Pola Dalam Rajutan Drama Kehidupan 

Banyak hal baik hadir dalam hidup saya. Setiap hari, entah yang memang saya minta dan Allah kabulkan, atau kejutan dari-Nya tanpa pernah saya duga sebelumnya.

Hidup penuh misteri. Saya tak pernah menduga bisa menjadi seperti sekarang, saat menulis post ini. Beberapa hal dari yang saya alami, saya memintanya bertahun – tahun. Bahkan ada yang ternyata secara tak sengaja repeated dalam keseharian. Entah bicara, berpikir, menulis sebuah hal yang sama.

Contoh : saya mau anak laki. Dengan berbagai alasan, sejak masih jadi murid sekolahan pun sudah berpikir hanya ingin anak laki. Dikabulkan.

Saya mau tinggal di Bandung. Hanya karena merasa ingin menetap menjadi warga Bandung, bukan karena hal sentimentil lain. Allah kasih. Bahkan dengan aneka bonus. Sahabat luar biasa seperti Fira dan Jetrin, misalnya.

Saya mau kerja dari rumah. Saya mau dekat dengan anak-anak. Untuk bagian ini, perjuangannya gak semudah membeli seblak seuhah level pedas 15. Allah kabulkan dengan beberapa poin konsekuensi. Saya terima.

Ternyata, semuanya berpola. Bagi saya, pelajaran hidup selama 15 tahun terakhir sangat mengubah cara berpikir. Perasaan saya dilatih untuk tidak boleh manja lagi, seperti saat bapak dan mama masih ada.

Pikiran saya dipaksa bekerja untuk bisa bertahan hidup. Belajar banyak dari para survivors di luar sana. Ketangguhan mereka membuat semua kejadian yang menghampiri saya tak ada apa-apa dibandingkan apa yang mereka alami.

Saat saya merasa Allah mulai memberi tanda untuk menghentikan sesuatu pada saya, ketika itu pula saya menyadarkan bahwa Dia akan mengganti skenario baru. Dulu, saya mudah kecewa dan marah pada-Nya jika segalanya tak sesuai mau saya. Saya belajar untuk melihat dari sisi berbeda.

Ternyata, Allah memang melakukan sesuatu pada saya. Entah menunda maunya saya, mengganti dengan lebih baik, atau menghilangkannya sama sekali.

life pattern
life pattern

Polanya selalu sama. Saat ini, saya merasa pengulangan pola itu sedang terjadi lagi. Saya diberikan pilihan. Lanjut, berhenti, putar balik, manuver, atau do nothing. Entah. Di dalamnya, saya yakin, ada repeated prays and wishes from the past yang memengaruhi.

Saya belajar mengenali pola yang diberikan-Nya. Mengasah setiap inci dalam diri untuk peka terhadap setiap perubahan sekecil apapun. Ketika ada satu tanda dari-Nya yang menggelitik, saya harus bersiap. Ada skenario baru menanti. Bab selanjutnya.

Ya, pola-pola itu sudah pasti tergambar dalam setiap bab dan episode hidup. Termasuk saya. Satu pola selesai, usai pula bab dalam sebuah episode penuh warna itu. Masih dalam episode yang sama, hanya saja berganti pola.

Misal, episode tentang pekerjaan. Di bab pertama, saya harus bekerja di bidang A. Saya harus selesaikan pola yang sudah diberikan-Nya. Jika sudah mendekati akhir pola, ada tanda lain yang membuat saya bersiap meninggalkan pola sebelumnya.

Terkadang, dalam misi penyelesaian satu pola, saya menganggap masih jauh dari kata selesai. Ternyata, Allah sudah menyodorkan pola berikutnya. Sesuatu yang saya anggap “kekacauan” ini sebenarnya bukanlah sebuah chaos , karena sekali lagi, sudah ada rencana maha sempurna di balik keterkejutan saya.

Di atas segalanya…

Tugas saya hanya menjalani skenario dan bermain sebaik mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s