Karena Kekuatan Cinta

Salah satu sahabatku berkata demikian dalam percakapan singkat kami. Aku terkejut. Dia melihat dari sudut pandang yang berbeda. “Gue sih ngerasanya gitu. Dia semakin tajam dan berkualitas. Kalau bukan karena cinta, apa lagi?”

Kemudian aku terusik… Benarkah kamu demikian mencintaiku hingga mampu memperlihatkan semua kekuatanmu? Jika benar begitu, aku tak akan sedikit pun menyia-nyiakan kasih Tuhan yang dititipkan melalui kamu. Aku berjanji kepada-Nya, menjaga segenap kepercayaan yang Dia berikan kepadaku.

Aku sudah mengetahui masa lalumu, hingga tak elok rasanya bila aku tega membuka luka lama dengan mengabaikanmu. Membuatmu kembali terluka? Rasanya tak mungkin. Karena aku pun pernah terluka dan kecewa. Paham bagaimana kekacauan dalam diri bisa menghancurkan setitik harapan yang pernah ada.

Aku ingin memberikan hati yang pernah berdarah kepadamu. Maukah kauterima? Apakah kamu mengizinkanku untuk duduk di sampingmu meski hanya bergandengan tangan tanpa bicara?

Karena rindu tak selalu membutuhkan kalimat vulgar yang mengumbar segala rasa dan cinta tak melulu diperlihatkan hanya untuk pamer. Cukup Tuhan yang mengetahui, dalam lirih doa, segalanya terikat dengan sangat kuat.

Kumohon, jangan pergi lagi.

(tulisan kedelapanpuluhdua dari beberapa tulisan)

One thought on “Karena Kekuatan Cinta”

  1. Karena rindu tak selalu membutuhkan kalimat vulgar yang mengumbar segala rasa dan cinta tak melulu diperlihatkan hanya untuk pamer. Cukup Tuhan yang mengetahui, dalam lirih doa, segalanya terikat dengan sangat kuat. <<<—- suka banget kalimat ini🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s