Ada yang (Masih) Mencintaimu

Halo, kamu.

Jangan bosan menerima dan membaca surat dariku. Sebentar lagi waktuku habis.

Ya, waktuku untuk mencintaimu. Bukan karena aku bosan. Bukan karena aku berbalik membencimu. Bukan karena aku cemburu pada perempuan lain. Lebih karena taman di hatiku mulai berdebu. Seluruh bunga rindu, daun doa, ranting harapan, hingga akar bahagianya mulai layu. Tak pernah lagi kausiram dan kautengok. Seiring kauberkata sebelum berlalu, “Lupakan saja,” seketika itu pula angin kencang menerpa.

Terus dan terus, hari demi hari menunggu kamu kembali hanya sekadar menyapa. Hingga suatu ketika, kamu hanya menoleh dengan wajah dingin dan berlalu begitu saja. Tidak. Aku tidak menangis. Aku pun menatap punggungmu sama dinginnya, karena gigil yang kurasa menusuk tulang.

Kemudian, aku mendapat kabar tanpa pengirim, memberitahukan bahwa kamu sedang bermuram mendung. Setengah jiwamu luka entah karena apa. Kamu kehilangan arah pulang. Kompasmu terjatuh dalam perjalanan. Lantas aku bisa berbuat apa? Karena petunjuk arahmu ada di sini. Di taman hatiku. Bila saja kau membolehkanku mengembalikannya dengan mengajakmu pulang agar tak kembali tersesat. Namun jika kau lebih suka memiliki kompas yang baru, baiklah kusimpan saja yang lama.

Kuharap kamu belum bosan. Jika kau tak mau mengakui rindu yang menyerang malam dingin atau siang terikmu, lelah yang akan membebani pundak. Lihatlah ke luar sejenak, apakah benar tak ingin melihat pelangi setelah badai terlewati berpuluh purnama?

Aku masih ada di sini. Jiwaku saja berkelana, mencari udara segar dan suara merdu burung di sepanjang jalan. Jika kau tak menemuiku, mungkin aku sedang bercengkrama dengan yang lain. Jika saja kau mau membuka sedikit hatimu, membersihkannya sekali lagi dari segala kotoran, aku yakin wajahmu bisa lebih cerah dan terlihat ringan.

Jangan lupa untuk berbahagia hari ini, ya!

(tulisan ke sembilanpuluhtujuh dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s