Memahami Arti Dilema Diri

Cek di KBBI daring sebagai berikut:

dilema/di·le·ma/ /diléma/ n situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yg sulit dan membingungkan

Demikian.

Aku jadi ingat ocehan twitnya Conan (he is the same ‘person’ named Next*** as pseudonym) tempo hari soal jodoh. *ketawa dulu sejenak.

Jadi, aku akan memakai nama samaran di sini, meski dua orang yang disebut oleh Conan sama sekali bukan akun samaran😀 Kita sebut saja Ahmad dan Hasan. Demi kebaikan umat manusia. Tsaaaahhh….

Jauh hari sebelumnya, aku menantang Conan mencarikan jodoh untukku. Ndilalah, dia memberikan dua nama yang membuatku terpana dan bingung. Gak ada pilihan lain yang lebih ‘oke’? Awalnya, dia menyebutkan akun Ahmad. Aku kaget. Tapi kuanggap angin lalu. Kemudian keesokan harinya, dia menyebut nama Hasan. Aku tertawa lagi. Conan marah.

“kemaren bilang, minta cariiin, gue usaha, masih aja kurang, masih aja salah,,, mau kamu apa sih.. ?” satu

“ngapain bertele-tele,, udeh deh, belajar menghargai usaha saya, dan pake cara saya,,, lihat sisi lainnya, bisa ???” dua

“Susah bener,, di cariin yang bagus2, malah gue disalahin,,, kurang apa gue coba..” tiga

Cukup tiga twit emosional itu saja ya? *ngikik

Masih bingung kenapa aku ketawa?

Pertama adalah Ahmad. Pria yang lebih muda (meski hanya setahun) dariku ini tak diragukan ilmunya. Keshalihannya juga pake jempol deh. Tampan dan asli Minang. Kelemahannya adalah… Dia itu suami orang! Maksud Conan apa coba? Aku jadi istri kedua Ahmad? Serius itu saran terbaik Conan? Apa yang ada dalam pikiran Conan? Atau memang dia sedang random saja untuk njeplak? Tidakkah Conan memikirkan beberapa hal di bawah ini:

  1. Apakah Ahmad ada niatan poligami?
  2. Apakah istrinya bersedia?
  3. Apakah keluarga istrinya tidak keberatan?
  4. Apakah kader semacam Ahmad mau memperistri perempuan dari luar lingkungan partainya?

Empat pertanyaan itu sangat mengganggu. Hal ini akan terlontar apabila, anggap saja, aku mau jadi istri kedua Ahmad.

Kedua adalah Hasan. Pria yang sama sekali tak kukenal ini saat kulihat bio Twitter-nya adalah pengelana di Perancis saat ini. Conan mengenalkannya sebagai teman. Aku sama sekali tak punya ‘clue’ dia ini siapa. Conan juga melupakan beberapa hal:

  • a. Apakah Hasan mau dengan perempuan yang jauh lebih tua? (anggap saja demikian, karena aku benar-benar buta dia itu siapa)
  • b. Apakah keluarganya menerima menantu berpredikat janda?
  • c. Apakah dia akan bisa menerima krucil sebagai anaknya dan menyayanginya seperti anak kandung sendiri?

Cukup tiga hal itu. Sangat sensitif dan gak semua orang bisa menerima kenyataan itu, kan?

Conan marah karena aku dianggapnya tak menghargai usahanya. Dia yang egois.

om bayoe

Percakapan virtual dengan Om Bayoe dua hari lalu itu menyisakan pedih jika ingat bagaimana komentar Conan. He even doesn’t use my shoes to feel what I feel. Aku sendiri tak ingin menyalahkannya meski rasanya juga rada malu hati diperlakukan demikian di ranah umum oleh akun pseudonim geje.

Pemikiran Om Bayoe itu mewakili beberapa orang yang bertanya mengapa aku masih sendiri di tahun ke empat ini. Sementara dua sepupuku yang belakangan bercerai sudah menikah lagi dan istrinya masing-masing bahkan sudah hamil. So, still wanna compare it? Janganlah.

Standarku gak ketinggian. Aku gak mensyaratkan hal yang ribet. Aku hanya membangun tembok tebal dan tinggi agar tak mudah dihancurkan. Pintu hati pun setiap kali terbuka sedikit, hanya terkena hujan harapan palsu. Maka, tak mudah bagiku membuka pintu lagi.

Banyak yang bertanya, apa syaratku. Cukup empat hal:

  • Patuh kepada Allah SWT
  • Sayang kepada krucil seperti anak sendiri
  • Tetap mengizinkanku bekerja dan
  • Tidak pindah dari Bandung

Itu saja. Harusnya aku yang marah pada Conan, bukan sebaliknya. Dia selalu merasa paling benar. Macam sudah pernah bercerai saja. Mana paham dia arti trauma dan sakit hati? Pret!

Begitulah. Kita lihat bagaimana komentarnya. Dia itu ligar. Jika kamu menyimak bagaimana seorang Conan menulis sesuatu, kamu akan menyadarinya.😉

Catatan akhir: saat aku menulis postingan ini, melintas satu sosok di benakku. Seseorang di pulau seberang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s