Sesuatu yang “Lebih” Pada Pasangan Orang Lain

Sedang rumpi santai di meja bundarnya para nabi dan menemukan sesuatu yang ingin sekali ditulis di sini.

Disclaimer: Semua nama disamarkan.

Muthe : “Moon maap, bagi beberapa orang, binor/lakor itu lebih enak~
laporan dari lapangan

Aslan : “Yang gue belom begitu ngerti kenapa ada yang lebih prefer bini orang daripada yang single? Klo yang suka semua baik single atau married women sih masih kebayang kenapa?”

Muthe : "Karena :
 1. Milik orang lebih enak
 2. Risiko baper lebih sedikit
 3. Banyak istri-istri yang gak bahagia secara seksual dengan suami (belum yang secara emosional juga gak bahagia)
 4. Adrenalinnya lebih enak daripada sama yang single
 5. Jarang yang kudu dibayarin/dijajanin
 6. Gak selalu perlu yang-yangan
 7. Oedipus complex"

Diablos : “Isi ke mana-mana gapapa.”

Muthe : “Ndak botol balik sih… Yang penting ada temen ngobrol aja. Dah selesai 😂 K*nt#l mo ke mana-mana, monggo ae.”

Diablos : “Jadikan akuw teman ngobrolmu.”

Prana : “Om cunihin mulai agresip.”

Diablos : “By the way, justru “bersyukur” ini kuncinya. Kan katanya kalo kita bersyukur, nikmat itu akan ditambah…. Jadi? bersyukur punya bini, biar ditambah

Gajah : “Menikahlah, ndak usah nunggu mapan. Nanti kalau sudah mapan tinggal menikah lagi.”

Diablos : “Kawin aja. Nikah ntah.”

Muthe : “Gak ada UU pernikahan. Adanya UU perkawinan.”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Saya terkekeh ketika membacanya. Pagi yang mbuh untuk memulai hari.

Poin tiga dari pernyataan Muthe itu menarik. Fakta di lapangan berkata demikian. Saya, sering bertemu dengan orang seperti ini. Para wanita yang berani speak out tentang urusan ranjang kepada saya (atau orang lain yang saya kenal) jumlahnya masih sedikit dibanding yang bungkam seribu bahasa, tertekan, dan akhirnya memilih mengalah untuk sebuah pembenaran “demi keluarga” atau “demi nama baik [entah siapa]” itu. Di atas segalanya, “Agama melarang membuka rahasia dapur.”

Saya tidak akan berbicara ranah Quran dan Hadist meski ingin sekali rasanya menggelar semua ayat dan perkataan Rasulullah berkaitan dengan hal ini. Tetapi tentu saja, siapalah saya, butiran Marimas di lautan. Larut, rasanya pun kalah dengan asin samudra. Yha.

Lagipula, semua percakapan di atas membahas lendir. Mengulik seujung kuku masalah manusia dari zaman jebot hingga detik ini.

Ketika rumput tetangga lebih hijau… Fenomena ini tak pernah bisa dipungkiri, menjadi dilema. Tak sedikit yang menahan diri, tetapi banyak juga yang menikmatinya.

Pertanyaan dari Prana, “Aslan ini polos beneran apa pura-pura polos sih?” diamini dengan jawaban Aslan sendiri, “Idih, gue pantang banget ngangguin bini orang.” Hal ini menarik. Ada, benar ada dan acungin dua jempol deh dengan pria-pria model Aslan ini.  Pikiran sederhana, karena gak mau juga bininya digangguin oleh pria lain. (Oh, Aslan gak bilang ini sih, tapi di luar sana ya begini karena berpegangan pada ‘karma does shit happen’. Gitu.)

Tetapi ada juga wanita yang memang memasang jeratan maut dan sangat niat untuk digoda. Ya, kembali pada poin tiga tadi, dia tidak puas oleh pelayanan suaminya. Ada yang tujuannya uang, ada yang murni sebatas selangkangan tanpa imbalan.

Untuk poin tujuh, seseorang dengan oedipus complex atau tipe pencari  MILF (untuk Diablos lebih cocok dengan GILF tampaknya) tak bisa menolak pesona wanita yang lebih tua darinya. Ada seorang kenalan yang bilang, “Soalnya cewek lebih tua kan lebih berpengalaman, Mbak. Lebih lihai di ranjang. Lebih greget.” Uwow!

Saya sedang malas berpanjang-panjang. Jadi, apakah lembaga pernikahan itu semacam pengesahan status saja? “Eh, gue udah nikah lho!” Dan bertujuan masuk ke dalam arisan para macan ternak atau ayam kremes agar tidak terjebak roaming menggosipkan sesuatu yang menantang bahaya? Entah. Jadi social climber tuh berbahaya loh, gaes. Ya, kalo beneran sampe ke atas? Kalo terpleset dan jatuh… Ke jurang? Mati deh!

Bahaya apa, An? Tuh, di atas. Kembali lagi ke permasalahan awal. Dunia  berputar. Eh, tunggu! Dunia ini bundar atau datar? Oke, pakai roda saja. Roda berbentuk lingkaran. Maka, semuanya berputar. Terkadang di atas, seringnya di bawah jika sedang berhenti. Masalah pun berputar pada hal yang itu-itu saja. Sekian ngalor ngidul absurd hari ini.

Oh ya, kamu bagian dari masalah atau solusi?

Have a nice day!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s