Kamu Akan Mati Sendiri, Tak Usah Sedih Berpisah di Dunia

Mungkin efek aku cemburu. Iya. Positif deh. Silakan sinis. Bagi yang tak merasakan yang namanya ‘brother complex‘, apa yang kurasa emang bakalan terasa aneh.

Aku begitu memuja adikku satu-satunya itu. Aku begitu takut kehilangan dia setelah tak ada Bapak dan Mama. Aku yang merasa gagal menjadi seorang kakak selama ini, tetiba dihadapkan pada kenyataan yang selama ini kutakutkan terjadi… IYA INI LEBAY!šŸ˜¦ Ketika kabar bahwa dia akan menikah, aku merasa sakit hati. Dia akan pergi. Memiliki kehidupannya sendiri. Aku cemburu. Aku merasa ditinggalkan.

Emosiku semakin campur aduk ketika menyaksikan dia mengucapkan ijab qabul dengan mertuanya. Seolah separuh jiwaku pergi entah ke mana. Maka, aku mundur perlahan, belajar melepaskannya.

Sembari mengingat, bahwa aku pun kelak akan sendirian pulang kembali pada-Nya. Seharusnya, aku tak perlu takut kehilangan segalanya di dunia fana ini. Bukankah aku sudah sering mengalami kehilangan. Berulang kali. Bila sekali lagi belajar mengikhlaskan, tentunya bisa.

Ah, aku sudah mencoba lebih tenang sekarangšŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s