BarBeKu (Barang Bekas Berkualitas)

Disclaimer : Sebelum menulis lebih panjang, mohon maaf atas pilihan kata yang ada dalam postingan ini.

Kita selalu berurusan dengan barang baru, entah beli sendiri atau hadiah pemberian orang lain.

Kita juga bisa mendapatkan barang bekas tapi baru atau baru tapi bekas. Bekas tapi baru, istilah kerennya reusable things. Mendaur ulang barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Recycled things misalnya botol plastik bekas. Sisa dari pengolahan barang bekas itu nantinya bisa kita reduce juga.
Sementara baru tapi bekas, ya biasanya kita membeli barang preloved seperti mobil, gawai, atau lipstick yang baru tiga kali pakai misalnya.

Tetapi, kadang barang bekas tak memenuhi kriteria yang kita inginkan. Sementara harganya memang pas dengan dana yang ada. Cara mudah ingin barang murah dan bagus, tentunya mencari barang bekas. Bukan produk baru yang dipajang di toko. Cukup mencari dalam iklan baris koran akhir pekan, bertanya pada kawan, atau pada laman marketplace yang semakin beken belakangan ini.

Sekarang boleh bicara jodoh? *molaik#

Saya tergelitik dengan pembahasan (maaf) barang bekas yang dikaitkan dengan pencarian pasangan hidup. Maaf sekali lagi jika bahasanya terasa kurang sopan.

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.” (HR. Al-Bukhari no. 2097 dan Muslim no. 1089)

Setidaknya ada beberapa hal dari hadist di atas. Pertama, Rasulullah menunjukkan kepada kita, bahwa beliau pun tak tahu urusan jodoh yang merupakan rahasia Allah. Makanya beliau bertanya kepada Jabir. Kedua, Jabir menikahi janda agar ada yang bisa menjaga adik-adiknya karena pengalaman si istri mengurus anak. Ketiga, sinyal dari Rasulullah, bila menikahi gadis, maka akan banyak waktu bermain karena gadis memang masih senang bermain, beda dengan janda yang sudah lebih serius dalam pernikahan. Waullahu’alam.

Hubungannya dengan barang bekas? Well, oke, manusia memang bukan barang. Tetapi demi menyenangkan para tukang gosip di luar sana tentang perbedaan gadis dan janda, jadi ingin menulis hal absurd tapi jelas ini. *udah bingung?#

Gadis, dengan segala keutamaan dan kekurangannya, dikategorikan baru dan (pada umumnya) masih segel. Oh ya, harusnya benar-benar masih tersegel dan terbungkus rapi dong. Kan masih baru. Bukan bekas. Kecuali, kalian wahai pria memang memilih barang bekas yang dibungkus ulang sehingga dikatakan baru padahal sudah ada yang pakai. Sering mendengar atau membaca “Dijual nih, masih 98%. Baru buka bungkusnya, semua masih baru. Belum dipakai.” Atau, “Baru dipakai sekali. Mau dijual karena tidak cocok.” Girls, kamu mau dianggap barang yang tidak sesuai kriteria sehingga dengan mudah dilempar lagi ke pasaran dengan harga murah? Ey, lada!

Bagaimana dengan janda? Kamu tahu bahwa barang antik itu bekas pakai yang dijual dengan sangat mahal? Mengapa? Karena dirawat sangat hati-hati oleh pemilik lamanya. Menjadi kebanggaan di masanya hingga suatu saat, pemiliknya (atau keluarganya) menjual karena berbagai alasan. Pemilik wafat, pemilik ingin pindah rumah hingga tak mungkin membawa benda kesayangannya (meski berat berpisah), atau hal lain. Sangat, sangat jarang si pemilik menjual karena membencinya. Dan, pemilik baru biasanya memang orang yang suka barang antik, perhatian, sangat jeli, dan senang memamerkan harta karun barunya itu.

Menyempitkan pembahasan, kembali kepada barang bekas atau baru. Tentunya jika disuruh memilih, pria lebih suka dengan gadis. Dalam hal ini ditegaskan lagi, tanpa anak. Mengapa? Banyak yang enggan menikah dengan janda yang sudah punya anak karena tak mau ada beban yang belum siap dia tanggung. Wajar. Di sisi lain, banyak gadis mau menikah dengan duda meski dengan anak karena menurut mereka, pria dengan anak itu seksi. *ini hasil baca sana sini dan jangan dijadikan barometer lah#

Ada yang berkomentar dalam hati mungkin ya maksud tulisan ini ke mana?🙂 (gak bahas barang baru lagi) Barang bekas itu bagaimana kita melihat wujudnya. Masih bisa digunakan? Kalau masih, bagaimana caranya? Dibersihkan, didaur ulang menjadi manfaat yang berbeda. Misal drum bekas oli yang bisa dijadikan sofa keren. Kenapa kok ya saya berpikir, seorang janda (atau duda) bisa menjadi seseorang yang lebih baik di tangan orang baik pula. Jika jatuh ke tangan yang salah, mereka akan menjadi lebih buruk. Itu sebabnya, berdoalah sebanyak mungkin agar Allah mempertemukan dengan para shalih / shalihat. Agar menjadi orang yang lebih bermanfaat di dunia dan akhirat. Setuju?

Jika ada sanggahan atau tambahan, silakan di kolom komentar. Mohon maaf atas segala kesalahan pemilihan kata.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s