Sudah Terlalu Lama Hingga Lupa Rasanya

Entah mengapa aku memberi judul demikian. Mungkin karena memang bingung bagaimana menuliskannya.

Suatu ketika, seorang teman lama menghubungi. Kami berbincang tentang sebuah tema yang menarik sekaligus berat. Pembahasan dilakukan saat tengah malam, pikiran dan hati yang lelah seakan tak dirasa karena serunya berbagai dugaan yang melintas.

Kemudian, perbincangan agak melenceng ketika membahas tentang hal yang cukup sensitif. Aku kaget dia bisa seberani itu. Ketika kutanya alasannya dan dia menjawab, aku semakin kaget.

Tak kuduga, hal di luar pembahasan pertama itulah yang masuk ke ruang mimpiku. Beruntung, bukan dalam keadaan astral. Hakhakhak. šŸ˜€ Meski demikian, aku menjadi mendadak baper ketika terbangun saat subuh.

Dalam mimpi itu, dia benar datang ke kotaku dan memintaku menikah dengannya. Tuhanku, ini benar-benar mengalahkan drama Korea. Terlalu lebay dan berlebihan.

Untunglah hanya mimpi. Karena aku tak merasakan genggaman tangannya, tak merasakan embusan napasnya, tak merasakan tatapan matanya. Aku bangun untuk shalat subuh dan beristighfar.

Sedemikian merananyakah diriku, sehingga ketika ada orang yang menunjukkan perhatian meski sedikit dan bercanda, justru perasaanku menerjemahkannya sebagai alasan-untuk-kembali-merasakan-sesuatu?

Sudah lama tak ada rasa yang dulu sering terjadi berulang. Jatuh cinta itu apa? Kemandirian dan kesendirian sudah membuatku membeku. Lupa rasanya sehingga aku tak merasa perlu untuk menjatuhkan cinta kepada sesiapa pun juga. Ā Aku khawatir menjadi bodoh ketika dibutakan cinta sesaat. Membentengi diri dengan tembok super tinggi dan tebal demi menyelamatkan hati agar tak mengelabui akal.

Mungkin memang benar kata sahabatku. “Kamu terlalu mandiri. Pantesan aja banyak cowok mundur karena ngeri liat kamu keras terhadap diri sendiri gitu.” Aku meringis. Sudah lupa rasanya menjadi anak baik dan perhatian serita romantis. Seperti apakah aku dahulu? Entah.

Ogah baper. Makanya setiap kali ada yang bikin geer, seketika itu pula aku menendangnya jauh. Black list. Selesai.

Kamu kurang piknik, An.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s