Malaikat Tanpa Sayap

Dear Fira,
Aku gak punya kalimat yang bisa mewakili segala isi pikiran dan hatiku. Aku juga bingung apakah surat ini sampai di tempatmu tepat waktu atau sangat terlambat.

Surat ini kutulis ketika bertubi godaan masa lalu itu mengguncang benteng pertahanan. Tuhan maha becanda ya? Aku tersenyum salah tingkah dengan humor Tuhan kali ini.

Fir,
Aku minta maaf amat sangat dengan segalanya. Semua yang pernah kulakukan padamu, Javi, dan abinya. Aku hanya bisa merepotkan. Selalu. Tapi aku tahu, Tuhan memang sengaja mengirimkanmu padaku. Setelah apa yang kulalui tiga tahun ini, hanya kamu yang tahu semuanya.

Jungkir baliknya aku, gak bisa napasnya aku, berdarahnya aku, dan noraknya aku hanya kamu yang paham. Di Bandung, aku merasa ada di hutan belantara. Di kota memang ada jutaan orang. Tetapi aku sempat merasa sendiri. Sepi. Senyap. Kemudian Tuhan menghadirkan dirimu. Dia menjawab segala keraguan yang pernah membuatku panik. You’re the answer.

Fir,
Banyak banget utangku sama kamu. Kapan bisa lunas ya?

Doakan aku bisa meneruskan kebaikan yang kuterima darimu kepada orang lain. Pay it forward. Begitu kan?

Love you. Forever.
You’re my angel. My live saver. Best gift from The almighty.

One thought on “Malaikat Tanpa Sayap”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s