I Don’t Like These Fruits

Bicara soal buah, perjalanan panjang untuk menyukai rasanya. Dulu, bagi saya, buah hanya jeruk medan dan rambutan. Oh, plus pepaya.

Saat SD, saya menambah favorit saya dengan rambutan, stroberi, mangga gedong, nangka, salak madura (yang rasanya lebih enak dari salak bali menurut saya), dan apel. Beranjak SMP, saya mencoba menyukai semangka, kurma, dan melon, tapi akhirnya saya menyingkirkan semangka. Sampai sekarang. Jangan tanya kenapa. Ketika SMA, saya baru mulai suka anggur, nanas, dan mangga arum manis.

Ketika kuliah, saya berjuang menyukai avokad, tetapi tetap tidak bisa. Entahlah. Padahal termasuk super food, bukan? Saya juga mencoba makan durian, cukup dua gigit. Kalau sekarang, es durian semangkuk juga boleh deh.

Hingga saat ini, yang tidak akan saya pilih adalah buah naga, semangka, dan jambu biji. Rasanya aneh. Bagi saya. Itu belum ditambah lengkeng, kiwi, pir, dan belimbing. Haduh, banyak yaaaaa….

Buah aja saya pilih, gimana jodoh. #eh

Untunglah, anak-anak saya sudah dilatih dan dijejelin aneka buah sejak kecil. Semua harus dirasa. Meski tetap saja, mereka punya rasa favorit sendiri. Salman suka melon dan pisang. Sementara Umar suka pepaya dan jeruk.

Jadi, jangan tanya kenapa saya tidak suka buah tertentu? Karena rasa di lidah, itu yang paling bener. Meski avokad dan jambu biji itu diolah dengan aneka bentuk dan resep, tetap saya tak akan mengambil dan memakannya. Kecuali tidak sengaja tertelan. Lho?

Sekian.

PS: Saya menerima parsel buah kapan saja, boleh dikirim lho. Terima kasih. ^,^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s