Gratifikasi di KUA? Bukan! Pemalakan!

Sekalian terang benderang deh judulnya. Jadi begini, kemarin tanggal 27 Agustus, aku pergi ke KUA Cibiru untuk membantu kelengkapan administrasi adikku yang akan menikah dalam waktu dekat ini.

Setelah dari kantor Kelurahan Pasir Biru, sekitar pukul 11 siang, aku ke KUA Cibiru yang ada di jalan Cilengkrang II. Menunggu sekitar tigapuluh menitan, selembar surat keterangan itu pun aku terima… Kemudian aku ngetwit dengan perasaan tidak keruan seperti ini:

SELESAAAAAIIIII…. Alhamdulillah. Dengan menyisakan gondok luar bi(n)asa keluar dari KUA. “ADMINISTRASI” TANPA KUITANSI palelu!

Penyakit KUA di ujung dunia mana pun gak ada perubahan ya? Udah emang penyakit keturunan. Palak memalak yang mau nikah.

Kirain gitu generasi pegawai KUA zaman 4G gini udah lebih sehat. Podho ae ternyata sama pendahulunya. Asli tadi ngetesnya sampe jengkel.

Selesai ngecek tulisannya semua gak ada salah, itu ibu pegawai diem aja. Gue say thanks tanpa rasa bersalah. Lah siapa yang salah?

Pas gue berdiri, “Bu, administrasinya 30rb.” Gue langsung menatap tajam. “Oh segitu? Ada kuitansi?” Si ibu tertawa sinis. “Mana ada kuitansi?”

Tes pertama. Oke. Tes kedua, “Bu, nanti kalau adik saya mau nanya info ke sini, bicara dengan ibu siapa?” Dia gelagapan.

“Ah, eh, itu sih… Bilang aja mau bicara dengan kepala KUA gitu.” Mukanya lsg berubah. Gue tembak, “Bukan sama Ibu?” Buru2 geleng kepala.

“Oh, oke. Nuhun.” Sambil berdiri, saking jengkelnya, gue tambahin, “Dasar tukang palak.” Tau deh dia denger apa kagak : )))))

Kesempatan banget ya pegawai KUA di mana pun? PALAK. TEMBAK. Tau orang butuh banget dokumen dan aktanya. Dibisnisin. Bangke.

Terakhir gue denger curhatan temen gue mau nikah ama bule 3 bulan lalu. JUTAAN BOOOOKKK… Buat dokumen doang. Belum biaya penghulu.

Gue sampe sekarang masih gak habis pikir, emangnya gak ada standarisasi dari MENAG untuk urusan administrasi?

Gue gak bisa lupa muka sinis binti sengak si ibu di KUA Cibiru tadi. Sengaja gue pasang muka bego, mau tau dia naek setinggi apa : )))

Mungkin 30rebu di Cibiru masih murah ya dibanding kecamatan lain atau bahkan kota besar lain. Atau Jakarta? Entah😀

Cuman sebelum sampe KUA barusan, gue emang udah mikir… “Gue harus keluar berapa buat biaya silumannya?”😀

Enak aja gratifikasi. Gue dipalak ama pegawai KUA Cibiru! 1 orang 30rb. Mayan 10 orang 300rb. Mana dia gak mau ngaku namanya siapa. Fak.

Ika, Faizah, Ati. Hanya ada 3 nama pegawai perempuan di KUA Cibiru. Si ibu tadi gamau ngaku namanya siapa.

Embedded image permalink

Ampe desak 3x dengan pertanyaan senada, “Kalau saya ada pertanyaan, atau adik saya mau nanya ke sini, nanti dengan Ibu siapa?”

Ya gitu, si ibu ngeles bajay dan gugup gak mau ngasih tau namanya. -____-” pegawai macam apa dia itu. Berkah juga kagak.

=-=-=-

Demikian emosiku kemarin siang tertumpah di Twitter. Dibantu oleh dua orang Tuips, twitku diteruskan ke Kemenag dan Pak Lukman. Semoga di baca.

Berikut ini adalah ketentuan dari Kemenag RI mengenai biaya nikah:

alur pelayanan nikah KUA

Jakarta (Pinmas) —- Ditjen Bimas Islam baru saja merelease alur pelayanan nikah sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama.

Dirjen Bimas Islam Machasin mengatakan, PP 48/2004 mengatur bahwa biaya pernikahan hanya terbagi menjadi dua, yaitu: 1) gratis atau nol rupiah jika proses nikah dilakukan pada jam kerja di Kantor Urusan Agama (KUA); dan 2) dikenakan biaya enam ratus ribu rupiah jika nikah dilakukan di luar KUA dan atau di luar hari dan jam kerja.

“Tidak ada biaya lain yang harus dikeluarkan oleh calon pengantin di luar yang sudah ditentukan oleh peraturan tersebut. Pungutan biaya di luar yang sudah ditentukan bisa dimasukan dalam kategori gratifikasi,” tegas Machasin, Jakarta, Kamis (01/01).

Untuk memberikan pemahaman dan memastikan tidak ada lagi pungutan biaya (gratifikasi) di luar ketentuan, berikut ini alur pelayanan nikah:

1.Calon pengantin mendatangi RT/RW untuk mengurus surat pengantar nikah untuk dibawa ke kelurahan;

2.Calon pengantin mendatangi kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah (N1 – N4) untuk dibawa ke KUA (Kecamatan);

a) Jika pernikahan dilakukan di luar Kecamatan setempat, maka calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) setempat untuk mengurus surat pengantar rekomendasi nikah untuk dibawa ke KUA (Kecamatan) tempat akad nikah.

b) Jika waktu pernikahan kurang dari 10 hari kerja, maka calon pengantin mendatangi Kantor Kecamatan tempat akad nikah untuk mengurus surat dispensasi nikah.

3.Calon pengantin mendatangi Kantor KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pendaftaran nikah;

a) Jika pernikahan dilakukan di KUA (Kecamatan), maka calon pengantin tidak dikenakan biaya alias gratis.

b) Jika perikahan dilakukan di luar KUA (Kecamatan), maka calon pengantin mendatangi Bank Persepsi yang ada di wilayah KUA tempat menikah untuk membayar biaya nikah sebesar Rp600.000,- lalu menyerahkan SLIP SETORANNYA ke KUA tempat akad nikah.

4.Calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan data nikah calon pengantin dan wali nikah;

5.Calon pengantin melaksanakan akad nikah, di KUA (Kecamatan) atau Lokasi Nikah, untuk kemudian diakhiri dengan penyerahan buku nikah.

“Mengenai dokumen yang dibuat RT-RW-kelurahan, pengaturan lebih lanjut dengan kementerian dalam negeri akan dilakukan,” jelas Machasin. (mkd/mkd)

Jadi, gimana? Gimana? *pasang muka tanpa ekspresi dan senyum yang sama sinisnya dengan si ibu itu.

Boleh lho kalau mau diklarifikasi lagi. Silakan saja pihak Kemenag jika mau mengecek pada tanggal 27 Agustus pukul 11 siang itu siapa pegawai KUA Cibiru yang sedang bertugas. Hanya ada satu orang yang terlihat.

Pertanyaanku: Sudah berapa banyak orang yang dipalak dan tidak melapor ke Kemenag? Atau bingung harus mengadu ke mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s