Belajar Melupakanmu yang Menganggapku Tiada

Suatu saat, aku gak akan bisa lagi bilang “wilujeng netepan, kasep” ke kamu. Entah karena waktuku habis, atau karena aku sudah melupakanmu.

Otakku semacam sudah terprogram gitu. Ada orang yang nyakitin, dihapus dari memori. Bersih. Selalu demikian. Jikalau pun ada hal-hal yang kuingat, mungkin ada sisa serpihan kenangan yang masih menempel di pikiran. Tetapi membuat hati berdesir hangat? Tidak lagi. Hati yang sudah telanjur sakit, membuatnya mati perlahan. Membeku.

Inilah yang kulakukan sekarang. Belajar melupakanmu. Pelan-pelan saja, seperti kata lirik lagu.

Kamu tak pernah menganggapku ada. Seberapa besar pun perhatianku padamu, tak pernah kauperhatikan.

Kelak, ketika aku sungguh tiada, berlalu darimu dan menemukan seseorang yang mencariku dengan kesungguhan hatinya, kamu akan merasakan bagaimana rasanya terabaikan.

(tulisan ke tujuhpuluhlima dari beberapa tulisan )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s