My First Love And First Kiss

WHOAH!

Saya mau menulis apa ya untuk judul di atas? Dua hal berbeda, dua orang berbeda, dua masa berbeda, dua tempat berbeda. Jauh. Banget. Mari membuka masa lalu. *siapin kopi

First Love

Tahun 1989. Kelas 4 SD. Tahun pertama ada SMP di kompleks sekolah saya. Jumlahnya dua kelas. Saya ingat, ada yang masuk SMP itu, anaknya teman Mama di kantor dan ada satu anak cowok, tetangga saya satu gang. Tetapi dia hanya bertahan setahun, karena dia dan sodaranya gak ada yang betah tinggal di Cirebon. Menurut Mama begitu. Sekeluarga biasa hidup di Jakarta. Pada stres kali ya tinggal di kota kecil?

Angkatan pertama SMP itu tentu saja menjadi bahan perbincangan teman-teman saya seangkatan, kakak kelas 5 dan kakak kelas 6. No wonder. Karena terbiasa hanya ada anak-anak SD di sana, sekarang ada abegenya.

Saya, si tomboy cuek slebor, menyukai seseorang di SMP itu. Sialnya, kakak kelas 5 ada yang naksir juga. Mungkin heboh dramanya seperti film-film musikal zaman sekarang, yang ala-ala High School Musical gitu deh.

Inget banget, adiknya dan teman se-gank nyamperin saya dan bilang, “Eh, Diana. Jangan coba-coba naksir X ya. Dia pacar kakak gue.” Tau apa jawaban saya? “Dia naksir saya kok.” (ketawa ngejengkang boleh gak sih?) Asli, saya ngomong begitu dalam kondisi hati lempeng, muka datar, lagi makan camilan, dan pikiran ringan (kalo gak salah karena nilai ulangan dapet gede). Sejak saat itulah permusuhan dimulai.

Perasaan sih, saya cuek aja. Terserah juga si X mau pacaran sama siapa, apa peduli saya? Saya ngomong kalo dia naksir saya pun iseng aja. Why so serious? Sialnya, diseriusin. Seluruh teman kakak kelas 5 itu musuhin saya. Termasuk adiknya dan teman se-gank dia. Ya nasib deh.

Tapi emang dasar sayanya cuek, gak baper, dan tetep aja belajar. Tetep aja nilai ulangan bagus terus. Aslinya, saya sama sekali gak membalas ketidaksukaan mereka terhadap saya. Bahkan, di saat mereka sibuk misuh-misuh, saya hepi-hepi aja cari kecengan yang lain. Hidup hanya sekali, nikmatin aja.

Kemudian, meski saya tahu si X adalah playboy cap duren tiga, saya tetap naksir dia. Di saat yang sama, saya juga mengidolakan Jason Bateman (pengisi suara Nick Wilde – Zootopia). It was not coincidence. Gak mungkin sih kalo kebetulan. Etapi kok ya mereka mirip? Cocoklogi lah. Wekekeke…

Tahun 2008, saya pulang kerja dari kantor di daerah Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta. Dari dalam bus ke arah Depok, saya jelas-jelas melihat X ada di depan sebuah gedung. Tampak sedang menunggu angkutan umum juga, atau mau menyeberang ke jembatan. Entah. Saya terkesiap. “X! Oh Lord, he still alive!

Yang saya tahu, dia saat ini punya satu anak perempuan, cantik sekali. Wajahnya perpaduan dia dan mantan istrinya.

Saya masih ingat keluarganya, satu mantan pacarnya yang ternyata teman satu sekolah sepupu saya, candaan-candaan dia untuk saya, dan kamu pasti tahu bahwa …

First love never dies.

First Kiss

Wah, si tomboy harus cerita soal ciuman pertama? Hm… Kapan ya? Lupa. Kayaknya waktu SD. Etapi lupa sama siapa. Hihihi… Iseng gara-gara penasaran, emangnya bibir cowok kayak gimana rasanya? Imajinasi anak SD zaman dulu, segitu aja rasanya udah liar banget. Zaman sekarang kok….

Atau mau cerita ciuman kedua-rasa-pertama di tahun pertama tinggal di Depok? Heiyaaahhhh. Seseorang yang hanya saya temui sesekali, kemudian menghilang setahun, kemudian kembali lagi dan hanya nyengir seolah tak bersalah, “Hai, An. Apa kabar?” Lupakan saja.

Ya sudah, segitu aja. Bingung mau cerita apa lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s