Ada Rahasia Allah di Setiap Perkara

Skenario Allah terlalu sempurna. Selalu. Terutama, ketika ada sebuah perkara dirasa tak menyenangkan bagi kita, sejatinya Allah sedang hendak menunjukkan sesuatu kepada makhluk-Nya yang dhoif ini. Terasakah oleh kita?

Sangat beruntung bagi mereka yang sudah menemukan pilihan hidupnya di usia muda. Saya, pada dasawarsa duapuluhan, sangat sangat sangat terombang-ambing karena sebuah keputusan yang salah. Tidak disesali sepenuhnya. Hanya ada satu kesalahan “kecil” berdampak besar. Memang benar adanya, ketika orang bijak berkata bahwa kita sekarang ditentukan dari 10 tahun lalu. Maka saya berkaca, apa yang saya lakukan tahun 2006? Mengapa bisa menjadikan saya seperti ini?

Saat ini, banyak anak muda usia 20an yang bersemangat, sudah punya prestasi luar biasa dan masa depannya terlihat menjanjikan. Saya? As average woman, saya merasa masih harus jungkir balik untuk menentukan saya ini siapa dan mau apa. Dalam usia sekarang, saya bersiap untuk menentukan sikap, mau apa di usia 45 tahun nanti.

Ketika tahun lalu saya memutuskan untuk masuk ke sebuah lingkungan kerja yang baru, saya tahu bahwa saya sedang menguji diri sendiri dengan segala kenekatan yang selalu saya ambil. Alih-alih mengambil pengalaman, toh saya akhirnya tahu tentang beberapa hal. Saya juga bertemu orang baru. Saya berterima kasih pada Allah yang masih memberi kesempatan itu.

Sampai akhirnya di satu titik, saya kembali diingatkan oleh-Nya (untuk yang kesekian kalinya), tempat saya bukan di situ. Saya bergeming. Saya masih penasaran. Ternyata saya membutuhkan tamparan untuk menyadarkan keras kepala ini. Anehnya, saya tidak menangis atau kaget atau marah. Karena saya sudah mempersiapkan hari itu, jauh berminggu-minggu sebelumnya. Saya seperti melihat cahaya-Nya begitu menyilaukan. Saya hanya merasa hampa. Saya mulai merasa kehilangan orang-orang baik di sana. Teman tandem saya, admin di meja depan, office boy, dan ibu tukang gorengan. Hehehehe… Meski status menggantung gak jelas, saya masih berprasangka baik dengan itikad baik mereka yang ada di sana. Saya yakin mereka semua profesional kok yah?😉

Saya menyibukkan diri dengan menulis banyak artikel, mencoba menghalau rasa kehilangan itu. Bukan karena menyesal, tetapi otak dan hati sedang mengukir kenangan. Ah, ternyata indah rasanya. Saya kembali mendapatkan pelajaran berharga bagaimana menilai seseorang. Semuanya menjadi guru kehidupan, tanpa saya minta, menjadikan saya lebih tangguh lagi.

Rahasia Allah tersingkap sedikit dalam dua hari… Saya menjadi lebih produktif menulis, fokus pada bisnis jaringan saya, dan tentu saja menjadi kembali lebih sering mendekat pada-Nya. Ahay, Dia yang maha cemburu menginginkan perhatian saya.🙂

Saya saat ini ingin menatap diri sepuluh tahun mendatang. Memperbaiki diri adalah koentji. Meski belum tahu bagaimana caranya, tetapi ada takdir Allah yang terlihat di hari Ahad lalu. Saya merasakan cinta-Nya.

Waullahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s