Bahagia Itu Bukan Halusinasiku.

Pagi ini, aku membuka kotak pesan saat aku hendak melihat beberapa papan di sana. Ada dua baris tulisan darimu. Terkirim delapan hari yang lalu. Aku berbohong kalau bilang aku tak terkejut sekaligus menangis.

Setelah berhari-hari, berminggu-minggu… Mendoakanmu tak putus hanya demi berharap dirimu selalu dalam lindungan-Nya. Aku yakin kamu baik-baik saja. Aku tahu apa kesibukanmu sekarang. Dan aku juga tahu apa alasanmu… Satu alasan yang sama setiap kali aku bertanya.

Tak ada lagi yang bisa kuungkapkan selain rasa bahagia penuh syukur. Allah menjawab penantianku.

(tulisan ke tujuhpuluhsatu dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s