan saya akan terdengar sangat membosankan bagi mereka. Daripada mereka mengantuk, mending saya membiarkan mereka yang bergosip seru.

Saya, biasanya datang paling akhir dan pulang paling awal jika ada pertemuan keluarga. Apalagi sejak tinggal di Bandung. Mayoritas keluarga besar tinggal di Jabodetabek. Kendala pakai kendaraan umum, biasanya jadi alasan tokcer moncer untuk tak berlama-lama bersama mereka. Hahahaha…

Emang beneran gak kangen sama keluargamu? Kangen lah. Pasti. Tapi saya gak hidup di masa lalu, ketika saya kecil berlimpah perhatian keluarga besar, ketika Mama dan Bapak masih ada. Sekarang, Mama dan Bapak gak ada, saya pun dianggap sudah bisa hidup sendiri. Jadi…

Semua orang berubah. Hanya saja, kadar perubahannya ada yang drastis atau perlahan. Saya juga berubah. Tapi satu hal yang pasti, saya tetap anggota keluarga besar yang menyebalkan karena hal-hal yang… Terutama, “Biar gimana pun juga, kamu akan pulang ke keluarga. Kamu butuh keluarga.” Even they weren’t there when I needed them badly, at my lowest point, my worst nightmare on 2011.

Saya sayang mereka. Keunikan mereka membuat saya bersyukur. Mereka ada sebagai pelajaran kehidupan bagi saya. Mengenal dunia pertama kali dari mereka.

Hanya saja, saya tak pernah bisa hadir utuh karena kekurangan yang saya miliki. Lahir batin. Moril materil. Fisik psikis. Makanya saya yang membentengi diri saya agar tak dicari. Saya tahu, saya tak bisa membantu mereka apapun. Setidaknya saat saya menulis post ini.

family member i hate
crazy cousin

Saya nyebelin ya?

Iklan

2 thoughts on “A Family Member You Dislike”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s