Alasanku Tersenyum di Sini: Kamu.

Mungkin sejak aku pindah ke Bandung, aku menjadi semakin norak dan lebay. Tersenyum sendiri, membayangkan hal indah, dan mudah merindu. Hahaha, entah karena hawa romantisme kota ini yang memikatku erat, atau memang karena aku mencintai segala yang ada di sini.

Kamu, salah satunya.

Dua hari lalu, secara mengejutkan, menyapa di tengah keringnya jiwa. Seketika, aroma petrikor menyeruak relung kalbu. Terasa begitu sesak di dada karena rindu yang begitu membuncah.

Duhai Pemilik jiwa raga… Mengapa Engkau menciptakan dirinya yang begitu memesona? Ataukah mataku yang silau?

Kemarin, dirimu yang terbiasa kukenal, hadir dengan gaya khas.

Esok, lusa, nanti… Aku akan selalu mempunyai alasan untuk tetap tersenyum.

Hingga saatnya tiba, entah menghilang atau menetap.

(tulisan ke tujuhpuluhdua dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s