Cinta Untuk Sang Kekasih

Illahi Rabb,

Aku tahu, memanggil nama-Mu tak perlu terdengar oleh makhluk yang lain. Namun terkadang, sisi lemah manusia senantiasa terbersit keinginan membagikan lirih penghambaan di hadapan yang lain. Entah apa namanya.

Apapun Engkau disebut dalam agama lain, bagiku sejatinya sama. Kami semua berasal dari-Mu dan akan kembali pada-Mu saat Kau memanggil kami pulang. Ketika tak ada lagi skenario kehidupan di dunia fana ini bagi kami, saat itu pula kami harus bersiap di terminal keberangkatan. Menuju kampung akhirat.

Tuhan,
Setiap mata terbuka di pagi hari, saat itulah aku bersyukur sekaligus beristighfar. Sekali lagi kesempatan untuk bertaubat dan semakin dekatnya giliran ditemui malaikat maut. Waktu yang entah kapan. Karena sejatinya, jarak terjauh adalah masa lalu dan terdekat adalah kematian. Ya.

Aku tahu Engkau Maha Pencemburu. Engkau tak suka diduakan. Cukup Engkau satu. Maka ketika ada yang berpaling dari-Mu, saat itulah makhluk sedang diuji. Kembali pada-Mu atau menjauh. Kuakui pernah menjauh dari cinta-Mu. Namun betapa beruntung aku, masih diberi kesempatan. Berkali-kali.

Allah, doaku akan tetap sama. Engkau sudah tahu apa yang tersembunyi dalam jiwaku. Tetapi kelemahan sebagai hamba membuatku tetap harus melangitkan segala pinta dan cinta.

Izinkan aku berdoa di laman ini. Sekarang.

Untuk kekasih-Mu, Rasulullah SAW. Pria terbaik yang mencintaiku meski belum pernah menemuiku. Dia yang lirih memanggil “ummati ummati ummati” di akhir hidupnya. Shalawat serta salam baginya.

Untuk kedua orangtua. Dari mereka, aku membuka mata dan melihat dunia. Lapangkan kubur mereka yaa, Rabb.

Untuk adik semata wayang. Satu-satunya yang terbaik. Berikan sisa hidup penuh berkah untuknya.

Untuk kedua mujahid kecil. Pelita hidup, sumber kekuatan dan harapan, sekaligus alasan bagiku bertahan.

Untuk para sahabat. Mereka yang tega mencintaiku dengan cara unik. Berikan bahagia yang terbaik.

Untuk keluarga besar dari pihak Bapak dan Mama. Semoga berkah bagi semua.

Untuk semua yang membaca post ini. Apapun agamanya, di mana pun tinggal, semoga Engkau melindungi dan menguatkan senantiasa.

Terima kasih atas setiap tarikan napas yang Engkau beri. Aku ingin mencintai-Mu… Dengan segala keterbatasan dan kelemahan aku sebagai hamba.

Semoga Engkau ridho.

Aamiin Allahumma aamiiinn…

Bandung, 14:18 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s