Be Prepare For Unplugging From Technology

What is unplugging? Is it important for me?
(verb) Relax by disengaging from normal activities.
From urban dictionary :
– Do something that would contribute to forgetting one’s problems or reducing stress.
– Relaxing after being deprived of relaxation.

kecanduan internet
via shutterstock

Saya merasa sudah waktunya untuk berhenti. 16 tahun kecanduan internet dan mengalami ketergantungan akut yang mengakibatkan kekacauan dalam jiwa dan raga saya. Ternyata apa yang disinyalir oleh para medis itu nyata.

Setahun terakhir saya merasa gelisah. Semakin merasa tak nyaman dengan apa yang terjadi pada diri sendiri. Ada yang salah dengan cara saya menggunakan teknologi, dalam hal ini adalah internet.

Kemarin, saya membaca kembali wejangan kakak kelas di kampus, tepat 16 tahun lalu.

“An, jangan lupa baca lagi bukunya. Jangan kebanyakan main internet. Harus lulus bahasa Jepangnya.”

Sederhana. Dia menulis hal itu saat menjelang UTS (ujian tengah semester) di kampus dulu. Dia sangat perhatian. Lebih tepatnya khawatir. Ketika akhirnya saya lulus, dia berkelakar, “Bisa juga lulus Jepangnya. Berhenti main internet?” Hahahaha😀 Tidak! Saya justru mulai kecanduan.

Berinternet sehari dari awalnya sejam, naik drastis menjadi 3-5 jam dan itu dilakukan di warnet. Asyik sendiri dengan paket yang ditawarkan oleh warnet langganan. Dulu, Rp10,000,- untuk enam jam menjadi sangat sesuatu! Syaratnya, begadang. Saya menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di warnet pada malam hari. Paginya tidur, siangnya ngampus. Makin gak beres nih, kayaknya.

Sekitar tahun 2003-2010, saya menggunakan internet hanya untuk keperluan mencari kerja atau proyek menulis atau mengirim tulisan. Sesekali untuk update berita terkini dari teman-teman.

Sejak 2010, semuanya berubah. Ponsel semakin canggih, kemudahan teknologi internet semakin berkembang, lebih pesat dari yang diperkirakan (setidaknya oleh saya). Alih-alih agar tidak kudet (kurang apdet), saya terbawa arus deras dan gelagapan. Tetapi saya memaksa untuk bertahan meski timbul tenggelam untuk mengambil napas.

unplug power off
via inman.com

Memang menjadi semakin banyak teman, relasi, pengalaman, dan wawasan adalah efek positif dari hadirnya teknologi. Lebih mudah untuk bekerja, tergantung. Apakah pekerjaannya memang “harus” dikerjakan secara daring? Untuk saya yang penulis, ya. Apalagi, saya juga ikutan sebuah bisnis MLM yang berbasis daring. Beberapa aplikasi Android “harus” dimiliki untuk kemudahan belajar dan interaksi.

“We’re born, we live for a brief instant, and we die. It’s been happening for a long time. Technology is not changing it much – if at all.” —Steve Jobs

Beberapa waktu silam, saya dan teman-teman Twitter menggunakan hashtag #PenjahatSocmed sebagai istilah bagi orang yang memiliki akun media sosial di banyak platform. Hal itu juga berlaku untuk saya. “Eh, ada medsos baru loh. Booking username sana!” Ada beberapa media sosial yang saya ikuti, termasuk Subjot, waktu itu. Entah, saya tidak mengikutinya lagi.

Saya pun sempat memiliki akun anak gaul zaman sekarang seperti Periscope, Snapchat, dan Path. Tiga aplikasi ini akhirnya saya uninstall dari ponsel. Alasan utama adalah ruang dalam ponsel tidak memadai. Selebihnya, saya mengamini karena bisa mengurangi tingkat kekepoan.🙂

Banyak yang meragukan saya bisa sukses hidup dengan koneksi internet minimal. Karena semua juga tahu, ke mana pun saya pergi, yang saya cari adalah WiFi atau colokan listrik agar baterai gawai selalu dalam keadaan penuh. Demikian tersiksanya hanya karena tak mau ketinggalan berita. Padahal, dulu saya masih bisa santai meski membaca koran yang telat seminggu.

unplugging from technology
via bigstockphoto

Mengacu pada dailymail, bahwa setiap 6.5 menit sekali, pemilik ponsel akan mengecek gawai mereka. Sementara menurut pewinternet, hampir setengah pemilik ponsel tidur bersama gawainya itu karena khawatir tertinggal panggilan yang masuk. Bahkan 84% pemilik ponsel mengatakan tidak bisa meninggalkan ponselnya itu meski hanya sehari.

Terkadang manusia lupa, teknologi berbasis listrik memiliki tombol nyala dan mati. Artinya, kapan pun bisa digunakan untuk sejenak lepas dari ketergantungan itu. Nyatanya tidak semudah yang dibayangkan, bila kecanduan sudah memasuki tahap berbahaya dan terlambat disadari.

Hidup masih tentang sentuhan fisik dan kontak mata. Interaksi yang nyata masih seputar tertawa bersama, makan malam satu meja, dan berjalan beriringan menikmati alam. Menyapa tetangga atau sekadar tersenyum pada orang asing di taman. Sesederhana itu. Tetapi tak semua menyadarinya.

It is time for me to unplug from technology. Kalau kata pakde Bambang, “Jadi sekarang masuk MPP (masa persiapan pensiun), ya?” Saya tertawa kecil ketika membaca tanggapan dari twit saya yang menyatakan ingin mengurangi intensitas berinternet.

Pengaruh internet berlebihan sudah nyata: istirahat, hubungan, dan kebahagiaan menjadi berkurang. Jika tidak drastis, maka perlahan akan mengikis kesehatan. Saya akhirnya menyadari hal ini. Dikejar oleh tenggat pekerjaan yang bergantung pada teknologi internet membuat saya cukup kelabakan. Apalagi yang namanya hubungan internet harus stabil jika pekerjaan ingin dianggap baik oleh bos atau klien. Mereka tak mau tahu bagaimana perjuangan mendapatkan sinyal yang kuat atau PLN mematikan daya seenak jidat. Sudah dibayar, ya kerjakan! Habis perkara.

Sometimes, this damn technology makes less emotions within people. Menjadi kurang peka karena tulisan tak memiliki intonasi yang jujur tinimbang suara saat berhadapan langsung. Lupakan tentang semua emoticon yang selalu terbarukan setiap saat. Bukankah semakin banyak yang sinis berkata, “Ah, emot doang. Emang aslinya iya gitu lagi marah?”

Mungkin sudah waktunya mempertimbangkan kembali mimpi lama: backpacking. Just unplug and go outside!

Time to heal the pain. All the pain. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s