Menjadi Sang Dewi Bagi Seorang Armand Maulana

Membayangkan Kang Armand.
Membayangkan (rasanya menjadi) Teh Dewi.

Isi surat ini sebenarnya sudah dipendam sejak lama. Tak pernah terkirim. Tak pernah ada alasan.

Takkan kulepas lagi
Semua waktuku dan waktumu
Di saat kita dipacu rindu
Semakin dalam, semakin dalam

Mengetahui nama Armand Maulana sejak lagu “Janji” dikenalkan teman saat jam istirahat sekolah. Dia menyetel radio kaset di ruang kantin yang masih lengang. “Lagu siapa?” tanyaku heran.
“Gigi,” jawabnya sekilas, di sela gumam mengikuti syair.
“Gigi?” ulangku bingung. “Ini band? Baru ya?”
Temanku hanya mengangguk.

Aku diam dan tak peduli. Saat itu, aku adalah Baladewa kacangan. Hahaha… Jadi, mendengar nama asing seperti Gigi sama sekali tak menarik minat.

Tetapi seiring waktu, aku pun menjadi penggemar lagu-lagu Gigi meski tak bisa dibilang fans garis keras. Lirik dan musiknya asyik, makanya aku suka.

Dan… Faktor vokalis menjadi alasan berikutnya. Kang Armand punya suara khas dan gaya ajrut – ajrut (lompat gak jelas) bagaikan pakai baterai long lasting gitu deh. Energi gak ada habisnya. Alasan tersembunyi lainnya yaitu… Tanggal lahir kami sama! *gak ngaruh ya? #

Aku pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi pasangan Kang Armand. Dinyanyiin tiap hari rasanya romantis ya? Temanku bilang, “Ngayal aja terus, An.” Hih! Sirik!

Ya dong, aku patah hati ketika Kang Armand menikah dengan Teh Dewi. Betapa hampir sempurna, menikah dengan sesama penyanyi. Aku sendiri bukan penggemar Teh Dewi. Gak ada lagunya yang kusimpan di playlist. Lagu Gigi sih banyak.

Mereka termasuk pasangan yang jauh dari gosip. Aku suka itu. Tak banyak drama. Saling mendukung dan selalu menebar aura positif.

Maka aku kembali berkhayal. Apa jadinya bila aku yang menjadi pasangan Kang Armand. Aku tak bisa memberi alasannya. Pastinya merasa sangat beruntung. Bukan, bukan karena dia artis. Itu mah bonus. Just because I see the potential in him. Bingung kan jelasinnya gimana.

Terbukti kan sekarang? Teh Dewi beruntung. Kang Armand lebih matang, bijak, dan tentu saja semakin seksi! *nah kan ketauan? * Jadi paham kan kenapa aku suka Kang Armand dari dulu?

Dari dulu hanya berani bermimpi untuk bertemu dengannya secara pribadi. Ya sekali dua kali papasan di mall sih pernah. Nonton aksi panggung Gigi juga pernah. Tapi terbatas jarak. *tsah#
Gak tahu harus menulis apa lagi. Yang jelas, sampai detik ini masih berkhayal menjadi pasangannya. Aku gak mau jadi Teh Dewi. Aku mau jadi diriku sendiri. Mumpung mimpi masih gratis, gak papa kan sering membayangkan sosok Kang Armand? Iyain aja biar cepat.

Kaulah yang dinginkan aku
Dari mimpiku, dari mimpiku
Coba terbangkan khayalku
Dari sadarku, dari sadarku

Bandung. 14:33 WIB.

PS: masih ngarep someday Kang Armand nyanyi di hari bahagiaku. gosah ada yang protes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s