Manfaat Susu Sepanjang Usia

Jika kita berbicara manfaat susu, maka segala kebaikannya sudah kita terima sejak hari pertama lahir dari ASI (air susu ibu). Namun sayangnya, banyak yang masih menganggap bahwa meminum susu hanya untuk anak kecil. Orang dewasa ngapain minum susu?

Terlepas dari kontroversi seberapa lama kita minum susu dan jenis susu apa yang terbaik, coba kita baca tentang susu dari artikel Tempo tahun 2010 berikut ini:

=-=-=-=-=-=

MANFAAT SUSU SEPANJANG HAYAT
Rabu, 15 Desember 2010 | 06:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Ridwan Setiawan kecil sangat suka susu. “Pokoknya, kalau nangis karena apa pun–jatuh, berantem, atau dimarahin bapaknya–diamnya ya cuma dikasih susu,” kata Eti Nurbaeti, ibu Ridwan. Dua adik Ridwan, Rizki dan Rinto, juga minum susu, meski tak sebanyak sang kakak. Eti, 50 tahun, masih ingat, 20 tahun lalu, dia terpaksa mencampur susu dengan tepung agar susu kaleng 2,5 kilogram bisa cukup untuk sebulan. “Kalau enggak dicampur, anggaran rumah tangga habisnya buat susu si Ridwan doang,” kata Eti, mengenang. Kini Ridwan, 26 tahun, tumbuh menjadi lelaki bertubuh besar dan atletis. Tingginya 182 sentimeter dan berbobot 80 kilogram. Ridwan paling tinggi dan besar di antara dua saudaranya yang lain. Hingga saat ini Ridwan masih mengkonsumsi susu, meski tak sebanyak waktu kecil dulu.

Banyak dari kita menyadari manfaat susu bagi pertumbuhan anak. Namun, menurut Dr Samuel Oetoro, SpGK, susu tak hanya dibutuhkan selama masa tumbuh-kembang anak. “Seumur hidup manusia membutuhkan susu,” kata dosen konsulen gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu dalam peluncuran kampanye “Raih Esokmu” di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jumat lalu. Pada tahun-tahun pertama kehidupannya, seorang bayi membutuhkan air susu ibu. Di usia balita, anak, dan remaja, susu dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh-kembang, membantu anak memiliki ingatan yang lebih baik, serta mengurangi jumlah anak tumbuh pendek. Minimnya konsumsi susu pada anak akan menyebabkan pertumbuhan yang lambat. Di usia ini, susu juga bermanfaat untuk menabung kalsium. “Di usia 30 tahun, kemampuan tulang dalam menyerap kalsium berkurang, dan kalsium dalam tulang mulai dikeluarkan,” kata Samuel.

Kalau kadar kalsium dalam tulang berkurang, bukan mustahil pengeroposan tulang (osteoporosis) terjadi. “Di Indonesia, insiden osteoporosis cukup tinggi,” kata Samuel. Data Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Kementerian Kesehatan menunjukkan 41,8 persen laki-laki dan 90 persen perempuan Indonesia memiliki gejala osteoporosis. Sedangkan 28,8 persen laki-laki dan 32,3 persen perempuan di Indonesia terserang osteoporosis. Di Indonesia, jumlah konsumsi susu masih rendah, meskipun terus meningkat. Data South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) 2008 menunjukkan konsumsi susu di Indonesia sebanyak 7,7 liter per kapita per tahun. Pada 2010, data Kementerian Pertanian menunjukkan konsumsi susu di Indonesia sebanyak 11,7 liter per kapita per tahun.

Namun konsumsi susu itu masih cukup rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand dengan 31,7 liter per kapita per tahun, dan bahkan Vietnam dengan 12,1 liter per kapita per tahun. Finlandia sendiri merupakan negara dengan konsumsi susu tertinggi di dunia dengan 130 liter per kapita per tahun. Hendro H. Poedjono, Trade Marketing Director Frisian Flag Indonesia, menyebutkan, pertumbuhan konsumsi susu cair meningkat lebih dari 20 persen per tahun di Indonesia. “Ini menunjukkan kecenderungan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin praktis,” kata Hendro. Menurut Samuel, salah satu cara mencukupi kebutuhan gizi harian adalah dengan mengkonsumsi susu setidaknya dua gelas sehari. Segelas susu mengandung sumber nutrisi terbaik. Bukan cuma kalsium, tapi juga karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin B1, B6, B12, A, serta D. Selain itu, ada laktofenin, yaitu zat yang sangat penting untuk menstimulasi kekebalan, dan osteoprotogenik, yang berfungsi mentransfer kalsium untuk masuk ke dalam tulang serta matriks tulang yang membentuk tulang sempurna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s