First Call Curse

Menurutku ini memang horor. Setidaknya buatku.

Entah kapan bermula. Baru-baru ini. 2014 akhir sepertinya. Seseorang menelponku dari Jakarta. Gak lama. Hanya sekitar dua menit. Itu pun karena dia minta tolong padaku membereskan akun surelnya yang diretas orang. “Nanti kutelepon lagi.” He doesn’t do that. Until now. Gak peduli lagi. Abaikan saja.

Kedua yang kuingat, seseorang menelponku tengah malam. Berbincang banyak hal. Lima jam. “Aku takut kamu gak akan nelepon aku lagi,” suaraku parau. Dia menjawab, “Gak mungkin. Aku akan menelpon kamu lagi lah. Sabar aja.” Aku tersenyum. Tak menunggu. Dan ternyata benar.

Terakhir, minggu lalu. Seseorang di Jakarta menghubungi menjelang tengah malam. Sebentar saja. Kemudian menghilang. Hingga sekarang. Padahal Twitter dia update lho. Hahaha, aku baper.

Tiga contoh di atas cukup ya? Mereka seolah mau mengetes siapa aku. Apa iya aku seperti yang mereka kenal di dunia maya? Bawel, berisik, dan nyablak? Jika ternyata benar, tak cocoklah untuk mereka yang memilih tipe gadis keraton nan kemayu. Tampak seperti ajang mencari jodoh. Oh, ternyata aku tak sesuai kriteria mereka. Mungkin. Aku tertawa kecil setiap ingat.

Oh ya, dengan tiga contoh di atas, ketiganya belum pernah kutemui sama sekali. Hanya modal foto. Hmmmm…

Jadi, sekarang kalau ada yang bilang mau menelepon, aku menelan ludah dulu. Biar makin terasa dramatis. Hahaha 😂

Jadi ingat teriakan Red Rackham, “I curse you! I curse you!”

Dan aku tetap menanti telepon selanjutnya demi mematahkan kutukan itu.🙄

Demikian celoteh tengah malamku.

11:28 PM.

4 thoughts on “First Call Curse”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s