Menikah Bukan Untuk Bahagia

Sudah membaca kegalauan ketika aku mati rasa? Oke, mungkin ini bisa disebut lanjutannya.

Kebanyakan dari kita, sewajarnya sebagai manusia, ingin sekali merasakan bahagia. Tetapi, kebahagiaan seperti apa yang hendak dicari ketika Allah sama sekali tak meridhoi kebahagiaan yang kita cari sendiri?

Dulu sekali, definisi menikah dalam benakku adalah mencari kebahagiaan. Ternyata itu salah total. Ketika dahulu aku mencari bahagia dengan menikah, saat itu pula Allah menunjukkan kuasa-Nya. Aku memaksa bahagia, maka aku semakin menderita. Definisi bahagia itu bukan seperti yang Allah mau.

Ustaz Salim A. Fillah pernah memberi taushiyah, “Kita menikah bukan untuk berbahagia.” Haiyah! Bagaimana ini?

Penjelasan beliau adalah di bawah ini:

Kita menikah bukan untuk berbahagia. Kita menikah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pernikahan itu menjadi bagian dari misi ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, di dalam pernikahan itu, supaya kita mampu melaksanakan visi ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu, yang kita cari adalah keberkahannya.

Karena, berkah itu ziyaadatul khairi fii kulli hal, bertambahnya kebaikan di segala keadaan; semakin mesra kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di semua peristiwa; semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di berbagai ujian hidup-lapang ataupun sempitnya, susah ataupun senangnya, kehilangan ataupun mendapatkannya. Semua keadaan itu dalam rangka ibadah. Maka kita mengharapkan ada barakah.

Di mana letak kebahagiaan? Bahagia hanya makmum bagi keduanya. Kebahagiaan hanyalah makmum di dalam kehidupan pernikahan kita. Hanyalah makmum bagi ibadah dan berkah yang kemudian kita tegakkan.

Aku tertegun.

Sebuah kutipan beliau pun menohok jantung pertahananku.

“Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan”

Lantas, apa yang kucari selama ini?

Senyumku seperti pikiranku. Menggantung entah di mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s