Belajar Menjadi Lebih Baik

Dear Herry,

Lagi ngapain lu saat baca surat dari gue ini? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat dan terus berproses menjadi lebih baik.

Herry,
Setiap kali kita bertemu dan berbincang, waktunya selalu terasa seperti dipenggal paksa. Kenapa ya kayaknya bentar banget kesempatan kita ketawa ketiwi? Kan sebel. Tapi ya gue sih paham, elu kan sibuk. Elu kan lagi mengejar cita-cita ke Silicon Valley. Elu kan lagi fokus cari bidadari dunia. Elu kan… Ya, gitu deh!

Mendengar bagaimana proses elu menjadi berubah dalam lima tahun kita kenal, seru juga. Elu yang berlatar belakang pesantren, terjun ke dunia (sori kalo gue bilang gini) hedon, perubahannya dahsyat banget. Tapi gue sih gak nyalahin elu. Kalo dalam tasawuf (gue udah boleh sotoy?), elu (dan termasuk gue) saat ini ada di maqam istighfar.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا  “Maka barangsiapa memuji Tuhanmu, dan memohon ampunan kepada-Nya, sungguh Dia Maha penerima Taubat.” (QS. 110:3)”.

“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Istighfar memiliki maqamat dalam kualifikasi ruhani hamba Allah. Maqam pertama, seseorang beristighfar dari segala tindakan dosanya yang dilakukan. Maqam kedua, seseorang beristighfar dari segala kealpaannya sehingga ia tidak lagi melakukan dzikrullah. Maqam ketiga, seseorang beristighfar dari segala hal selain Allah yang memasuki ruang jiwanya.

Udah ah. Segitu aja. Gue juga boleh comot baca dari bukunya sang pangeran sufi al-Jailani bertahun lampau dan gue baca lagi tahun lalu. Selebihnya ya elu cari sendiri. Kan lebih pinter dari gue. *nyengir#

Gue pribadi masih terus berjuang untuk bisa menata hati, balik ke Allah. Tapi ya gue pun masih tergoda dengan rasa takut dan tak yakin. Dahsyat ya gempuran bisikan syaithan ini? Sementara gue lihat elu makin mendekati tujuan-tujuan hidup lu. Gue masih harus meyakinkan Allah bahwa gue layak diampuni.

Pembahasan yang berat. Gak pernah selesai setiap kita bertemu. Hanya berbincang lima jam tatap muka, apa yang bisa diselesaikan? Itu sudah terpotong makan dan nonton. Kudu 24 jam gitu kita ngobrolnya?

Gue selalu berdoa, sahabat gue yang super teliti dan teratur ini segera mendapatkan jodoh terbaik, terpenuhi segala impiannya, dan lepas itu kawat giginya! Hih! Gak enak banget liatnya. Jelek tauk!

Gue udah tau gimana perjuangan lu jungkir balik menyempurnakan selapis demi selapis impian lu. Bikin buku udah, bikin start up udah, terkoneksi dengan banyak orang hebat udah, tinggal membahagiakan ibu lu dengan memberi beliau menantu aja sih. *ditoyor# Ayolah, gue dukung dengan doa, semoga semuanya bisa purna hingga tiba waktu lu buat balik ke kampung akhirat.

Doakan gue agar bisa istiqomah berubah dan taubat. Gempuran godaan masa lalu begitu mengerikan buat gue. Gue mau rajin ibadah sunnah lagi kayak dulu. Gue masih takut dan malu untuk mengakui kalau gue banyak salah pada-Nya.

Ya sudahlah. Sebelum gue makin sakit kepala dengan ingatan dosa ini, mending selesai sekian aja surat gue.  Jangan lupa, jadwal nonton kita masih panjang. Fokus pada film nasional yah! Kecuali ada film Hollywood yang kece badai, bolehlah kita membelot dikit. Hahahaha…

Salam takzim untuk ibunda di rumah.

Bandung. 13:57 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s