Ketika Saatnya Menjadi Sempurna

Saat aku menulis postingan ini, tepat mengalun suara Shania Twain dalam beberapa hits era 90an dulu. Cuaca mendung dengan gemuruh di atas langit Cibiru. Menyempurnakan gelisahku.

Tulisan ini tak akan panjang.

Karena rasa yang ada, mengawang tak menentu. Tanpa pegangan, tanpa tujuan, tanpa harapan. Lantas apa yang bisa disebut dengan kepastian?

Waktuku tak akan lama. Begitu pula denganmu. Tak bisakah kita bersegera menyulam rindu menjadi selimut pelindung di kala sepi mendera dan menutup luka lama dengan jahitan doa?

Tak adakah kemungkinan kita untuk mengetuk pintu-Nya dan memohon restu-Nya?

Aku tak berani untuk meminta, hanya bisa mengayuh asa perlahan. Hingga genap tujuanku, hingga sempurna menurut-Nya.

(tulisan ke tujuhpuluhenam dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s