Allah, Cinta, dan Masa Depan

Tersadar karena notifikasi pada ponsel. Saya termenung. Kaget. Bingung. Saya bahkan lupa hari ini.

Saya sudah sampai di terminal sementara. Nomer peron 36. Saya juga sudah mengambil tiket untuk menuju terminal selanjutnya. Tujuan sudah ditetapkan. Tak bisa ditukar apalagi dikembalikan. Saya memilih tempat duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan. Mensyukuri nikmat Illahi sekali lagi.

Saya terbangun kedua kalinya. Sekarang karena panggilan telepon dari seseorang. Dengan suara fals dan pede selangit, dia menyanyi. Singkat saja, hanya 46 detik. Namun cukup untuk membuat saya tersenyum dan siap memulai hari dengan bahagia.
Doa-doa baik bertaburan sejak dini hari. Saya sangat bersyukur dikelilingi banyak orang baik. Allah memberikan begitu banyak cinta saat saya bersiap berangkat dari terminal ini. Allah, ampuni saya yang tak sanggup membalas perhatian mereka. Beri segala kebaikan kepada semua.

Hati saya hangat. Senyum merekah dari dua jagoan kecil di sisi dan pelukan erat mereka cukup menenangkan hari ini.

Saya memasrahkan masa depan kepada Sang Maha. Memohon perlindungan dan kekuatan penuh. Tak ada lagi.

Bunyi peluit menyentak. Ah, sudah waktunya berangkat. Allah, ampuni segala salah dan khilaf. Maafkan ibadah yang kurang khusyuk. Maafkan sedekah yang kurang ikhlas. Sampaikan hamba pada tujuan yang Engkau ridhoi.

Saya siap dengan segala qadha dan qadar yang akan menjelang.

Dengan nama-Mu yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

PS: A bunch of love to my beloved babies, besties, and all of you, who give me pray and wishes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s