Menulis Agar Bisa Mengenang

Ingatanku pendek. Itu sebabnya aku menulis. Sejak kecil, di sebuah buku harian. Setiap hari.

Aku ingat, sepanjang proses menjadi tua dan dewasa, kalimat-kalimat kekecewaan dalam catatan kecil itu berubah menjadi rasa syukur masih bisa diberi kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Dulu aku sering merasa marah dengan apa yang terjadi. Kutumpahkan semua dalam buku harian. Hingga aku lulus kuliah tahun 2001.

Tahun 2002, aku berkenalan dengan media menulis dalam jaringan yang disebut blog. Mengetahuinya dari sebuah forum diskusi cybersastra yang digawangi Mas Nanang Suryadi.

Blog pertamaku dibantu oleh seorang kenalan di forum tersebut dan dipercantik oleh Mas Teguh Setiawan Pinang. Seksi sekali tampilannya. Hitam pekat menggoda. Seksi.

Di blog tersebut, isinya puisi dan hanya puisi. Sampai kemudian berubah menjadi perjalanan hidup.

Detik aku menulis ini, aku hanya ingin bersyukur kepada Allah. Berterima kasih atas segala kesempatan pendewasaan diri. Berkenalan dengan banyak blogger dan penulis dari berbagai kalangan. Mengayakan jiwa dan pikiran.

Aku akan tetap menulis agar bisa mengenang. Aku ada karena tulisanku. Mungkin bisa dibilang begitu.

Selamat Hari Blogger Nasional!

5 thoughts on “Menulis Agar Bisa Mengenang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s