Berangsur Menjadi Lebih Baik

Halo, kamu.

Sudah berapa lama kita saling mengenal? Aku lupa tepatnya, tetapi yang pasti sejak tahun 2010. Lumayan, memasuki tahun ke enam sekarang.

Aku masih menjaga mimpi yang sama. Mimpi yang tak pernah bisa kauingat apa saja isinya. Kau terus berceloteh, bergumam, berjanji, bersyair, bernyanyi, tetapi sulit bagimu mengingat apa yang sudah keluar dari mulutmu. Seperti katamu, “Aku kan pelupa.” Itu sebabnya aku mulai memahami dan memaklumi.

Hari ini, dua bulan yang lalu, kamu memberiku mimpi. Selama kita berteman, aku terbiasa dengan aneka kalimat luar biasa darimu. Jadi, kupikir memang tak ada istimewanya. Tak ada yang aneh. Minggu lalu, kamu bilang agar aku melupakan mimpi itu. Kamu menganggap semua ucapanmu itu tak perlu diingat. Lagi pula, karena kamu pelupa, jadi untuk apa dibahas lagi? Dua hari kemudian, kamu gelisah tapi tak bisa sekadar untuk mengakui jika kamu gegabah.  Aku memaafkanmu sebelum permintaan itu keluar dari mulutmu.

Hey, tak mengapa. Aku sudah jauh lebih santai hari ini. Sesuai permintaanmu, aku selesai bermimpi. Sudah bangun. Terkadang kelebatan mimpinya masih singgah. Tapi karena aku pelupa, semuanya dengan mudah terhapus dari rekaman ingatan. Lagipula, kita sudah berteman lama. Jadi, anggap saja kemarin itu aku sedang mendapat limpahan kasih dari Tuhan yang salah alamat. *bukan salah Tuhan, tapi mungkin kurir-Nya yang nyasar ke rumahku#

Mungkin ini surat terakhirku untukmu. Mungkin, jika kelak kamu membacanya, belasan tahun dari sekarang, aku bahkan sudah tak lagi kauingat. Semua kenangan itu akan tersapu bersih. Tetapi aku yakin, jauh di lubuk hatimu yang terdalam, ada satu yang tak bisa lepas.

Tuhan senang becanda. Itu sebabnya, aku baru menyadari humor-Nya sekarang. Aku menulis surat ini dengan senyum karena menyadari kekonyolanku.

Hidup itu indah. Betul? Nikmati selagi bisa.

Jangan lupa berbahagia hari ini ya!

(tulisan ke sembilanpuluhdelapan dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s