Sekarat di Jalan Dakwah

Judulnya memang sengaja demikian.

Tak bermaksud menyinggung sesiapa. Murni, ini tentang diriku sendiri. Tentang sebentuk hati yang mengeras. Seperti yang pernah menjadi obrolan ringanku dengan Herry berulang kali.

Astaghfirullahal’adziim…

TANDA-TANDA HATI YANG KERAS ATAU MULAI MENGERAS
Hati yang keras atau mulai mengeras memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Bermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan suatu kemaksiatan. 
  2. Tidak terpengaruh hatinya dengan ayat-ayat al-Qur’ân yang dibacakan. Berbeda dengan kaum mu’minîn, hati mereka akan bergetar jika dibacakan ayat-ayat al-Qur’ân atau diingatkan akan Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allâh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal. [al-Anfâl/8:2]

  1. Tidak terpengaruh hatinya dengan berbagai ujian, musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allâh Azza wa Jalla . Allâh berfirman yang artinya: 

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan tidakkah mereka (orang-orang munâfiq) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [at-Taubah/9:126]

  1. Tidak merasa takut akan janji dan ancaman Allâh Azza wa Jalla 
  • Bertambahnya kecintaan terhadap dunia dan mendahulukannya di atas akhirat

  • Tidak tenang hatinya dan selalu merasa gundah

  • Bertambahnya dan meningkatnya kemaksiatan yang dilakukannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

  • فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

    Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allâh memalingkan hati mereka. Dan Allâh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik [ash-Shaf/61:5]

    1. Tidak mengenal atau tidak membedakan perbuatan ma’ruf dan munkar.
      Sumber : http://almanhaj.or.id/content/3625/slash/0/hinanya-hati-yang-keras/

    Ujian bertubi dari-Nya. Aku merasa ada yang aneh dalam hati. Nomer enam itu terasa menusuk. Kegelisahan. Ada hubungannya dengan bipolar yang menjadi temanku selama ini? Entah.

    Selalu kuminta pada-Nya untuk melindungi dan menyelamatkan hatiku yang lemah ini.

    Semoga sisa usiaku tak sia-sia dalam berjuang back on track. Semoga Allah memanggilku dalam keadaan sebaik-baik iman.

    Aamiin Allahumma aamiiinn…

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s