Ada Aku di Dekatmu

Kamu, Lelakiku™.

Bagaimana kabarmu? Tentu masih sehat dan bahagia, seperti katamu, bahagia itu harus setiap hari. Aku setuju.

Mungkin tak ada hal istimewa yang harus kita bincangkan setiap hari. Tapi doa tak boleh alpa dipanjatkan. Agar bahagia tetap bertahan. Agar kita senantiasa waras.

Surat ini tak akan panjang. Aku tak hendak mengganggu akhir pekanmu. Biasanya, kamu asyik menyepi. Aku tahu, sepi yang memenuhi ruang kamarmu enggan pergi.

Karena sepi saat ini menjadi pengganti diriku. Sebelum Tuhan mengizinkan kita bertemu. Sebelum Dia memberi bahagia dalam bentuk lain.

Selamat berbahagia. Kamu berhak atas tarikan napas baru hari ini. Tanda Tuhan mencintaimu lebih dari diriku yang serba terbatas.

Bandung, 15:55 WIB

(tulisan ke sembilanpuluh dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s